Reputasi Tinggi Ducati Justru Dirasa Mengakibatkan Harga Pasar Pembalap Rendah

 

Rancak Media Kedigdayaan Ducati dalam menguasai persaingan grid MotoGP dengan motor super kompetitif ternyata justru membuat rentang gaji pembalap turun, dalam pandangan Pol Espargaro yang kini fokus jadi test rider KTM.

Hal tersebut adalah pandangan Pol Espargaro yang dituangkan dalam podcast Hospitality Motociclismo, baru-baru ini.

Espargaro membocorkan hal itu dengan gamblang setelah melihat fenomena motor Ducati yang semakin berkuasa di grid MotoGP.

Keunggulan Ducati Desmosedici GP memang menjadi hal membanggakan dan layak diacungi jempol atas kerja keras mereka selama ini.

Namun dominasi yang terlalu berlebihan dan terus berulang ini mulai membuat daya kompetisi jomplang, bahkan mempengaruhi rate gaji pembalap.

Sekarang bukan kualitas pembalap yang dilihat, tetapi motor apa yang akan digunakan. Mulai ada stigma bahwa siapapun pembalapnya, asalkan naik Ducati maka akan dapat memberikan hasil impresif.

Sempat Khawatir Jadi Badut di Atas Motor Marquez, Eks Murid Rossi Mantap Jadi Tandem Bagnaia di Sisa MotoGP 2025

“Dalam beberapa tahun terakhir, telah berkembang mentalitas bahwa setiap pembalap dapat tampil baik dengan Ducati, bahwa itu adalah sepeda motor untuk semua pembalap,” kata Pol Espargaro dikutip Bolasport dari Paddock-GP. 

“Faktanya, motor ini bekerja sangat baik sehingga efeknya jadi menurunkan gaji semua pembalap MotoGP,  karena mereka semua menginginkan motor ini.”

“Sekarang, Ducati lah yang menentukan harga pasar. Semua pembalap ingin bersaing dengan motor ini, mereka tahu motor ini cepat, terlepas dari gaya dan kondisi berkendara,” jelasnya.

Menurut Espargaro, Ducati sudah merombak bagaimana bursa transfer pembalap berjalan

Selama bertahun-tahun, kualitas dan bakat pembalap sering jadi faktor utama yang membuat harga pembalap di pasaran.

Namun sekarang, pembalap tidak bisa lagi menentukan nilai mereka berdasarkan faktor tersebut karena yang dilihat adalah “apa motornya?”

Pembalap muda dan calon rookie dari kelas Moto2 mulai lebih banyak tertarik pada tim Ducati dan satelitnya.

Mereka bebas memilih siapa yang berbakat dari sekian banyak kandidat di kelas menengah.

Selain itu, dari kalangan pembalap yang sudah senior, si Merah Borgo Panigale juga leluasa membidik siapa saja.

Termasuk akhirnya mampu menarik minag Marc Marquez yang rela meninggalkan Repsol Honda demi mengembalikan kepercayaan diri dan merengkuh kemenangan demi kemenangan lagi.

Sedangkan tim lain seperti KTM, Aprilia, apalagi Honda dan Yamaha, harus berjuang keras menarik minat rider muda.

Para pabrikan lain harus memberikan tawaran dan perjanjian kerja yang menarik dan benefit jika ingin memiliki pembalap baru.

Di sisi lain, melesatnya aspek teknis Ducati dan fase kebahagiaan mereka bersama Marquez sedang menghadapi tahap kemungkinan risiko keunggulan semu.

GP25 yang selama ini membawa Marquez sampai mampu merebut gelar juara dunia ketujuh, bisa jadi memiliki banyak kekurangan hingga sslah satunya membuat Bagnaia terseok-seok.

Bisa jadi dominasi mereka saat ini sedikit terbantu bakat Marquez yang di luar nalar, yang berpotensi membuat Ducati terjebak dalam pengembangan teknis yang jalan di tempat.

“Kita lihat saja ke arah mana Ducati ingin mengambil langkah: apakah akan bertaruh pada pembalap seperti Marc Marquez sambil tetap mempertahankan motor 2025?” ujar Espargaro.

“Atau, dengan sedikit kerendahan hati, mengakui bahwa motor tahun ini tidak sempurna,” tandasnya.

JuniorGP Catalunya 2025 – Veda Ega Pratama Tembus 3 Besar Latihan Bebas, Kiandra Ramadhipa di Antara 2 Murid Rossi

Baca Juga

Rancak

Saya seorang penulis konten dengan pengalaman di bidang SEO, teknologi, dan keuangan. Saya berspesialisasi dalam membuat konten yang menarik dan ramah mesin telusur yang membantu mengarahkan lebih banyak lalu lintas ke situs web. Saya telah membantu banyak klien mencapai tujuan mereka untuk meningkatkan visibilitas mereka secara online, meningkatkan peringkat situs web mereka di mesin telusur, dan membuat konten menarik yang mendorong jumlah pembaca.