Pekan ini ditutup dengan gemilang bagi pasar modal Indonesia, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada level 8.257. Kinerja impresif ini turut didorong oleh aktivitas masif investor asing yang membukukan transaksi beli bersih atau net buy fantastis, mencapai Rp 3,21 triliun.
Di antara berbagai saham yang menarik perhatian, emiten PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menjadi magnet utama bagi investor asing. Saham milik Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden RI Prabowo Subianto, ini paling banyak diburu dengan nilai mencapai Rp 337,6 miliar dalam sepekan. Tak hanya itu, raksasa otomotif PT Astra International Tbk (ASII) juga tak luput dari incaran, membukukan pembelian asing sebesar Rp 244,7 miliar. Emiten lain yang turut meraup keuntungan signifikan dari aksi beli ini adalah PT Bumi Resources Tbk (BRMS) dengan Rp 235,7 miliar dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) senilai Rp 223,3 miliar.
Namun, euforia beli bersih tersebut diimbangi dengan aksi jual yang cukup masif pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Investor asing secara signifikan melepas kepemilikan mereka di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 1,5 triliun, disusul oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai jual Rp 1,4 triliun. Dua bank pelat merah lainnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), juga tak luput dari tekanan jual, masing-masing tercatat Rp 475,8 miliar dan Rp 238 miliar.
Merangkum kinerja pasar modal, Sekretaris Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan resminya pada Jumat (10/10), menegaskan bahwa IHSG memang menguat 1,72% dari level 8.118 ke 8.257 dalam sepekan terakhir. Penguatan ini sejalan dengan peningkatan rata-rata nilai transaksi harian BEI yang melonjak 12,48%, mencapai Rp 28,15 triliun dari Rp 25,02 triliun pada pekan sebelumnya. Tak hanya itu, rata-rata frekuensi transaksi harian turut meningkat 11,83% menjadi 2,93 juta kali transaksi dari 2,62 juta kali transaksi di pekan sebelumnya. Lebih lanjut, kapitalisasi pasar BEI juga mencetak rekor tertinggi baru, melonjak 3,19% menjadi Rp 15.560 triliun dari Rp 15.079 triliun. Meskipun demikian, Kautsar menambahkan bahwa rata-rata volume transaksi harian Bursa justru mengalami penurunan 14,88%, dari 49,717 miliar lembar saham menjadi 42,318 miliar lembar saham.
Berikut 10 saham yang paling banyak dibeli asing:
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)
- PT Astra International Tbk (ASII)
- PT Bumi Resources Tbk (BRMS)
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
- PT Timah Tbk (TINS)
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
- PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Berikut 10 saham yang paling banyak dijual asing:
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
- PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
- PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN)
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
- PT Indika Energy Tbk (INDY)
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.257 pekan ini, didorong oleh pembelian bersih investor asing senilai Rp 3,21 triliun. Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) paling banyak dibeli asing sebesar Rp 337,6 miliar, diikuti oleh PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Bumi Resources Tbk (BRMS).
Sebaliknya, investor asing masif melepas saham-saham perbankan besar, terutama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Sekretaris Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi penguatan IHSG 1,72% serta peningkatan rata-rata nilai transaksi harian. Kapitalisasi pasar BEI juga mencapai rekor tertinggi baru sebesar Rp 15.560 triliun.
