Motor Masih Laris, Mobil Anjlok! Ini Rahasianya

 

Meskipun industri pembiayaan di Indonesia mengalami penurunan tipis 0,75% secara tahunan pada semester pertama 2025, mencapai Rp 264 triliun, sektor pembiayaan sepeda motor justru menunjukkan kinerja yang positif. Hal ini diungkapkan oleh Direktur FIF Group, Daniel Hartono, dalam Astra Media Day, Selasa (23/9).

Pertumbuhan pembiayaan sepeda motor mencapai 1,9%, mencapai angka Rp 58,3 triliun, menjadi penopang utama industri. Lebih lanjut, Daniel menjelaskan bahwa kinerja FIF Group sendiri menunjukkan peningkatan yang signifikan pada sektor ini. Pembiayaan sepeda motor di FIF naik 8,2% secara tahunan di paruh pertama 2025, mencapai Rp 22,8 triliun – atau 96,2% dari total pembiayaan FIF sebesar Rp 23,7 triliun pada periode yang sama.

Melihat tren positif ini, FIF Group menargetkan peningkatan pembiayaan sepeda motor sebesar 4,7% pada akhir 2025, mencapai Rp 49,6 triliun. Daniel menyatakan beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan ini, salah satunya adalah belum meratanya infrastruktur konektivitas di Indonesia, yang menjadikan sepeda motor sebagai pilihan transportasi yang lebih praktis dan efisien bagi masyarakat.

Pergeseran geografis pembiayaan juga menjadi indikator penting. Dahulu, Pulau Jawa mendominasi hingga 60% dari total pembiayaan sepeda motor. Namun, kini kontribusinya turun menjadi 53%, sementara wilayah di luar Pulau Jawa meningkat menjadi 47%. Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan sepeda motor kini mengikuti pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa, yang didorong oleh sektor pertanian, perkebunan, dan pertambangan.

Berdasarkan survei internal FIF Group, terdapat tiga alasan utama masyarakat Indonesia membeli sepeda motor. Alasan pertama dan utama adalah untuk keperluan produktif, seperti pergi bekerja. Kedua, untuk mengantar anak sekolah. Uniknya, alasan ketiga adalah untuk kegiatan rekreasi, yang seringkali berupa kunjungan ke ritel modern seperti Indomaret atau Alfamart. Fenomena ini, menurut Daniel, mencerminkan kondisi infrastruktur dan mobilitas masyarakat Indonesia saat ini.

Ringkasan

Industri pembiayaan sepeda motor di Indonesia tumbuh 1,9% di semester pertama 2025, mencapai Rp 58,3 triliun, berbanding terbalik dengan penurunan tipis 0,75% pada industri pembiayaan secara keseluruhan. FIF Group, sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terbesar, mencatat peningkatan pembiayaan sepeda motor sebesar 8,2% pada periode yang sama, mencapai Rp 22,8 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh infrastruktur konektivitas yang belum merata dan menjadikan sepeda motor sebagai moda transportasi yang praktis.

FIF Group menargetkan pertumbuhan pembiayaan sepeda motor sebesar 4,7% pada akhir 2025. Pergeseran geografis juga terlihat, dengan kontribusi Pulau Jawa menurun menjadi 53% sementara daerah lain meningkat menjadi 47%. Ketiga alasan utama pembelian sepeda motor adalah untuk keperluan produktif (kerja), mengantar anak sekolah, dan rekreasi, yang mencerminkan kondisi infrastruktur dan mobilitas masyarakat Indonesia.

Baca Juga

Tags

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.