MotoGP Australia 2025: Bezzecchi Terancam Penalti, Mampukah Ulangi Rossi?

 

Marco Bezzecchi Berjaya di Sprint MotoGP Australia, Namun Hukuman Berat Menanti: Mungkinkah Ia Mengulang Keajaiban ala Valentino Rossi?

Pembalap muda Marco Bezzecchi berhasil mengamankan poin penuh perdananya pada gelaran MotoGP Australia akhir pekan ini, setelah meraih kemenangan gemilang dalam sesi Sprint Race.

Bezzecchi finis terdepan pada balapan yang digelar di Sirkuit Phillip Island, Australia, pada hari Sabtu, 18 Oktober 2025.

Kemenangan ini tak diraihnya dengan mudah. Ia sempat menghadapi insiden tak terduga saat motornya menabrak seekor burung camar, yang kemudian menyangkut di celah aerodinamika. Tak hanya itu, Bezzecchi juga nyaris terjatuh ketika berusaha menyalip Raul Fernandez dari Trackhouse Racing demi merebut posisi pertama.

Meskipun dilanda berbagai rintangan, laju kencang yang telah ia tunjukkan sejak hari pertama seri di Negeri Kanguru ini tak terbendung. Ini bukan kali pertama murid Valentino Rossi tersebut berhasil meraih kemenangan Sprint meskipun dengan awalan yang tidak mulus.

Dua pekan sebelumnya, di GP Indonesia, ia juga berhasil memenangkan balapan Sprint setelah sempat melorot ke posisi tengah akibat start yang kurang optimal. Gaya balap Bezzecchi yang mampu bangkit dari belakang ini sangat mirip dengan karakteristik Rossi pada masa kejayaannya.

MotoGP Australia 2025 – Tak Ada Ducati di Podium Sprint, Pembalap Terbaik setelah Marc Marquez Merana

Kini, Bezzecchi berpeluang untuk mengulangi “keajaiban” yang pernah ditorehkan mentornya, Valentino Rossi, di MotoGP Australia pada hari Minggu, 19 Oktober 2025, esok. Keajaiban yang dimaksud adalah meraih kemenangan lomba meskipun ia akan menerima hukuman berat.

Sebagai kilas balik, pada tahun 2003, Rossi berhasil mempertahankan posisi pertamanya di MotoGP Australia kendati dikenai penalti waktu 10 detik karena menyalip saat bendera kuning berkibar. Hebatnya, Rossi bahkan masih menyisakan keunggulan 5 detik setelah penalti dipotong.

Adapun Bezzecchi, ia akan menjalani hukuman dua kali lap panjang. Penalti ini dijatuhkan akibat blundernya yang menyebabkan insiden dengan Marc Marquez dari Ducati Lenovo pada balapan MotoGP Indonesia sebelumnya. Hukuman yang diperkirakan akan membuat pembalap kehilangan waktu sekitar 6 hingga 8 detik ini akan dijalani Bezzecchi saat balapan utama besok.

Menyadari tantangan ini, Bezzecchi telah berlatih secara intensif untuk melewati jalur khusus di luar lintasan tersebut. Meskipun demikian, ia memilih untuk tetap berhati-hati dalam menanggapi ekspektasi.

“Pastinya apa yang dilakukan Vale adalah hal yang sangat menginspirasi,” ujar Bezzecchi, seperti dilansir dari GPone.com. “Akan tetapi, dia berada di level yang berbeda. Masanya dan motornya juga berbeda. Sangat sulit untuk membuat perbandingan.”

Bezzecchi secara realistis merasa bahwa untuk meniru torehan sang mentor adalah sesuatu yang pada dasarnya mustahil. “Saya sudah menjalani lap panjang beberapa kali. Kelihatannya mudah tetapi kenyataannya tidak, karena ada banyak lubang dan lintasannya sangat sempit,” jelasnya.

“Kelihatannya bisa lebih baik setiap kali kita melakukannya, tetapi margin kita untuk membuat kesalahan sangat kecil. Dengan dua penalti yang harus dijalani, melakukannya dengan baik akan jauh lebih penting daripada hingga batas kemampuan,” lanjutnya.

Selain itu, ia menambahkan, “Kondisinya akan berbeda besok dan mungkin ban belakangnya juga tidak seperti yang saya pakai tadi. Pastinya saya ingin menang, tetapi itu akan menjadi sebuah keajaiban, dan keajaiban tidak sering terjadi. Tujuan saya hanya untuk finis di posisi sebaik mungkin, berapapun itu.”

Starting Grid MotoGP Australia 2025 – Quartararo Mulai dari Depan saat Cuaca Paksa Ubah Jadwal Balapan

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.