Prajogo Pangestu: Analisis Kinerja Saham BREN, BRPT, CUAN, TPIA

 

Kinerja saham-saham emiten milik konglomerat terkemuka Tanah Air, Prajogo Pangestu, terpantau gemilang sejak awal tahun. Berkat performa cemerlang gurita bisnisnya, Prajogo kini berhasil menduduki posisi orang terkaya nomor 1 di Indonesia berdasarkan data Forbes Billionaires per hari ini, Sabtu (4/10).

Total kekayaan bersih Prajogo Pangestu tercatat mencapai angka fantastis US$ 41,7 miliar, atau setara dengan kurang lebih Rp 692,72 triliun. Sebagai pemilik dan pengendali Grup Barito, Prajogo memiliki imperium bisnis yang terfokus pada sektor-sektor strategis seperti energi, petrokimia, pertambangan, dan agribisnis.

Beberapa pilar utama dari kerajaan bisnisnya yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) meliputi PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Petrosea Tbk (PTRO). Selain itu, ada juga PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), serta PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).

Apabila menilik lebih jauh performa mereka sepanjang semester pertama tahun 2025, mayoritas saham dari emiten-emiten Prajogo Pangestu berhasil membukukan kinerja positif yang mengesankan. Meskipun demikian, beberapa di antaranya juga tercatat mengalami sedikit koreksi.

Contohnya adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Berdasarkan laporan kinerja semester I 2025, laba bersih BRPT melesat sangat signifikan, mencapai 1.464% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi US$ 539,82 juta. Angka ini setara dengan Rp 8,76 triliun, meningkat drastis dari US$ 34,49 juta pada semester I 2024 (dengan kurs Rp 16.231 terhadap dolar AS). Seiring dengan itu, pendapatan perseroan juga meningkat tajam menjadi US$ 3,22 miliar dari US$ 1,15 miliar yoy. Menariknya, pada perdagangan sesi kedua pukul 15.17 WIB, gerak saham BRPT naik 0,52% atau 20 poin ke level 3.870. Kinerja tahun berjalan (year-to-date/ytd) saham ini bahkan telah meroket 320,65%.

Selanjutnya, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga menunjukkan kinerja solid dengan mencatatkan laba bersih sebesar US$ 65,46 juta. Angka ini mengalami kenaikan 12,96% dibandingkan laba bersih perseroan pada tahun sebelumnya, yakni US$ 57,95 juta. Pendapatan BREN juga turut meningkat menjadi US$ 300,07 juta dari US$ 290,07 juta yoy. Dari sisi pergerakan sahamnya, harga saham BREN mengalami kenaikan 4,63% atau 425 poin ke level 9.600 pada hari ini. Meskipun demikian, kenaikan saham BREN secara ytd tercatat sebesar 3,23%.

Di sisi lain, PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 1,07 juta, yang berarti terjadi penurunan 18,18% dari US$ 1,32 juta yoy. Kendati demikian, pendapatan perseroan justru menunjukkan peningkatan 10,41% menjadi US$ 351,11 juta dari US$ 318,02 juta yoy. Harga saham PTRO hari ini terpantau naik 6,67% atau 450 poin ke level 7.175. Sejak awal tahun, harga saham PTRO telah melesat impresif sebesar 159,73%.

Beralih ke PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), emiten ini membukukan laba bersih sebesar US$ 1,94 juta pada semester I 2025. Angka ini anjlok signifikan sebesar 93,43% secara yoy dari US$ 29,57 juta pada semester I 2024. Meskipun demikian, pendapatan perseroan justru meningkat 49,22% menjadi US$ 462,11 juta dari US$ 309,69 juta. Harga saham CUAN terpantau tidak bergerak pada perdagangan hari ini, tetap di level 1.610. Namun, secara ytd, saham CUAN telah naik 45,05%.

Tak ketinggalan, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang juga merupakan induk usaha CDIA, berhasil membalikkan kerugian menjadi keuntungan pada semester I 2025. Laba bersih TPIA tercatat sebesar US$ 1,27 miliar, sangat kontras dengan kerugian sebesar US$ 47,46 juta yang dialami pada semester I 2024. Pendapatan TPIA juga melonjak menjadi US$ 2,92 miliar dari US$ 866,49 juta yoy. Sementara itu, harga saham TPIA hari ini stagnan di level 7.575, namun tercatat naik 1% sejak awal tahun.

Terakhir, ada PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia pada Juli lalu. CDIA membukukan laba bersih sebesar US$ 67,84 juta, melesat 330,15% dari laba bersih semester I 2024, yakni US$ 15,77 juta. Pendapatan perseroan juga menunjukkan peningkatan menjadi US$ 66,87 juta dari US$ 47,11 juta yoy. Harga saham CDIA hari ini naik 1,75% atau 30 poin ke level 1.740. Sejak harga IPO di level Rp 190 per saham, saham CDIA telah melesat fenomenal sebesar 815,79%.

Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah rangkuman kinerja gurita bisnis Prajogo Pangestu yang disajikan dalam bentuk tabel:

Emiten Kinerja Saham YTD (%) Laba/Rugi Semester I 2025 (kurs Rp 16.231 terhadap dolar AS) Kapitalisasi Market
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) 320,65% Rp 8,76 triliun, naik 1.464% yoy Rp 360,92 triliun
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 3,23% Rp 1,06 triliun, naik 12,96% yoy Rp 1.277 triliun
PT Petrosea Tbk (PTRO) 159,73% Rp 17,36 miliar, turun 18,18% yoy Rp 72,11 triliun
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) 1% Rp 20,61 triliun, naik 27.760% yoy Rp 655,32 triliun
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) 45,05% Rp 31,48 miliar, anjlok 93,43% Rp 179,87 triliun
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) 815,79% dari harga IPO Rp 1,10 triliun, naik 330% Rp 215,95 triliun
Sumber: laporan kinerja semester 1 2025 perseroan dan data BEI

Ringkasan

Prajogo Pangestu kini menempati posisi orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan bersih mencapai US$ 41,7 miliar, didorong oleh kinerja gemilang emiten-emitennya sejak awal tahun. Gurita bisnisnya yang terfokus pada energi, petrokimia, pertambangan, dan agribisnis, mencakup perusahaan-perusahaan seperti BRPT, BREN, TPIA, CUAN, PTRO, dan CDIA. Sepanjang semester pertama 2025, mayoritas saham dari emiten-emiten ini membukukan kinerja positif yang mengesankan, meskipun beberapa di antaranya juga mengalami koreksi laba.

Contoh kinerja yang menonjol adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang laba bersihnya melesat 1.464% dan sahamnya meroket 320,65% secara tahun berjalan. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berhasil membalikkan kerugian menjadi keuntungan sebesar US$ 1,27 miliar. Sementara itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengalami anjloknya laba bersih signifikan meskipun pendapatan meningkat, dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang baru melantai mencatat laba melesat 330,15% dengan saham melonjak 815,79% dari harga IPO.

Baca Juga

Tags

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.