Advertisement

Dunia Virtual Metaverse yang Dikembangkan Perusahaan Teknologi

Rancakmedia.com – Lompatan berikutnya dalam teknologi internet dunia virtual metaverse, saat ini sedang dipersiapkan untuk dunia. Investor telah menempatkan miliaran dolar untuk pengembangan teknologi ini.

Perusahaan raksasa yang beroperasi di media sosial, game, dan industri mata uang kripto juga berusaha mewujudkannya.

Facebook, misalnya, mengatakan telah mempekerjakan ribuan insinyur di Eropa untuk membangun grup metaverse dalam bisnis Reality Labs-nya. Di Indonesia, istilah ini juga sering diperdebatkan. Ketika ditanya tentang metaverse, Presiden Jokowi menyebutkan, “Saya pernah mendengarnya.” Namun, apa sebenarnya metaverse itu?

Definisi Dunia Virtual Metaverse

Ilmuwan komputer tidak menciptakan istilah “metaverse”. Istilah ini awalnya disebutkan dalam buku berjudul Snow Crash yang ditulis oleh Neal Stephenson dan dirilis pada tahun 1992. Karena teknologi ini masih dalam pengembangan, hingga saat ini belum ada definisi yang seragam tentang metaverse.

Namun, kita dapat memahami gambaran metaverse melalui pendapat dan aspirasi para teknolog. Misalnya, Mark Zuckerberg menyebut metaverse sebagai dunia virtual di mana kita dapat berinteraksi dengan orang lain bahkan jika kita tidak secara fisik berada di sana.

Tim Sweeney, CEO dan pendiri Epic Games, menyebut metaverse sebagai media sosial tiga dimensi yang dapat diakses secara real-time. Kami dapat membuat dan mendistribusikan materi virtual melalui berbagai media.

Berbeda dengan visi CEO Newzoo, Peter Warman, yang memandang metaverse sebagai ranah yang memungkinkan kita menjadi kreator, pemain, dan penonton sekaligus.

Dengan tingkat partisipasi yang begitu tinggi, metaverse akan menjadi tempat yang sangat diinginkan untuk bisnis. Menurut pendiri Open Metaverse Jesse Alton, metaverse tidak akan bergantung pada teknologi satu perusahaan melainkan visi teknologi terkait yang dibuat oleh banyak perusahaan berbeda.

Ada orang yang percaya bahwa pertemuan virtual akan berubah dari kamera dua dimensi menjadi lingkungan tiga dimensi dengan avatar digital dalam waktu yang lebih singkat daripada pendiri Microsoft Bill Gates.

Apa yang Dapat Kita Lakukan di Dunia Virtual Metaverse

Karena pada dasarnya metaverse adalah representasi virtual dari dunia kita, hampir semua aktivitas di dunia nyata dapat kita lakukan di metaverse seperti menghadiri konser virtual, makan di restoran, melakukan perjalanan online hingga membeli dan mencoba barang digital.

Seperti yang didirikan oleh Bill Gates, metaverse juga memungkinkan kita untuk mengadakan pertemuan, sekolah, dan bekerja sama secara digital. Facebook bahkan telah merilis perangkat lunak pertemuan online untuk perusahaan yang disebut Horizon Workrooms. Headset Oculus VR diperlukan untuk rapat virtual.

Meskipun hampir semua infrastruktur yang memungkinkan metaverse dapat diakses, seperti internet super cepat dan headset VR, Mark Zuckerberg memperkirakan bahwa teknologi ini hanya akan ada di mana-mana dalam 10 tahun ke depan. Pada saat itu, semua aspek penting dari metaverse dapat dialami oleh penggunanya.

Ekosistem Dunia Virtual Metaverse dan Perusahaan Pengembangannya

Untuk lebih memahami metaverse, Newzoo, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam memberikan informasi dan penelitian sektor game, menghasilkan grafik menarik dari ekosistem metaverse yang diklasifikasikan ke dalam kategori yang berbeda.

Dengan memahami ekosistem ini, kita dapat mengetahui perusahaan apa yang mengembangkan metaverse dan tempat mereka dalam teknologi ini. Berikut daftarnya:

Metaverse Gateway

Gateway metaverse adalah fokus dari banyak bisnis. Kami tidak dapat memasuki metaverse tanpa gerbang virtual ini. Contoh perusahaan yang mengembangkan gateway metaverse termasuk ROBLOX dan VRChat serta GTA Online dan Fortnite.

Avatar atau Identitas Virtual

Di metaverse, Avatar adalah juru bicara kami. Jika Anda tertarik untuk membuat avatar metaverse Anda sendiri, Anda dapat melakukannya melalui sejumlah perusahaan yang berspesialisasi dalam pengembangan karakter metaverse, termasuk Avatar SDK, The Fabricant, dan Tafi.

User Interface dan Immersion

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, di metaverse kita bisa melakukan berbagai hal seperti bertemu teman atau mengadakan pertemuan secara elektronik. Di metaverse, perusahaan teknologi seperti Microsoft HoloLens, Samsung, Apple, dan HP sedang berkembang untuk menciptakan perspektif dunia maya bagi konsumen.

Ekonomi

Metaverse juga memungkinkan kita untuk melakukan operasi ekonomi seperti perdagangan jual beli. Ada beberapa subkategori dalam kategori ekonomi, terutama pengembang akun virtual seperti PayPal dan WeChat Pay, dompet kripto seperti Metamask, Venly dan pasar seperti Open Sea, DMarket, Venly Market, Elixir. Kategori seperti Forte, Pavillion, Ultra, dan lainnya juga termasuk dalam payung NFT/blockchain.

Infrastruktur

Infrastruktur adalah kategori yang berisi banyak subkategori termasuk Cloud, skalabilitas dan hosting, visualisasi dan kembar digital, Kecerdasan Buatan, Infra terdesentralisasi, Adtech dan Konektivitas. Perusahaan yang termasuk dalam kategori ini termasuk Google Cloud, Nvidia, Akamai, dan Ericsson.

Kesimpulan

Dunia Virtual yang Dibuat oleh Perusahaan Teknologi: Temui Metaverse. Investor telah menempatkan miliaran dolar untuk pengembangan teknologi ini. Facebook telah mempekerjakan ribuan insinyur di Eropa untuk membangun grup metaverse.

Di Indonesia, Presiden Jokowi menyebut, “Saya pernah mendengarnya.” Di metaverse, Avatar adalah juru bicara kami dan headset VR diperlukan untuk rapat virtual. Facebook bahkan telah merilis perangkat lunak pertemuan online untuk perusahaan yang disebut Horizon Workrooms.

Mark Zuckerberg memperkirakan bahwa teknologi ini hanya akan ada di mana-mana dalam 10 tahun ke depan. Newzoo menghasilkan grafik ekosistem yang menarik yang mengklasifikasikan berbagai kategori.

Related Articles

Back to top button