Jangan Terlewat, Penawaran Umum IPO Merdeka Gold (EMAS) Ditutup Hari Ini (19/9)

 

Rancak Media – , JAKARTA – PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) akan segera menutup masa penawaran umum perdana saham (IPO) pada Jumat (19/9/2025). 

Proses penjatahan akan dilakukan pada hari ini, sedangkan distribusi saham secara elektronik dijadwalkan pada 22 September 2025. Adapun, pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 23 September 2025.

Merdeka Gold menawarkan 1,62 miliar saham baru atau setara dengan 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga Rp2.880 per saham. Artinya, potensi dana yang diraih perseroan akan mencapai Rp4,66 triliun. 

Sementara itu, dengan total saham beredar setelah penawaran umum mencapai 16,18 miliar lembar, kapitalisasi pasar EMAS diperkirakan tembus Rp46,6 triliun. 

Kapitalisasi pasar tersebut akan menempatkan EMAS di papan tengah-atas emiten emas BEI. Sebab, kapitalisasinya lebih tinggi dari PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) yang Rp22,10 triliun, PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) senilai Rp13,89 triliun, dan PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) dengan Rp3,85 triliun per Kamis (18/9/2025).

Namun demikian, kapitalisasi EMAS masih berada di bawah PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang mencapai Rp82,19 triliun dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) dengan kapitalisasi pasar atau market cap sebesar Rp78,69 triliun.

: Harga Emas Antam di Pegadaian Turun Hari Ini (19/9), Termurah Rp1.146.000

Sementara itu, kinerja keuangan juga memperlihatkan perbedaan. Antam membukukan laba bersih Rp4,7 triliun pada semester I/2025 dengan indikator price to earnings ratio (PER) hanya 9,2 kali. HRTA meraih laba Rp349 miliar dengan PER 5,9 kali, sedangkan PSAB dan ARCI diperdagangkan dengan PER masing-masing 23,4 kali dan 20,9 kali.

Berdasarkan prospektus, EMAS meraih pendapatan US$1,74 juta pada 2024, tetapi mencatat rugi bersih US$12,7 juta. Bahkan pada kuartal I/2025, perseroan tidak mencatatkan pendapatan dan rugi bersih naik menjadi US$9,21 juta. Dengan catatan ini, valuasi EMAS tidak dapat diukur dengan PER karena basis laba masih negatif.

Berdasarkan riset internal perseroan pada akhir tahun lalu, Proyek Emas Pani diperkirakan memiliki sumber daya mineral sebesar 292,4 juta ton bijih.  

Dari jumlah tersebut, terkandung sekitar 7 juta ounce emas dengan kadar 0,75 gram per ton, serta cadangan bijih sebesar 77,5 juta ton yang mengandung 1,9 juta ounce emas pada kadar 0,78 gram per ton. Umur tambang diproyeksikan hingga 2041.

Di samping itu, Proyek Emas Pani juga dirancang sebagai tambang multidekade dengan kapasitas pemrosesan mencapai 19 juta ton bijih per tahun. 

“Produksi emas pada puncaknya di tahun 2033 diperkirakan akan mencapai 500.000 ounce per tahun, yang memposisikan Proyek Emas Pani sebagai salah satu tambang emas terbesar di Indonesia dan wilayah Asia Pasifik,” tulis manajemen.

Jika dikonversi, 500.000 ounce setara dengan 14.174 kilogram emas. Sebagai perbandingan, ANTM memproduksi emas murni sekitar 1.019 kilogram pada 2024.

Manajemen EMAS menyebutkan bahwa Proyek Pani akan menjadi operasi berbiaya rendah dengan estimasi cash cost di bawah US$800 per ounce dan all-in sustaining cost (AISC) di bawah US$990 per ounce. Dengan level ini, Proyek Pani diperkirakan masuk kuartil teratas kelompok tambang emas dengan biaya terendah secara global.

 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.