TRIBUNWOW.COM – FIFA Puskas Award, sebuah perhelatan bergengsi yang memberikan apresiasi atas gol-gol terindah yang tercipta setiap tahunnya, tanpa memandang batasan liga, kejuaraan, atau kewarganegaraan pemain. Penghargaan ini menjadi simbol pengakuan atas keindahan dan kreativitas dalam dunia sepak bola.
Kini, nama kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, turut menghiasi daftar nominasi Puskas Award. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi pemain muda berbakat ini.
Namun, tahukah Anda bahwa sebelum Rizky Ridho, ada seorang pesepak bola ASEAN yang tidak hanya masuk nominasi, tetapi juga berhasil meraih gelar juara Puskas Award 2016?
Dialah Mohd Faiz Subri, seorang gelandang serang yang dulunya menjadi andalan klub FA Penang. Namanya mungkin tidak sefamiliar bintang-bintang sepak bola dunia lainnya, namun prestasinya sungguh luar biasa.
Keberhasilan Mohd Faiz Subri meraih Puskas Award tak lepas dari gol freekick spektakulernya saat melawan Pahang pada 16 Februari 2016. Bagaimana tidak? Bola hasil tendangannya melengkung dengan indahnya, mengecoh kiper lawan, dan menghujam deras ke pojok gawang. Gol ini benar-benar memukau dunia.
Bahkan, gol ajaib Mohd Faiz Subri berhasil mengungguli gol-gol dari pemain sekaliber Lionel Messi dan Neymar yang saat itu juga masuk dalam daftar nominasi. Sebuah pencapaian yang sangat membanggakan!
Mari kita mengenal lebih dekat sosok Mohd Faiz Subri, pemain ASEAN pertama yang berhasil meraih Puskas Award 2016.
Mengenal Sosok Mohd Faiz Subri
Mohd Faiz Subri adalah pesepak bola profesional kelahiran Malaysia, tepatnya pada 8 November 1987.
Meskipun perjalanan karier klubnya hanya mencatatkan dua nama, FA Penang dan Kelantan FA, namun salah satu gol yang ia ciptakan bersama FA Penang mampu mengantarkannya meraih penghargaan tertinggi, Puskas Award 2016.
Pria yang kini berusia 36 tahun ini memulai kariernya sejak tahun 2006 dengan bergabung bersama klub pemuda Kedah FA selama tiga tahun.
Transfer pertamanya terjadi pada 1 Juli 2009, saat ia bergabung dengan Tambun Tulang.
Sepanjang kariernya, Mohd Faiz Subri telah mengalami delapan kali perpindahan klub, sebelum akhirnya memilih untuk berstatus tanpa klub sejak musim 2022/2023.
Beberapa klub yang pernah dibela oleh pemain dengan tinggi badan 169 cm ini antara lain Tambun Tulang, Perlis FA, T-Team FC, Kelantan FA, Terengganu, FA Penang, Northerm Lions, dan Penang FC.
Catatan statistik terbaiknya diraih saat membela FA Penang, dengan 34 pertandingan, 2 gol, 2 assist, dan 1.215 menit bermain selama lima musim.
Berikut profil lengkap Mohd Faiz Subri, seperti yang dikutip TribunWow.com dari laman resmi Transfermarkt.co.id.
Profil Mohd Faiz Subri
Nama di negara asal: Mohd Faiz bin Subri
Tanggal lahir / umur: 8 November 1987 (36 tahun)
Tempat kelahiran: Air Hitam, Kedah, Malaysia
Tinggi: 1,69 m
Kewarganegaraan: Malaysia
Posisi: Gelandang – Gel. Serang
Kaki dominan: Kanan
Klub saat ini: Tanpa Klub
Bergabung: 1 Januari 2023
Kontrak berakhir: –
Data Statistik Permainan Berdasarkan Klub
FA Penang: 34 pertandingan, 2 gol, 2 assist, dan 1.215 menit bermain.
Kelantan FA: 1 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 45 menit bermain.
Data Statistik Permainan Berdasarkan Kompetisi
Super League
– Musim (16/17): 20 pertandingan, 2 gol, 1 assist, dan 852 menit bermain.
– Musim (21/22): 9 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 159 menit bermain.
Piala FA
– Musim (16/17): 2 pertandingan, 0 gol, 1 assist, dan 116 menit bermain.
– Musim (21/22): 2 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 50 menit bermain.
AFC Cup (12/13): 1 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 45 menit bermain.
Piala Malaysia (21/22): 1 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 38 menit bermain.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Mareta Galuh Ayuningtyas)
Summary
The FIFA Puskas Award celebrates the most spectacular goals annually, and Persija Jakarta captain Rizky Ridho is currently nominated for this prestigious recognition. Before Ridho, an ASEAN player, Mohd Faiz Subri from Malaysia, notably won the Puskas Award in 2016.
Subri, a former attacking midfielder for FA Penang, earned the award for a stunning free-kick goal against Pahang on February 16, 2016. His incredible curving shot, which baffled the goalkeeper, remarkably surpassed nominations from football icons Lionel Messi and Neymar, making him the first ASEAN player to achieve such a global honor.
