Ringkasan Berita:
- Perjuangan Timnas Indonesia untuk bisa lolos ke Piala Dunia tahun depan terhenti setelah kalah 3-2 dari Arab Saudi dan Irak 1-0
- Timnas Indonesia harus menunggu lebih lama untuk bisa tampil di Piala Dunia. Edisi 2030 menjadi target berikutnya yang disasar
- Namun mayoritas pemain di skuad Timnas Indonesia saat ini kemungkinan tak akan berada dalam masa emasnya saat menatap Piala Dunia 2030
Rancak Media – – Kegagalan Timnas Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 patut disesalkan.
Apalagi harapan Timnas Indonesia untuk merasakan atmosfer perdana Piala Dunia sempat hanya berjarak 180 menit saja.
Hanya saja, segala upaya yang selama ini telah diperjuangkan Timnas Indonesia untuk bisa mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia 2026 ambyar.
Kekalahan ganda melawan Arab Saudi (3-2) dan Irak (1-0) di ronde keempat, membuyarkan impian Timnas Indonesia.
Dua kekalahan tersebut secara tidak langsung mengakhiri perjuangan Timnas Indonesia untuk bisa lolos ke Piala Dunia tahun depan.
Dalam sejarahnya, sepak bola Indonesia tentu tidak pernah berada dalam posisi yang sedekat ini dengan Piala Dunia.
Maka dari itu, tersingkirnya Timnas Indonesia yang tinggal beberapa langkah lagi tembus Piala Dunia pertamanya layak disesali.
Setelah mentok di babak keempat, Timnas Indonesia kini seakan dipaksa untuk mereset ulang perjuangannya.
Timnas Indonesia setidaknya butuh empat tahun lagi untuk sekedar bisa tampil di Piala Dunia edisi berikutnya, yang kebetulan bakal menandai momen 100 tahun turnamen tersebut.
Tentu bukan perkara mudah bagi Timnas Indonesia untuk mereset ulang kembali perjuangannya demi lolos ke Piala Dunia 2030.
Salah satu sorotan jelas tertuju pada usia mayoritas para pilar Timnas Indonesia saat ini yang tampaknya terlalu tua untuk bermain di Piala Dunia 2030, jika Garuda lolos ke ajang tersebut.
Setidaknya ada beberapa nama yang usianya sudah menyentuh di atas kepala tiga, pada empat tahun mendatang.
Barangkali, dengan usia yang masih menua, tentu kondisi fisik, mental hingga rasa kompetitif setiap pemain akan berbeda-beda.
Sisi itulah yang akan menjadi momen krusial ketersediaan pemain yang nantinya siap berjuang untuk lolos ke Piala Dunia 2030, ketika dibutuhkan pelatih Timnas Indonesia.
Dimulai dari pos kiper, Maarten Paes dan Emil Audero yang menjadi pilar utama mengawal gawang Garuda kini hanya berselisih satu tahun saja usianya.
Maarten Paes diketahui sudah berumur 27 tahun, sementara Emil Audero berusia satu tahun lebih tua yakni 28 tahun.
Artinya jika Piala Dunia edisi berikutnya digelar empat tahun lagi, usia Maarten Paes sudah memasuki 31 tahun, sedangkan Emil Audero berumur 32 tahun.
Di lini belakang, Jay Idzes yang kini berstatus sebagai kapten utama Timnas Indonesia, setidaknya masih di bawah kepala tiga, tepatnya 29 tahun.
Namun, rekan Jay Idzes lainnya yang mengawal pertahanan Timnas Indonesia saat ini hampir mayoritas akan memasuki umur 30 tahun pada 2030 mendatang.
Sebut saja Kevin Diks (33 tahun), Calvin Verdonk (32 tahun), Shayne Pattynama (31 tahun), dan Sandy Walsh (34 tahun).
Bahkan, Jordi Amat yang kini berusia 33 tahun, akan berumur 37 tahun ketika Piala Dunia 2030 digelar di beberapa negara.
Di pos gelandang hingga penyerang, Thom Haye yang menjadi otak utama permainan Timnas Indonesia akan berusia 35 tahun di Piala Dunia 2030.
Lalu, Joey Pelupessy berusia sama dengan Jordi Amat yakni 37 tahun, empat tahun lagi.
Ricky Kambuaya (33 tahun), Yakob Sayuri (32 tahun), Ragnar Oratmangoen (32 tahun), dan bahkan Ole Romeny (30 tahun).
Melihat usia-usia tersebut, tak salah jika momen menunggu Piala Dunia 2030 terasa terlalu tua bagi beberapa pemain di atas.
Kini, tugas tidak mudah jelas dipikul PSSI untuk bisa mempersiapkan timnya lebih baik demi lolos ke Piala Dunia 2030 mendatang.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)
