Presiden Como Nirwan Suwarso: Fabregas bikin Alvaro Morata Rela Potong Gaji

 

Klub asal Italia, Como 1907, telah sukses mencuri perhatian di panggung Liga Italia Serie A, menjelma menjadi kuda hitam paling mengejutkan musim ini. Di bawah payung Grup Djarum dan sentuhan magis taktik Cesc Fabregas, performa mereka kerap dianggap ‘di luar nalar’, bahkan berhasil menumbangkan raksasa seperti Juventus. Kebangkitan ini bukan semata-mata hasil kecerdasan pelatih, melainkan perpaduan proyek ambisius yang berani dengan dukungan penuh dari basis penggemar yang militan.

Sebagai arsitek utama di lapangan, Cesc Fabregas tidak ragu mengambil langkah berani di bursa transfer pemain. Ia menghabiskan total 107 juta Euro, sebuah angka yang menempatkan Como 1907 sebagai salah satu klub paling ‘boros’ di kancah Serie A.

Atletico Madrid Laporkan Arsenal ke UEFA gara-gara Tak Bisa Mandi Air Panas di Stadion Emirates

Merespons strategi transfer tersebut, Presiden Como, Mirwan Suwarso, menegaskan bahwa ‘pemborosan’ ini adalah investasi strategis untuk membawa klub menuju level yang jauh lebih baik. Menurutnya, daya tarik utama klub bukan hanya nominal kontrak, melainkan karisma dan kejeniusan taktik Fabregas. Suwarso mencontohkan, “Saya melihat kehebatan Fabregas dalam membujuk pemain, sebagai contoh Alvaro Morata mau memotong gajinya lebih dari 50 persen karena sangat menyukai gaya main Fabregas,” seperti dikutip dari YouTube TuttoMercato Web.

Kepercayaan terhadap mantan gelandang legendaris itu sangat besar. “Saya percaya pada Fabregas, ketika menunjuknya sebagai pelatih, saya melihat tim ini memiliki gaya, visi dan sampai berdiskusi panjang dengannya tentang bagaimana dia meyakini saya terkait menciptakan fondasi tim kedepannya,” lanjut Suwarso.

Masatada Ishii Dipecat dari Timnas Thailand karena Perbedaan Filosofi

Ambisi Suwarso tidak berhenti pada kesuksesan di lapangan. Ia juga bertekad memperkuat ikatan emosional antara klub dan basis lokalnya. “Saya berusaha melakukan untuk klub ini, klub kecil di kota kecil dan saya hanya berusaha melakukan apa yang saya yakini agar beresonansi dengan para penggemar dan komunitas di kota ini,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap dukungan tulus penggemar Como, Suwarso mengungkapkan salah satu inisiatif unik: pembagian bir gratis kepada penonton yang hadir di stadion, karena mereka telah memberikan pujian kepada tim setelah pertandingan. “Dan itu adalah hal mudah serta murah yang bisa kami kendalikan untuk membuat semua orang senang,” jelas Suwarso. Strategi ini terbukti efektif, tercermin dari peningkatan signifikan pada penjualan merchandise klub yang bahkan meluas hingga ke luar Italia.

Shin Tae-yong: Indonesia Selalu di Hati Saya

Baca Juga

Tags

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.