Bisnis Pinjaman Uang di E-commerce

Rancakmedia.com – Toko online (e-commerce) adalah industri yang berkembang pesat dalam ekonomi digital. E-commerce meningkat pesat karena internet dan telepon seluler menjadi lebih murah yang memudahkan konsumen untuk berbelanja.

Untuk memikat konsumen, Bisnis Pinjaman Uang E-commerce menyediakan layanan diskon dan rabat hingga pembayaran digital. Tren saat ini adalah penawaran pinjaman online.

Salah satunya Lazada. E-commerce milik Alibaba ini bertujuan untuk meningkatkan layanan perbankan bagi konsumen. Kampanye ini bertepatan dengan ulang tahun ke-7 Lazada.

CEO Lazada Pierre Poignant menyatakan layanan keuangan dapat menjadi bagian dari masa depan perusahaan. Lazada telah menginvestasikan banyak upaya ke dalam layanan keuangan.

“Langkah selanjutnya adalah pembiayaan, pengembalian yang lebih besar ke dompet kami, jadi kami akan terus membelanjakan di area itu,” kata Pierre Poignant seperti dikutip CNBC International, Rabu (27/3/2019).

Tahun lalu, Lazada menggandeng fintech usaha kecil, Finaxar, untuk memberikan pinjaman kepada mitra UMKM di marketplace. Pierre Poignant mengatakan langkah selanjutnya mungkin adalah solusi pembiayaan tambahan untuk membuat pinjaman lebih efisien.

🔥TRENDING:  Kementerian Koperasi dan UKM Tingkatkan Subsektor

Pinjaman Uang di E-commerce

“Dengan data tersebut, kita bisa mengevaluasi pinjaman dengan lebih akurat. Jadi saya percaya, dalam arti tertentu, masa depan akan lebih efisien, lebih cepat dan lebih besar, itu salah satu bagiannya,” tambah Poignant.

“Bagian kedua, kami akan mengkaji sumber-sumber pembiayaan alternatif. Misalnya, sesuatu yang sangat menjanjikan, saya yakin, adalah pembiayaan perdagangan lintas batas yang juga akan kita lihat.”

Selain Lazada, e-commerce Bukalapak juga sudah memasuki online lending. Baru-baru ini memperkenalkan layanan Modal Mitra. Merupakan layanan peminjaman untuk pemilik toko dengan dana maksimal Rp 10 juta.

Dalam layanan ini, Bukalapak bekerja sama dengan tiga fintech peer-to-peer lending, yakni Amartha, Modalku, dan TreeDana.

Sigit Suryawan, Associate Vice President Financing Solution Bukalapak, mengatakan inisiatif ini memudahkan perusahaan kecil untuk memodernisasi dan membantu pemilik toko yang memiliki modal terbatas untuk membeli produk secara tunai.

🔥TRENDING:  Kembangkan Nilai Digital BNI dan Semen Indonesia

“Modal mitra ini dapat dimanfaatkan oleh pemilik lapak sebagai modal tambahan untuk membeli produk yang dibutuhkan untuk menjual lapak sehingga kuantitas dan ragam barang yang ditawarkan lebih bervariasi,” ujarnya dalam siaran pers yang diperoleh CNBC Indonesia, Senin (25/3). 2019).

Tokopedia pun tak mau ketinggalan. E-commerce yang didirikan William Tanuwijaya baru-baru ini meluncurkan layanan Pinjaman Dana Instan. Produk ini bekerja sama dengan KoinWork dan Dana Pintar dengan tingkat bunga 0,8 persen per bulan.

Kesimpulan Mengenai Bisnis Pinjaman Uang di E-commerce:

Lazada bergabung dengan Finaxar tahun lalu untuk memberikan pinjaman kepada mitra UMKM di marketplace. CEO Pierre Poignant menyatakan layanan keuangan mungkin menjadi bagian dari masa depan perusahaan. Bukalapsa bermitra dengan tiga fintech peer-to-peer lending, yakni Amartha, Modalku, dan TreeDana. Merupakan layanan peminjaman untuk pemilik toko dengan dana maksimal Rp 10 juta.

Back to top button