Saham Diburu Asing, Ini Target Harga Terbaru MEDC, PTRO & ENRG

 

Rancak Media – , JAKARTA — Saham emiten energi seperti PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (PTRO), dan PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) kompak mencatatkan net buy asing pada perdagangan Senin (22/9/2025). Sejalan dengan itu, ketiga saham konstituen IDXENERGY ditutup di zona hijau.

Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, menilai peluang inflow asing ke depan akan sangat dipengaruhi oleh tren harga minyak global.

“Jika harga minyak dan gas bertahan tinggi, asing bisa masuk lebih agresif karena valuasi dianggap atraktif. Dengan tren batu bara melemah, migas berpotensi jadi motor utama sektor energi,” kata Sukarno kepada Bisnis, Senin (22/9/2025).

: Ekspansi Bisnis MEDC, ENRG dan PTRO Dorong Modal Asing Masuk Saham Migas

Ia merekomendasikan buy dengan target harga MEDC di Rp1.450, ENRG di Rp775, dan PTRO di Rp6.000.

Adapun, IDXENERGY ditutup naik 1,25% ke level 3.321, saat IHSG justru melemah 0,14% ke 8.040. Pada perdagangan hari ini, PTRO naik 3,30% ke Rp5.475 dengan net buy asing Rp49,58 miliar, ENRG menguat 7,14% ke Rp675 dengan net buy Rp23,22 miliar, sedangkan MEDC naik 1,54% ke Rp1.315 dengan net buy Rp4,58 miliar.

: : Petrosea (PTRO) Milik Prajogo Pangestu Akuisisi Perusahaan Singapura SBPL

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menilai ekspansi yang dilakukan emiten migas memberi sentimen positif bagi pasar. Menurutnya, aksi korporasi seperti akuisisi blok migas dengan cadangan dan infrastruktur dasar akan mempercepat monetisasi aset serta menambah pendapatan berulang.

“Ini menjadi nilai tambah, terutama bagi emiten migas yang sebelumnya stagnan atau sangat tergantung pada harga komoditas global,” jelas Ekky.

: : PREMIUM WRAP-UP: Kontrak PTRO, Saham Prajogo Pangestu, hingga Suntikan Tenaga Saham ENRG

Meski begitu, ia menekankan investor asing masih selektif masuk ke saham migas karena fokus pada sektor berorientasi ESG seperti energi terbarukan. Inflow asing ke sektor migas baru akan menguat jika emiten mampu menunjukkan tata kelola baik, efisiensi operasional, dan likuiditas memadai.

“Di luar MEDC, sejumlah emiten migas lain masih perlu membuktikan konsistensi kinerja dan kekuatan fundamental untuk menarik investor global,” tambahnya.

Secara sektoral, IDXENERGY tercatat menguat 23,50% sepanjang tahun ini, didorong emiten konglomerasi dan korporasi migas yang agresif berekspansi.

Contohnya, MEDC baru saja mengakuisisi 45% hak partisipasi sekaligus menjadi operator PSC Sakakemang serta 80% hak partisipasi pada South Sakakemang di Sumatra Selatan. ENRG merampungkan pengeboran sumur Kayuara-20 di Blok Kapar dengan target tambahan produksi 1.000 barel per hari. Sementara PTRO memperluas diversifikasi dengan mengakuisisi Grup Hafar yang bergerak di bidang EPCI dan pelayaran offshore.

“Ke depan, apabila ekspansi ini berhasil memberikan kontribusi nyata ke laporan keuangan, saham migas berpotensi tetap menjadi penopang utama sektor energi,” pungkas Ekky.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.