Airlangga Hartarto: Pelemahan Rupiah & IHSG Pasca Pergantian Menkeu Sementara

 

Pelemahan nilai tukar rupiah dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasca pelantikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dinilai Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai fenomena jangka pendek. Di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/9), Airlangga menyebutnya sebagai sentimen pasar sementara. “Ini kan temporary (sementara),” tegasnya.

Ia mencontohkan situasi serupa yang terjadi saat peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada 24 Februari lalu. Pasar sempat mengalami penurunan, namun kemudian pulih kembali. Airlangga optimistis hal yang sama akan terjadi kali ini, mengingat fundamental ekonomi nasional yang tetap kuat dan progresif. “Ini mirip pada saat Danantara diluncurkan, turun sebentar kemudian naik lagi,” ujarnya.

Pergantian Menkeu, menurut Airlangga, tidak menimbulkan kekhawatiran di pemerintahan. “Pemerintah selalu optimis,” tambahnya, menekankan keyakinan akan pemulihan pasar.

Sementara itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana untuk memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia (BI). Tujuannya, agar kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras dan tidak membebani sektor perbankan. Purbaya, yang juga Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) 2020-2025, mengatakan telah berkoordinasi dengan Deputi Senior BI, Destry Damayanti, untuk merumuskan langkah strategis.

“Dengan izin presiden kami akan mengambil langkah yang perlu supaya likuiditas masyarakat kita akan meningkat signifikan ke depan,” jelasnya. Ia memastikan tidak akan menerapkan kebijakan fiskal yang ekstrem, menginginkan sistem keuangan yang lebih fleksibel untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan percepatan program pemerintah. “Yang jelas kami tidak akan ambil kebijakan fiskal yang aneh-aneh,” tegas Purbaya.

Sebagai catatan, penutupan perdagangan Selasa (9/9) mencatat IHSG melemah 138,24 poin atau 1,78%, berada di level 7.628. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga melemah 185 poin (1,13%) pada pembukaan perdagangan hari itu, mencapai 16.495 per dolar AS dari posisi sebelumnya 16.310 per dolar AS.

Baca juga:

  • 4 Langkah Menkeu Purbaya Hadapi Tantangan Ekonomi Global dan Domestik

Ringkasan

Menko Airlangga Hartarto menilai pelemahan rupiah dan IHSG pasca pergantian Menkeu sebagai fenomena sementara dan hanya sentimen pasar. Ia optimistis pasar akan pulih mengingat fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, mencontohkan situasi serupa saat peluncuran Danantara. Pemerintah tetap optimistis dan tidak khawatir dengan pergantian Menkeu.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berencana memperkuat sinergi dengan BI untuk menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter, menghindari beban pada sektor perbankan. Ia memastikan tidak akan menerapkan kebijakan fiskal ekstrem dan akan fokus pada sistem keuangan yang lebih fleksibel untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Purbaya juga menargetkan peningkatan likuiditas masyarakat.

Baca Juga

Tags

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.