Target Harga Saham MINA, CBRE, UANG: Analis Ungkap Manuver Happy Hapsoro!

 

Harga saham emiten-emiten yang terafiliasi dengan suami Ketua DPR RI Puan Maharani, Happy Hapsoro, menunjukkan kinerja gemilang dengan lompatan signifikan pada perdagangan sesi pertama hari ini. Lonjakan ini sontak memicu sejumlah analis untuk merevisi naik target harga masing-masing emiten, mengindikasikan prospek positif di masa depan.

Berdasarkan data perdagangan saham sesi pertama hari ini, Jumat (3/10), beberapa emiten berhasil mencatatkan kenaikan fantastis. Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) melonjak impresif sebesar 25% atau 250 poin, mencapai level 750. Tak kalah cemerlang, PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) meroket 24,84% atau 200 poin, menyentuh level 1.005, sementara PT Pakuan Tbk (UANG) melambung 24,74% atau 1.175 poin, ditutup pada level 5.925.

Kenaikan saham UANG ini mengikuti jejak akuisisi penting oleh Happy Hapsoro. Sebelumnya, ia masuk sebagai pemegang saham UANG melalui perusahaannya, PT Basis Utama Prima, dengan mengakuisisi 196.446.000 saham UANG pada 3 September 2025. Manajemen UANG menjelaskan bahwa transaksi senilai Rp 91,74 miliar dengan harga Rp 467 per saham ini merupakan bagian dari strategi penyelarasan portofolio dan pembelian dalam jumlah besar.

Gelombang penguatan tidak hanya terbatas pada emiten tersebut. Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), yang juga terafiliasi dengan Happy Hapsoro, turut melesat 23,62% atau 770 poin ke level 4.030. Demikian pula, PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) berhasil naik 22,54% atau 39 poin, mencapai level 212, memperkuat tren positif di antara portofolio Hapsoro.

Melihat performa luar biasa ini, Phintraco Sekuritas mengonfirmasi bahwa emiten-emiten Hapsoro telah melampaui berbagai target harga yang telah mereka tetapkan. Sebagai contoh, harga saham RAJA berhasil menembus target harga keempat yang dipatok sekuritas, yaitu Rp 4.000, menandakan kekuatan momentum yang signifikan.

RAJA, target keempat tercapai, jika breakout di level 4.050, potensi besar ke ARA Rp 4.070,” demikian disampaikan Phintraco Sekuritas dalam riset terbarunya, Jumat (3/10), menggarisbawahi potensi lanjutan penguatan saham RAJA.

Di sisi lain, MINA juga telah sukses melampaui target harga pertamanya di Rp 192. Kini, MINA diproyeksikan akan mengejar target harga kedua dan ketiga, masing-masing di Rp 220 dan Rp 240. Sementara itu, BUVA, sebagai emiten di sektor perhotelan, telah berhasil menembus target harga keenam yang ditetapkan Phintraco Sekuritas, yakni Rp 700. Merespons pencapaian ini, Phintraco kemudian memperbarui target harga ketujuh BUVA menjadi Rp 850.

Sentimen positif juga datang dari D’Origin yang memprediksi saham RAJA akan terus menguat. Mereka menetapkan target harga yang lebih tinggi, yakni Rp 4.440 dan Rp 5.250, mengingat RAJA telah berhasil menembus target harga sebelumnya di Rp 3.800.

Katalis di Balik Naiknya Harga Saham Afiliasi Happy Hapsoro

Ketika menilik kinerja saham-saham Hapsoro sejak awal tahun, mayoritas di antaranya memang mencatatkan kenaikan yang sangat signifikan. Sejak awal tahun, saham BUVA telah meroket tajam sebesar 1.193%, UANG melompat 706,12%, MINA melesat 351,06%, dan RAJA juga telah naik 48,16%, menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dan kuat.

Namun, bintang yang paling berkilau adalah saham CBRE. Emiten ini telah mencatat lonjakan fenomenal sebesar 5.189% sejak awal tahun. Dari posisi Rp 19 pada 2 Januari 2025, saham CBRE kini telah mencapai level 1.005 pada perdagangan hari ini, sebuah kenaikan yang luar biasa.

Salah satu katalis utama di balik euforia ini adalah rencana penambahan modal BUVA melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) I, atau lebih dikenal dengan rights issue, sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya oleh Katadata.

Melalui aksi korporasi ini, BUVA berencana menawarkan sebanyak 4.026.581.429 saham baru, setara dengan 16,36% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue, dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Perusahaan menargetkan perolehan dana hingga Rp 603,98 miliar dari aksi strategis ini.

Dukungan kuat datang dari pemegang saham utama dan pengendali BUVA, PT Nusantara Utama Investama (NUI), yang menguasai 67,02% saham perseroan. NUI akan memperoleh 2,69 miliar HMETD dan telah secara tegas menyatakan komitmennya untuk menyerap seluruh haknya, memberikan jaminan stabilitas terhadap aksi rights issue ini.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan pada 10 September, Hapsoro, yang saat itu tercatat menggenggam 7,91% atau sekitar 1,62 miliar saham BUVA, akan menerima 318,56 juta HMETD. Seluruh hak tersebut kemudian akan dialihkan kepada NUI, memperkuat posisi NUI sebagai pemegang saham mayoritas.

Manajemen BUVA juga menegaskan, “NUI menyatakan bahwa NUI berkomitmen untuk melaksanakan seluruh HMETD tersebut dan NUI memiliki dana yang cukup untuk melaksanakan seluruh HMETD tersebut yang diperoleh dari Hapsoro.” Pernyataan ini memastikan kesiapan NUI untuk mendukung penuh pelaksanaan rights issue.

Penting untuk dicatat bahwa manajemen juga menyatakan bahwa para pemegang saham yang tidak menggunakan haknya untuk membeli saham baru akan mengalami dilusi persentase kepemilikan maksimal hingga 16,36%, sebuah informasi krusial bagi investor.

Dana yang terkumpul dari rights issue ini akan dimanfaatkan untuk dua tujuan strategis utama. Sekitar Rp 175 miliar akan dialokasikan untuk mengakuisisi 55% saham PT Bukit Permai Properti dari PT Summarecon Bali Indah dan PT Bali Indah Development. Sisa dana akan digunakan untuk pengembangan kegiatan usaha utama perseroan atau anak perusahaan dalam bisnis perhotelan di daerah Pecatu, Bali, menandakan ekspansi dan penguatan bisnis di sektor pariwisata.

Ringkasan

Emiten-emiten yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro, suami Ketua DPR RI Puan Maharani, menunjukkan kinerja gemilang dengan kenaikan signifikan pada perdagangan sesi pertama hari ini. Beberapa saham seperti BUVA, CBRE, UANG, RAJA, dan MINA mencatat lonjakan impresif, memicu analis seperti Phintraco Sekuritas dan D’Origin untuk merevisi naik target harga. Sejak awal tahun, saham CBRE bahkan telah meroket fenomenal 5.189%.

Salah satu katalis utama di balik euforia ini adalah rencana penambahan modal PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) melalui rights issue, yang menargetkan dana Rp 603,98 miliar untuk akuisisi dan pengembangan bisnis perhotelan di Bali. Pemegang saham utama, PT Nusantara Utama Investama (NUI), berkomitmen menyerap haknya, termasuk yang dialihkan dari Happy Hapsoro. Sebelumnya, Happy Hapsoro juga telah mengakuisisi saham PT Pakuan Tbk (UANG) senilai Rp 91,74 miliar pada September 2025.

Baca Juga

Tags

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.