jpnn.com – SAMARINDA – Borneo FC Samarinda menjadi fenomena tersendiri di Super League musim ini.
Setelah sepuluh kali pertandingan, Pesut Etam -julukan Borneo FC, selalu menang.
Di awal musim, banyak yang menganggap itu biasa, karena Borneo FC tim dengan pemain-pemain berkualitas dan belum menjumpai lawan sepadan (tim besar).
Namun, setelah menghantam PSIM Yogyakarta saat bertandang, Borneo FC makin menakutkan.
Borneo FC Membuat Semen Padang Seperti Tak Bisa Bermain Bola
flashscore
Borneo FC memamerkan permainan yang seimbang. Kuat bertahan, tajam saat menyerang.
Persija dan Dewa United pun ikut menjadi korban.
Komposisi pemain Borneo FC bisa dibilang paling seimbang di Super League musim ini.
Borneo FC Membantai Dewa United 4-0, Puncak Klasemen Dingin
Nyaris seluruh pemain asing Borneo FC sudah menunjukkan fungsinya, tak ada masalah, tidak seperti sejumlah pemain di tim lain yang bikin fan kesal.
Pemain seperti Mariano Peralta, Juan Villa, Joel Vinicius, Kei Hirose, Caxambu, Christophe Nduwarugira, dan Maicon Souza sudah menunjukkan kualitas.
Pilar lokal seperti Rivaldo Pakpahan, Fajar Fathur Rahman, Nadeo Argawinata, dan Komang Teguh, juga belum pernah mengecewakan sejauh ini.
Borneo FC Samarinda Membuat Persija Mati Kutu
Semua menyatu di tangan Pelatih Fabio Lefundes, yang baru masuk musim ini, hijrah dari Persita Tangerang.
PSM Makassar Vs Persebaya, Persib Vs Borneo FC, dan Persita Vs Semen Padang Ditunda
Lefundes sejuah ini berhasil meracik Borneo FC menjadi tim dengan beragam taktik situasional di lapangan.
“Yang paling penting ialah kami bisa konsisten dan berusaha meraih kemenangan,” ujar Lefundes.
“Namun, ya, bagus jika ada rekor. Artinya, tim bekerja dengan sangat bagus,” imbuhnya.
Konon sepuluh kemenangan beruntun milik Borneo FC merupakan yang terpanjang dalam sejarah liga Indonesia. (jpnn/bfc)
Klasemen Super League dan Jadwal Pekan ke-13

ileague
