Superbank IPO? Ini Kata Manajemen!

 

Rancak Media – JAKARTA – Desas-desus mengenai rencana penawaran umum perdana (IPO) PT Super Bank Indonesia atau Superbank telah menarik perhatian publik. Menanggapi rumor yang beredar luas ini, manajemen Superbank, yang didukung oleh Grup Emtek dan Grab, akhirnya angkat bicara.

Beverly Gunawan, Corporate Communication Head Emtek, menyampaikan apresiasi atas atensi masyarakat terhadap spekulasi IPO Superbank. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan komentar terkait rumor atau spekulasi pasar yang belum terverifikasi kebenarannya pada Jumat (26/9/2025). Alih-alih terpancing oleh informasi yang belum valid, Gunawan menekankan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah pada kinerja fundamental. “Fokus kami adalah mendukung Superbank dalam menjaga kinerja kuat, mengembangkan solusi keuangan inovatif, dan memperluas basis nasabah untuk mendorong pertumbuhan inklusif di Indonesia,” ujarnya. Superbank sendiri, dulunya dikenal sebagai PT Bank Fama International, bertransformasi menjadi bank digital setelah diakuisisi oleh Grup Emtek dan Grab pada tahun 2021, dan secara resmi berganti nama pada awal tahun 2023.

Rumor IPO Superbank ini sebelumnya menyebar luas di berbagai platform media sosial, berawal dari sebuah tangkapan layar e-IPO. Screenshot tersebut mengklaim bahwa Superbank akan melantai di bursa pada pertengahan Oktober 2025, dengan menawarkan 35,88 juta lot saham, atau sekitar 20,05% dari total saham perusahaan. Tak hanya itu, harga penawaran awal juga disebutkan berada di kisaran Rp250-Rp300.

Menyikapi ramainya spekulasi tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) segera memberikan klarifikasi. Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, pada Jumat (26/9/2025), secara tegas membantah adanya sistem e-IPO ‘bayangan’ yang dikelola di luar saluran resmi. Ia menjelaskan bahwa satu-satunya tautan valid untuk mengakses sistem e-IPO adalah melalui www.e-ipo.co.id. Nyoman juga menambahkan, “Saat ini perusahaan sebagaimana tangkapan layar [Superbank] tidak sedang melakukan book building ataupun offering di sistem e-IPO.” Ini mengindikasikan bahwa BEI Klarifikasi Soal Superbank, Belum Masuk Daftar IPO secara resmi.

Tidak hanya BEI, Henan Putihrai Sekuritas pun turut membantah rumor ini. Nama sekuritas tersebut sempat tercatut dalam tangkapan layar yang beredar, disebut-sebut sebagai underwriter atau penjamin emisi IPO Superbank. Melalui akun Instagram resmi perusahaannya, Henan Sekuritas dengan tegas menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks. “Akhir-akhir ini beredar screenshot yang menginformasikan Henan Sekuritas sebagai underwriter salah satu emiten. Informasi tersebut tidak benar dan bukan dari kanal resmi Henan Sekuritas maupun BEI,” tulis akun tersebut, mengukuhkan bahwa kabar tersebut tidak memiliki dasar.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, mari kita lihat Daftar Pemilik Superbank yang Dirumorkan IPO, Ada Grab hingga Emtek (EMTK). Per 15 Agustus 2025, pemegang saham mayoritas Superbank adalah PT Elang Media Visitama dengan porsi 31,11%. PT Elang Media Visitama sendiri merupakan induk usaha dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK), di mana pendiri Emtek, Eddy K. Sariaatmadja, memiliki 21,89% kepemilikan. Selanjutnya, PT Kudo Teknologi Indonesia memegang 19,16%, GXS Bank Pte. Ltd. sebesar 12%, dan A5-DB Holdings Pte. Ltd. sebesar 11,52%. Penting diketahui bahwa PT Kudo Teknologi Indonesia, GXS Bank Pte. Ltd., dan A5-DB Holdings Pte. Ltd. adalah bagian dari jaringan perusahaan di bawah AA Holdings Inc., yang 100% sahamnya digenggam oleh Grab Holdings Limited. Pendiri Grab, Anthony Tan Ping Yeow, memiliki 3,7% kepemilikan di AA Holdings Inc.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

Desas-desus mengenai rencana penawaran umum perdana (IPO) Superbank telah menyebar luas, berawal dari tangkapan layar e-IPO yang mengklaim Superbank akan melantai di bursa pada Oktober 2025. Menanggapi spekulasi ini, manajemen Superbank, yang didukung Grup Emtek dan Grab, memilih untuk tidak mengomentari rumor pasar yang belum terverifikasi. Mereka menegaskan bahwa fokus utama perusahaan adalah pada kinerja fundamental, pengembangan solusi inovatif, dan perluasan basis nasabah.

Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan tegas membantah adanya sistem e-IPO ‘bayangan’ dan mengonfirmasi bahwa Superbank tidak sedang melakukan book-building atau offering di sistem resmi e-IPO. Senada, Henan Putihrai Sekuritas juga membantah keterlibatan sebagai penjamin emisi, menyebut informasi yang beredar sebagai hoaks. Kepemilikan Superbank mayoritas dipegang oleh PT Elang Media Visitama (induk Emtek) dan entitas di bawah Grab Holdings Limited.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.