Pakar Malaysia Sebut Kalah 0-11 dari Skuad Lapis Kedua Kroasia Tak Bisa Diterima

 

Rancak Media Timnas U-17 Malaysia harus menerima banyak kritik dan kecaman setelah dibantai 0-11 oleh Timnas U-17 Kroasia dalam pertandingan persahabatan.

Pertandingan tersebut merupakan bagian dari persiapan Timnas U-17 Malaysia menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-17 2026.

Kritik dari para penggemar cukup beralasan mengingat Kroasia hanya menurunkan skuad lapis kedua melawan Malaysia.

Sedangkan skuad utama Kroasia saat ini tengah berlaga di Piala Dunia U-17 2025 di Qatar, yang juga diikuti Timnas U-17 Indonesia.

Momen Bantai Timnas U-17 Indonesia 3 Tahun Lalu Jadi Motivasi Malaysia usai Dihajar Kroasia 0-11

Kekalahan telak dari Kroasia menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan penggemar hingga pakar sepak bola Malaysia.

Termasuk pertanyaan seputar sistem pembinaan sepak bola Negeri Jiran hingga tim muda mereka bisa kebobolan 11 gol.

Malaysia sejatinya sudah memiliki program pembinaan tingkat nasional yang disebut Program Pengembangan Sepak Bola Nasional (NFDP).

Faktanya, infrastruktur dan fasilitas pelatihan senilai jutaan ringgit di Akademi Sepak Bola Mokhtar Dahari (AMD) di Gambang, Pahang menjadi bukti betapa seriusnya Malaysia dalam mengembangkan bakat muda.

Tidak berhenti di situ, banyak pula akademi bertaraf nasional yang dibangun oleh klub-klub lokal seperti Akademi Sepak Bola Johor Darul Ta’zim (JDT).

Belum lagi ribuan akademi lain di seluruh pelosok Malaysia yang tumbuh subur bak jamur setelah hujan.

Terlepas dari masalah yang terjadi di sistem pembinaan, kekalahan 0-11 dari Kroasia perlu ditanggapi serius oleh semua pihak.

Terutama federasi selaku pemangku kepentingan utama dalam perkembangan sepak bola Malaysia saat ini.

Pakar sepak bola Dr Zulakbal Abdul Karim menilai hasil 0-11 mengungkap masalah yang lebih mendalam dalam sistem pembinaan usia muda Malaysia.

Menurutnya, kekalahan memalukan dengan skor sebesar itu tidak bisa diterima.

Piala Dunia U-17 2025 – Koleksi 4 Poin, Nasib Negara Ini Lebih Nyesek dari Timnas U-17 Indonesia

“Kekalahan yang memalukan ini tidak dapat diterima,” kata Zulakbal, dikutip SuperBall.id dari Nst.com.my.

“Ini menunjukkan bahwa pembangunan kita telah gagal, dan segala sesuatunya harus segera diperbaiki untuk menghindari kegagalan lebih lanjut.”

“Kalau kualitas kita begini, saya rasa kita tidak akan bisa tampil bagus di Kualifikasi Piala Asia U-17.”

“Semangat para pemain pasti sedang rendah setelah kalah 0-11, dan waktunya sudah singkat untuk membangun kembali kepercayaan diri mereka.”

“Saya jadi bertanya-tanya, apa gunanya pemusatan latihan di Kroasia kalau para pemainnya saja belum siap bermain di level ini?”

“Kekalahan besar sebelum tugas besar adalah tanda jelas bahwa segala sesuatunya tidak dikelola dengan baik,” tambahnya.

Kualifikasi Piala Asia U-17 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22-30 November 2025 dan diikuti oleh 38 tim peserta.

Malaysia tergabung di Grup C bersama tuan rumah Vietnam, Singapura, Hong Kong, Kepulauan Mariana Utara, dan Makau.

Mereka bakal memulai perjalanan di Kualifikasi Piala Asia U-17 2026 melawan Kepulauan Mariana Utara pada 22 November.

Hanya tujuh juara grup yang akan lolos ke Piala Asia U-17 2026 yang berlangsung di Arab Saudi pada 7-24 Mei tahun depan.

Baca Juga

Rancak

Saya seorang penulis konten dengan pengalaman di bidang SEO, teknologi, dan keuangan. Saya berspesialisasi dalam membuat konten yang menarik dan ramah mesin telusur yang membantu mengarahkan lebih banyak lalu lintas ke situs web. Saya telah membantu banyak klien mencapai tujuan mereka untuk meningkatkan visibilitas mereka secara online, meningkatkan peringkat situs web mereka di mesin telusur, dan membuat konten menarik yang mendorong jumlah pembaca.