Merger Garuda-Pelita Air: Rencana Diserahkan ke Danantara!

 

PT Garuda Indonesia telah menyerahkan rencana krusial terkait penggabungan usaha atau merger dengan anak usaha Pertamina, Pelita Air, kepada pemegang sahamnya, Daya Anagata Nusantara (Danantara). Langkah ini menandai babak baru dalam upaya restrukturisasi maskapai pelat merah tersebut.

Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, menegaskan bahwa maskapai akan sepenuhnya mengikuti arahan strategis dari Danantara mengenai langkah monumental ini. Ia menjelaskan, hingga kini proses tersebut masih berada dalam tahap analisis awal yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, di bawah pengawasan dan arahan langsung dari Danantara.

“Pada prinsipnya, kami Garuda Indonesia menyerahkan sepenuhnya wewenang penggabungan dengan Pelita Air ini kepada pemegang saham,” ungkap Reza dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Senin (22/9).

Langkah ini sejalan dengan strategi yang sebelumnya diungkapkan oleh PT Pertamina (Persero), induk Pelita Air. Pertamina berencana melepas atau menggabungkan lini usaha di luar bisnis inti migas dan energi terbarukan, dan penggabungan Pelita Air dengan Garuda Indonesia menjadi bagian dari roadmap tersebut yang sepenuhnya dikendalikan oleh Danantara. Selain itu, Reza juga menambahkan bahwa Garuda tengah memusatkan perhatian pada upaya transformasi komprehensif, termasuk optimalisasi dukungan holder loan yang diberikan oleh Danantara.

Namun, rencana penggabungan dua maskapai ini tidak berjalan mulus tanpa penolakan. Dalam forum yang sama, Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, secara tegas menyampaikan keberatannya terhadap rencana merger Garuda Indonesia dan Pelita Air. Ia khawatir bahwa kualitas layanan Pelita Air yang saat ini dinilai jauh lebih baik, berpotensi rusak jika digabung dengan Garuda.

Mufti Anam bahkan menyatakan bahwa dirinya sudah tidak lagi menaruh kepercayaan kepada Garuda Indonesia. Ia membandingkan pengalamannya secara pribadi, di mana Pelita Air dinilai unggul dalam berbagai aspek, mulai dari ketepatan waktu penerbangan, kualitas pelayanan, hingga sajian makanan di pesawat.

“Saya tidak mau Garuda ‘membajak’ Pelita Air yang sudah bagus, yang pada akhirnya akan rusak karena budaya kerja Garuda. Saya juga membaca bahwa portofolio keuangan Pelita Air sudah tidak lagi membebani Pertamina,” tegas Mufti.

Optimalisasi Aset

Di sisi lain, Danantara memberikan penjelasan mengenai esensi di balik rencana penggabungan dua maskapai pelat merah ini. CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menguraikan bahwa tujuan utama merger adalah untuk mengoptimalkan aset-aset perusahaan milik negara sehingga dapat beroperasi lebih efisien dan produktif.

“Intinya adalah agar lebih efisien, meningkatkan produktivitas, serta mengoptimalkan aset-aset yang ada, baik dari segi jam terbang pesawat, suku cadang, maupun elemen lainnya. Semuanya sedang dievaluasi,” papar Rosan saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (17/9).

Rosan kembali menegaskan bahwa Danantara masih terus mengkaji secara mendalam rencana merger antara Garuda Indonesia dan Pelita Air, dengan visi untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta mencapai optimalisasi aset yang maksimal. “Semuanya sedang dievaluasi,” pungkas Rosan.

Ringkasan

PT Garuda Indonesia telah menyerahkan rencana penggabungan usaha dengan Pelita Air kepada pemegang sahamnya, Daya Anagata Nusantara (Danantara). Direktur Niaga Garuda, Reza Aulia Hakim, menegaskan bahwa maskapai akan sepenuhnya mengikuti arahan Danantara, dengan proses yang masih dalam tahap analisis awal. Langkah ini sejalan dengan strategi Pertamina untuk melepas lini usaha di luar bisnis inti migas dan energi terbarukan.

Rencana merger ini mendapat penolakan dari Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, yang khawatir kualitas layanan Pelita Air akan rusak jika digabung dengan Garuda. Namun, CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan bahwa tujuan utama penggabungan adalah untuk mengoptimalkan aset-aset perusahaan milik negara, meningkatkan efisiensi operasional, dan produktivitas. Danantara masih terus mengkaji secara mendalam rencana merger tersebut.

Baca Juga

Tags

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.