
Rancak Media Ayah mendiang pembalap MotoGP Marco Simoncelli, Paolo Simoncelli, sangat terkesan dengan keberhasilan Marc Marquez menjadi juara dunia musim ini.
Bertindak sebagai debutan di tim pabrikan Ducati, Marquez langsung menghentak dengan performanya di atas lintasan yang susah dikalahkan oleh para rivalnya.
Si Alien menyuguhkan sebuah kombinasi sempurna antara bakat hebat dan kecepatan motor yang luar biasa sepanjang MotoGP 2025 ini berjalan.
Bagaimana tidak? Dia menorehkan dominasi yang sulit dibendung untuk mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025 tatkala kompetisi masih menyisakan lima seri.
Sebanyak 15 podium dengan 11 kemenangan dari sesi Grand Prix berhasil ditorehkan Marquez untuk membawanya merajai kembali kelas utama sejak terakhir kali pada 2019.
Akan tetapi, kesuksesan tersebut membawanya untuk menutup musim lebih dini karena mengalami cedera saat mengaspal di Sirkuit Mandalika, Indonesia.
Peraih tujuh gelar juara dunia itu kini harus menepi untuk memulihkan kondisinya agar bisa tampil prima di musim baru bersama Ducati.
Menyisakan dua seri terakhir, sepak terjang rekan setim Francesco Bagnaia itu sebelum dibekap cedera memang mampu mengundang perhatian banyak pihak.
Salah satu yang terkesan adalah pemilik tim Moto3 SIC Squadra Corse yaitu Paolo Simoncelli.
Jangan Sombong Bilang Ducati Menang karena Marc Marquez, Faktanya Alien yang Diberi Uluran Tangan
Ayah dari mendiang mantan rider MotoGP Marco Simoncelli itu tak sungkan mengakui bahwa dirinya sangat senang melihat keberhasilan Marquez merajai musim ini.
Baginya, kesuksesan Marquez ini seperti hal yang menakjubkan setelah dia berjalan dari situasi sulit karena kecelakaan fatal saat masih membela Honda pada musim 2020 lalu.
Paolo juga merasa keberhasilan Marquez ini membuat dirinya seperti melihat ridernya Luca Lunetta yang jatuh bangun berjuang di kelas Moto3.
“Kemenangan Marc Marquez di Kejuaraan Dunia,” kata Simoncelli, dilansir BolaSport.com dari laman Motosan.
“Bagi tim kami, kemenangan itu seperti melihat Luca (Lunetta) kembali dengan begitu banyak energi setelah kecelakaannya di Belanda.”
“Dan naik podium selalu menyenangkan. Jauh di lubuk hati, kami ingin menang, tapi itu sulit,” tuturnya menambahkan.
Dalam kesempatan yang sama, Paolo juga kembali mengenang kiprah putranya yang memiliki gaya balap dan pendekatan yang agresif seperti Marquez saat ini.
“Gaya balap Marquez dan pendekatannya terhadap balapan sangat mirip dengan putra saya,” kata Paolo menjelaskan.
“Saya bersemangat saat dia balapan dan saya senang saat dia menang.”
“Meraih hasil ini setelah cedera panjang menunjukkan segalanya tentang dirinya.”
“Cedera yang dideritanya setelahnya bukanlah yang kami inginkan; itu menghilangkan sebagian kegembiraan dalam sebuah balapan,” imbuhnya.
Marc Marquez Terlalu Digdaya di Mata Pengamat MotoGP, Kegilaan si Alien Diungkit sebelum Kena Batunya di Mandalika
