Rancak Media – Pertandingan kualifikasi Piala Dunia yang mempertemukan tim nasional Italia dan Israel diwarnai ketegangan luar biasa, memaksa aparat keamanan bersenjata lengkap bersiaga ketat di luar stadion. Laga yang digelar di Udine ini bahkan dikategorikan sebagai pertandingan berisiko tertinggi, dengan kehadiran penembak jitu yang ditempatkan di atap stadion untuk menjamin keamanan.
Laga kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa ini berlangsung di Bluenergy Stadium, Udine, pada Selasa (14/10) malam waktu setempat. Di tengah situasi politik global yang memanas, pertandingan tetap digelar dan berakhir dengan kemenangan telak Italia 3-0 atas Israel. Namun, sorotan utama bukanlah semata hasil akhir, melainkan tingkat pengamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menurut laporan AP News (15/10), pasukan keamanan Italia mengambil langkah ekstrem dengan menempatkan penembak jitu di atap stadion serta di hotel tempat tim Israel menginap. Tak hanya itu, bus tim tamu diiringi oleh rombongan 13 kendaraan polisi dan beberapa motor pengawal, menciptakan iring-iringan yang sangat ketat. Sejak pagi hari, langit di atas Kota Udine pun tak henti dipantau oleh helikopter dan drone, menegaskan kesiapsiagaan penuh aparat.
Ketegangan di Udine juga dipicu oleh aksi demonstrasi pro-Palestina yang diikuti sekitar 10.000 orang di pusat kota. Meskipun berlangsung damai selama tiga jam, situasi memanas ketika sekitar 50 demonstran mencoba menerobos barikade polisi menuju stadion. Aparat dengan sigap menembakkan gas air mata dan menyemprotkan air untuk membubarkan kerumunan massa yang berusaha mendekat.
Beruntung, di dalam stadion, tidak terjadi gangguan serius yang mengancam jalannya pertandingan. Namun, petugas keamanan tetap siaga dan berhasil mencegah beberapa suporter yang berupaya memasuki lapangan sambil membawa bendera Palestina, menunjukkan bahwa ancaman gangguan sekecil apapun tetap diantisipasi.
“Hari ini tidak mudah bagi kami. Saya ingin berterima kasih kepada polisi yang telah melaksanakan tugas luar biasa dalam beberapa hari ini,” ujar pelatih Italia, Gennaro Gattuso, yang dikutip dari AP News, menggarisbawahi beratnya situasi yang harus dihadapi tim dan penyelenggara.
Sebelumnya, pertandingan ini sempat terancam batal setelah UEFA mempertimbangkan untuk menangguhkan keikutsertaan Israel akibat konflik di Gaza. Namun, pada akhirnya, laga tetap dilanjutkan di Udine, sebuah kota yang dianggap lebih mudah dikendalikan dari segi keamanan. Kondisi ini juga tercermin dari jumlah penonton yang jauh di bawah kapasitas stadion, hanya sekitar 10.000 dari total 25.000 kursi yang terisi.
Dari segi hasil di lapangan, Italia berhasil memastikan diri minimal lolos ke babak playoff berkat gol-gol dari Mateo Retegui dan Gianluca Mancini yang mengunci kemenangan 3-0. Saat ini, tim Azzurri menduduki posisi kedua grup, terpaut tiga poin dari Norwegia dan unggul enam poin dari Israel, menempatkan mereka dalam posisi yang menguntungkan untuk melangkah lebih jauh di kualifikasi.
Lionel Messi Cetak Dua Assist, Argentina Hajar Puerto Rico 6-0 dalam Laga Persahabatan di Miami
Suporter Timnas Inggris Serang Balik Thomas Tuchel di Riga, Full Senyum dan Bernyanyi Sepanjang Laga
Bruno Moreira Siap Gusur David da Silva! Era Baru Top Skor Sepanjang Masa Persebaya Surabaya
Ringkasan
Pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Italia dan Israel di Udine diwarnai pengamanan super ketat akibat ketegangan global dan dikategorikan berisiko tinggi. Penembak jitu ditempatkan di atap stadion dan hotel tim Israel, sementara bus tim tamu dikawal ketat oleh 13 kendaraan polisi dan motor pengawal. Langit Udine dipantau helikopter dan drone, serta aparat membubarkan sekitar 50 demonstran pro-Palestina yang mencoba mendekati stadion menggunakan gas air mata dan semprotan air.
Meskipun terjadi ketegangan di luar, pertandingan di dalam stadion berjalan lancar, dengan petugas berhasil mencegah upaya masuk lapangan membawa bendera Palestina. Pelatih Italia, Gennaro Gattuso, berterima kasih kepada polisi atas tugas luar biasa mereka dalam situasi sulit ini. Laga yang sempat terancam batal ini akhirnya dimenangkan Italia 3-0 atas Israel, memastikan mereka minimal lolos ke babak playoff, namun dengan jumlah penonton yang jauh di bawah kapasitas stadion.
