
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menggarisbawahi urgensi percepatan investasi sebagai lokomotif pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju level yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Purbaya menekankan bahwa pembangunan ke depan tidak dapat semata-mata bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
“Pertumbuhan ekonomi ini juga akan semakin kokoh ditopang oleh penguatan peran sektor swasta dan Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai sovereign wealth fund,” jelas Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Rabu (10/9).
Purbaya optimistis kontribusi investasi dari Danantara akan menunjukkan peningkatan signifikan hingga tahun 2029, selaras dengan penguatan peran sektor swasta. Ia menjelaskan, Danantara akan memfokuskan investasinya pada sektor-sektor produktif dengan nilai tambah tinggi, yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Pemerintah, melalui instrumen APBN, juga berkomitmen kuat untuk terus hadir sebagai katalisator, memfasilitasi dan menggerakkan partisipasi aktif sektor swasta dalam pembangunan,” tegasnya.
Baca juga:
- Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi RI Tumbuh 8% dalam Jangka Menengah, Ini Penopangnya
- APP Group Pertimbangkan Masuk Pasar Karbon
- Investor Singapura Bakal Caplok Mitra Adiperkasa (MAPI), Harga Sahamnya Melesat
Selain itu, komitmen APBN terhadap pembangunan infrastruktur krusial akan terus berlanjut, khususnya pada proyek-proyek prioritas yang terbukti memiliki daya ungkit signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi nasional. Proyek-proyek ini meliputi sektor perumahan, infrastruktur vital pendukung ketahanan pangan dan energi, serta peningkatan sarana prasarana pendidikan dan kesehatan.
33 Proyek Strategis
Sebagai respons, Danantara telah menyiapkan sejumlah 33 proyek strategis yang siap dieksekusi dalam waktu dekat. Salah satu inisiatif krusial adalah pengembangan proyek Waste-to-Energy (WtE), sebuah solusi inovatif pengolahan sampah menjadi sumber energi.
“Menurut Ketua Badan Pelaksana Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur implementasi proyek WtE telah rampung, membuka jalan bagi percepatan proses tendernya,” ujarnya dalam rapat di DPR, Kamis (4/9).
Rosan menambahkan, beberapa wilayah strategis sudah menyatakan kesiapan untuk memulai proses tender, termasuk Jakarta, Bandung, Bali, Semarang, Surabaya, Makassar, dan sejumlah daerah potensial lainnya. “Kami berkomitmen penuh untuk melaksanakan proses tender ini secara terbuka dan transparan demi akuntabilitas publik,” tegas Rosan.
Ringkasan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya investasi, khususnya dari sektor swasta dan Danantara (Daya Anagata Nusantara), untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan APBN. Danantara akan fokus pada sektor produktif bernilai tambah tinggi untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan.
APBN akan berperan sebagai katalisator untuk partisipasi aktif sektor swasta dalam pembangunan, terutama pada proyek infrastruktur penting seperti perumahan, ketahanan pangan dan energi, serta pendidikan dan kesehatan. Danantara menyiapkan 33 proyek strategis, termasuk Waste-to-Energy (WtE), dimana peraturan pemerintahnya telah rampung dan siap ditender di beberapa wilayah.
