IHSG Merosot, Saham Bank Mandiri, BCA, BRI Ikut Terkapar!

 

Rancak Media – , JAKARTA – Saham-saham perbankan terkemuka terpantau “parkir” di zona merah pada penutupan perdagangan Jumat (29/8/2025). Kondisi ini terjadi kala Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan, dipicu oleh aksi demonstrasi di sejumlah titik strategis di Daerah Khusus Jakarta.

IHSG sendiri tercatat ambrol tajam, melemah 1,53% ke level 7.830,49. Sepanjang hari perdagangan tersebut, indeks komposit menunjukkan volatilitas, bergerak di rentang terendah 7.765,59 hingga sempat menyentuh level tertingginya di 7.913,86. Gambaran pasar kian suram dengan hanya 122 saham yang menguat, berbanding terbalik dengan 610 saham yang ambrol, dan 70 saham stagnan. Akibatnya, kapitalisasi pasar atau market cap Bursa Efek Indonesia menyusut hingga Rp14.211 triliun.

: Dua Tantangan Utama Perbankan RI di Paruh Kedua 2025, Apa Saja?

Pelemahan ini tak luput menyeret kinerja saham bank-bank berkapitalisasi pasar besar, atau yang sering disebut sebagai big banks. Bank Central Asia (BBCA) tercatat mengalami penurunan terbesar di antara bank-bank besar lainnya, anjlok 3% ke level 8.075 per saham, setelah dibuka pada posisi 8.250. Saham bank swasta terbesar di Indonesia ini diperdagangkan masif dengan volume 2,36 juta lembar dan nilai transaksi mencapai Rp1,93 triliun. Dalam sepekan terakhir, BBCA telah melemah sebesar 4,44%.

: : PPATK Gaet Perbankan Pantau Transaksi Keuangan Mencurigakan terkait MBG

Bank Central Asia Tbk. – TradingView

Tak hanya BBCA, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turut merasakan dampak pelemahan pasar. Saham BBRI ditutup melemah 2,17% pada level 4.050 per saham. Dibuka di angka 4.100, saham ini ditransaksikan sebanyak 2,17 juta lembar dengan nilai total Rp882,53 miliar. Sepanjang hari, pergerakan saham bank yang dikenal sebagai spesialis sektor usaha “wong cilik” ini berada di rentang 4.020 hingga 4.120 per saham. Selama sepekan terakhir, BBRI mencatatkan pelemahan sebesar 1,22%.

: : Perbankan Dinilai Lambat Pangkas Bunga usai BI Rate Turun, Likuiditas jadi Alasan

Sementara itu, Bank Negara Indonesia (BBNI) juga mengakhiri perdagangan di zona merah, terkoreksi 1,79% ke level 4.380 per saham dari harga pembukaan 4.440. Saham BBNI sempat menyentuh titik tertinggi harian di 4.460 per saham dengan nilai transaksi Rp267,13 miliar. Senada, Bank Mandiri (BMRI), bank besar lainnya dengan ciri khas logo pita emas, juga mengalami pelemahan sebesar 0,84%. BMRI ditutup di level 4.730 per saham setelah dibuka pada 4.720, bergerak di rentang 4.660 hingga 4.750 per saham dengan total transaksi Rp830,19 miliar.

Dampak pelemahan pasar turut merambah saham perbankan lainnya. Bank CIMB Niaga (BNGA) dan Bank Syariah Indonesia (BRIS) masing-masing ditutup melemah 1,16% dan 1,09%. BNGA kini berada pada level 1.700 per saham, sementara BRIS parkir di level 2.710 per saham. Jika melihat performa mingguan, BNGA telah melemah 1,45% dan BRIS turun 0,73%.

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. – TradingView

Menanggapi gejolak pasar saham ini, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa fundamental pasar modal Indonesia tetap kokoh. “Kalau dari otoritas bursa, kami melihat fundamental pasar saham kita masih kuat. Kalau ada koreksi teknikal itu wajar,” ujar Jeffrey di Jakarta, Jumat (29/8/2025). Dia menambahkan, BEI tidak memiliki rencana untuk melakukan penyesuaian aturan terkait dinamika pasar ini, memastikan seluruh aspek pengawasan dan operasional bursa berjalan sesuai jalurnya.

Jeffrey juga menekankan pentingnya investor untuk tetap bersikap rasional dalam mengambil keputusan investasi. Hal ini vital agar gejolak jangka pendek yang terjadi tidak menimbulkan kepanikan berlebihan di kalangan pelaku pasar, menjaga stabilitas di tengah fluktuasi.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam 1,53% ke level 7.830,49 pada penutupan perdagangan Jumat (29/8/2025), dipicu aksi demonstrasi di Jakarta. Kondisi ini menyebabkan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menyusut hingga Rp14.211 triliun dan menyeret kinerja saham-saham perbankan terkemuka. Bank Central Asia (BBCA) anjlok 3%, menjadi penurunan terbesar di antara bank besar, diikuti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang melemah 2,17%, Bank Negara Indonesia (BBNI) 1,79%, dan Bank Mandiri (BMRI) 0,84%.

Pelemahan ini juga merambah saham Bank CIMB Niaga (BNGA) dan Bank Syariah Indonesia (BRIS) yang masing-masing terkoreksi 1,16% dan 1,09%. Menanggapi gejolak pasar, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa fundamental pasar modal Indonesia tetap kokoh. Ia menambahkan bahwa koreksi teknikal adalah wajar dan BEI tidak memiliki rencana penyesuaian aturan, serta mengimbau investor untuk tetap bersikap rasional.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.