Advertisement

Lokasi Pelatihan Kader Jamaah Islamiyah Untuk Serang VVIP Berhasil Diungkap Polisi

Lokasi Pelatihan Kader Jamaah Islamiyah Untuk Serang VVIP Berhasil Diungkap Polisi – Densus 88 Antiteror Polri ungkap beberapa lokasi sebagai pusat training jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) di Jawa tengah (Jateng). Salah satunya posisi itu jadi tempat untuk latih angkatan muda JI lakukan tindakan teror.

“Mereka dilatih bergaya militer dengan arah untuk membuat pasukan sesuai program yang dibikin oleh pimpinan jaringan ini (JI),” kata Kepala Seksi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono, Sabtu (26/12).

Argo menyebutkan salah satunya posisinya ada di Dusun Gintungan, Bandungan, Semarang, Jateng. Posisi itu dijumpai adalah villa dua lantaDensus 88 Antiteror Polri ungkap beberapa lokasi sebagai pusat training jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) di Jawa tengah (Jateng). Salah satunya posisi itu jadi tempat untuk latih angkatan muda JI lakukan tindakan teror.

“Mereka dilatih bergaya militer dengan arah untuk membuat pasukan sesuai program yang dibikin oleh pimpinan jaringan ini (JI),” kata Kepala Seksi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono, Sabtu (26/12).

Argo menyebutkan salah satunya posisinya ada di Dusun Gintungan, Bandungan, Semarang, Jateng. Posisi itu dijumpai adalah villa dua lantai yang dikitari pohon cemara yang tinggi dan sepi dari rutinitas warga.

Menurut Argo, beberapa anggota muda JI dilatih bela diri dan persenjataan, sampai simulasi serangan pasukan VVIP dalam tempat itu. Mereka jadikan villa itu selaku tempat istirahat.

Selanjutnya, Argo berbicara ada banyak anggota JI yang bekerja latih anak muda ini supaya trampil bela diri, memakai pedang dan pistol, sampai lakukan penangkapan dan membuat bom.

Salah satunya pelatihnya ialah Joko Priyono alias Karso, yang dipilih oleh Amir atau Pimpinan JI Beberapa Wijayanto. Karso sudah diamankan pada 2019 lalu dan sudah dengan status terpidana dengan periode hukuman 3,8 tahun penjara.

Argo mengatakan kader baru JI sebagian besar ialah anak muda yang pintar dari beberapa ponpes. Beberapa anak muda itu diklaim diambil secara profesional.

Menurut dia, JI menarget anak dengan ranking 1-10 dalam suatu pesantren untuk jadi pimpinan JI di hari esok.

“Setiap angkatan 10 sampai 15 orang dari Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa. Keseluruhan 95 orang yang telah dilatih dan terbiasa,” kata jenderal bintang dua itu.

Berdasar penyidikan, Argo mengatakan ada 7 angkatan dengan keseluruhan 96 anggota muda yang dilatih di beberapa lokasi yang menyebar di sejumlah daerah di Jateng.

Menurut dia, beberapa anggota JI itu juga dikirimkan ke Suriah semenjak 2013-2018 dengan dana yang dipersiapkan jaringan itu.

“Sesudah training di sini, angkatan muda ini seterusnya dikirimkan ke Suriah untuk mempelajari training militer dan perakitan senjata api dan bom. Mereka menyiapkan angkatan muda ini dengan arah menjadi pimpinan hari esok jaringan ini (JI),” tutur Argo.

Awalnya, Densus 88 Antiteror Polri sudah membekuk 228 terdakwa masalah sangkaan tindak pidana terorisme sejauh 2020. Dari semua terdakwa, telah ada 70 orang disidang dan 146 orang yang lain dalam proses penyelidikan. Disamping itu, Polri sukses tangkap 23 teroris dari jaringan JI.i yang dikitari pohon cemara yang tinggi dan sepi dari rutinitas warga.

Menurut Argo, beberapa anggota muda JI dilatih bela diri dan persenjataan, sampai simulasi serangan pasukan VVIP dalam tempat itu. Mereka jadikan villa itu selaku tempat istirahat.

Selanjutnya, Argo berbicara ada banyak anggota JI yang bekerja latih anak muda ini supaya trampil bela diri, memakai pedang dan pistol, sampai lakukan penangkapan dan membuat bom.

Salah satunya pelatihnya ialah Joko Priyono alias Karso, yang dipilih oleh Amir atau Pimpinan JI Beberapa Wijayanto. Karso sudah diamankan pada 2019 lalu dan sudah dengan status terpidana dengan periode hukuman 3,8 tahun penjara.

Argo mengatakan kader baru JI sebagian besar ialah anak muda yang pintar dari beberapa ponpes. Beberapa anak muda itu diklaim diambil secara profesional.

Menurut dia, JI menarget anak dengan ranking 1-10 dalam suatu pesantren untuk jadi pimpinan JI di hari esok.

“Setiap angkatan 10 sampai 15 orang dari Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa. Keseluruhan 95 orang yang telah dilatih dan terbiasa,” kata jenderal bintang dua itu.

Berdasar penyidikan, Argo mengatakan ada 7 angkatan dengan keseluruhan 96 anggota muda yang dilatih di beberapa lokasi yang menyebar di sejumlah daerah di Jateng.

Menurut dia, beberapa anggota JI itu juga dikirimkan ke Suriah semenjak 2013-2018 dengan dana yang dipersiapkan jaringan itu.

“Sesudah training di sini, angkatan muda ini seterusnya dikirimkan ke Suriah untuk mempelajari training militer dan perakitan senjata api dan bom. Mereka menyiapkan angkatan muda ini dengan arah menjadi pimpinan hari esok jaringan ini (JI),” tutur Argo.

Awalnya, Densus 88 Antiteror Polri sudah membekuk 228 terdakwa masalah sangkaan tindak pidana terorisme sejauh 2020. Dari semua terdakwa, telah ada 70 orang disidang dan 146 orang yang lain dalam proses penyelidikan. Disamping itu, Polri sukses tangkap 23 teroris dari jaringan JI.

Sumber : cnnindonesia.com

Cek Berita dan Artikel Rancakmedia.com Lainnya di Google News

Tombol kembali ke atas