
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan pertama Jumat (22/8) dengan sedikit koreksi. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini tercatat turun tipis 0,03% atau setara 2,30 poin, mengakhiri perdagangan di level 7.888.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan dinamika pasar yang signifikan. Sepanjang sesi siang ini, volume transaksi perdagangan mencapai 21,37 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1,15 juta kali. Adapun total nilai transaksi pada periode tersebut tercatat sebesar Rp 7,86 triliun, menopang kapitalisasi pasar yang kini berada di angka Rp 14.203 triliun.
Meskipun IHSG menunjukkan pelemahan, sejumlah emiten berhasil mencatatkan lonjakan harga saham yang impresif. Saham PT Wir Asia Tbk (WIRG) melonjak tajam 21,24% atau 41 poin, menutup di level 234. Tak kalah memukau, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) meroket 19,28% atau 295 poin ke level 1.825. Sementara itu, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) turut mengalami kenaikan signifikan 27,50% hingga mencapai level 102.
Sejalan dengan koreksi minor IHSG, empat dari sebelas sektor menunjukkan pergerakan di zona merah. Sektor kesehatan menjadi salah satu yang terdampak, terkoreksi sebesar 0,38%. Beberapa saham besar di sektor ini mengalami tekanan, seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang turun 3,90% atau 55 poin ke level 1.355, serta PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) yang melemah 1,26% atau 30 poin ke level 2.360. Di sisi lain, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) terpantau stagnan pada level 540.
Secara sektoral, kelompok saham keuangan menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 0,35% pada sesi siang ini. Namun, menariknya, saham-saham perbankan dengan kapitalisasi pasar besar justru mengalami penurunan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat turun 0,58% atau 50 poin ke level 8.500, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang terkoreksi 0,96% atau 40 poin ke level 4.110. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga mengalami penurunan tipis 0,22% atau 10 poin ke level 4.480, sementara PT Bank Mandiri Tbk bertahan di posisi Rp 4.900.
Dari perspektif nilai perdagangan, PT Wir Asia Tbk (WIRG) menjadi primadona dengan transaksi mencapai Rp 607,56 miliar. Posisi kedua ditempati oleh PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) dengan nilai transaksi Rp 509,55 miliar. Selanjutnya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat Rp 323,61 miliar, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebesar Rp 227,98 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang diperdagangkan senilai Rp 225,38 miliar.
Berikut adalah daftar saham top gainer pada perdagangan sesi pertama hari ini:
- PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) naik 34,78% ke level 248
- PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) naik 27,50% ke level 102
- PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) naik 24,64% ke level 172
- PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) naik 24,56% ke level 1.065
- PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) naik 24% ke level 372
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 0,03% menjadi 7.888 pada penutupan sesi perdagangan pertama Jumat (22/8). Meskipun demikian, sejumlah emiten berhasil mencatatkan lonjakan harga saham yang impresif. PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) meroket 19,28%, diikuti PT Wir Asia Tbk (WIRG) melonjak 21,24% dan PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) naik 27,50%. Total nilai transaksi pasar tercatat sebesar Rp 7,86 triliun.
Empat dari sebelas sektor menunjukkan pergerakan di zona merah, termasuk sektor kesehatan yang terkoreksi 0,38%. Menariknya, meskipun sektor keuangan tumbuh positif, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) justru mengalami penurunan. Saham WIRG dan COIN juga menjadi primadona dalam hal nilai transaksi, memimpin daftar saham dengan nilai perdagangan tertinggi.
