
Pada penutupan sesi pertama perdagangan hari Rabu (1/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,02% atau 1,54 poin, mencapai level 8.259. Angka ini menandai tonggak sejarah baru sebagai level tertinggi sepanjang masa (all time high atau ATH) yang pernah diraih IHSG, menunjukkan resiliensi pasar di tengah dinamika ekonomi.
Mengacu data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), performa impresif ini didukung oleh aktivitas perdagangan yang solid. Sepanjang sesi pertama, total volume transaksi perdagangan mencapai 23,31 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1,74 juta kali. Kapitalisasi pasar juga mencatatkan angka fantastis sebesar Rp 15.626 triliun, dengan total nilai transaksi siang itu mencapai Rp 14,59 triliun. Namun, pergerakan pasar tidak sepenuhnya seragam; tercatat 258 saham berhasil menguat, sementara 417 saham mengalami koreksi, dan 127 saham lainnya tidak bergerak.
Salah satu pendorong utama kenaikan IHSG adalah kinerja cemerlang saham-saham emiten kelapa sawit. Sepanjang sesi pertama, sejumlah perusahaan di sektor ini menunjukkan performa yang luar biasa. Misalnya, PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) memimpin dengan lonjakan 25% atau 54 poin, mengakhiri perdagangan di level 270. Tidak ketinggalan, PT Palma Serasih Tbk (PSGO) melesat 19,09% atau 42 poin ke level 262, disusul oleh PT Pulau Subur Tbk (PTPS) yang melompat 14,61% atau 26 poin menuju 204, dan PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) yang turut menguat 4,63% atau 60 poin ke level 1.355.
Selain sektor kelapa sawit, tujuh dari sebelas sektor di BEI berhasil bertahan di zona hijau selama sesi pertama perdagangan. Sektor transportasi menjadi bintang utama dengan kenaikan sektoral tertinggi, mencapai 2,81%. Beberapa saham transportasi yang menonjol antara lain PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang bahkan menembus batas auto reject atas (ARA) dengan kenaikan impresif 9,57% atau 11 poin ke level 126. Diikuti oleh PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) yang melesat 5,92% atau 50 poin ke 895, serta PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) yang melonjak 9,35% atau 10 poin, menutup perdagangan di level 117.
Namun, tidak semua sektor menikmati keuntungan yang sama. Kontras dengan lonjakan di sektor-sektor tertentu, saham-saham bank jumbo justru kompak berada di zona merah. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,01% atau 75 poin ke level 7.325. Disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang terkoreksi 1,61% atau 60 poin ke 3.670, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mundur 0,47% atau 20 poin ke 4.230, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang juga turun 1,26% atau 50 poin ke level 3.920.
Dalam hal nilai transaksi perdagangan, beberapa saham menarik perhatian investor dengan volume yang signifikan. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) memimpin sebagai saham dengan nilai transaksi terbesar, mencapai Rp 1,48 triliun hingga siang hari. Diikuti oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan Rp 1,11 triliun, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) sebesar Rp 958,66 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) senilai Rp 623,38 miliar, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan Rp 615,74 miliar.
Berikut adalah daftar top gainer atau saham-saham dengan kenaikan tertinggi pada sesi pertama perdagangan:
- PT Mustika Ratu Tbk (MRAP) melonjak 25% ke level 270.
- PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) menguat 24,72% ke level 444.
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 13,99% ke level 2.770.
Sementara itu, di sisi lain, daftar top loser atau saham-saham dengan penurunan terdalam meliputi:
- PT Pakuan Tbk (UANG) anjlok 14,90% ke level 3.540.
- PT Cakra Buana Resources Tbk (CBRE) terkoreksi 14,68% ke level 1.250.
- PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) menurun 13,83% ke level 324.
Menyikapi pergerakan pasar ini, analis dari Phintraco Sekuritas memberikan pandangan mereka untuk sesi perdagangan berikutnya. Menurut mereka, pembentukan histogram positif pada MACD yang mulai mengecil serta posisi stochastic RSI yang berada di area overbought mengindikasikan potensi pergerakan pasar. Oleh karena itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 8.225 hingga 8.275 pada perdagangan sesi II, seperti yang disampaikan dalam keterangan resmi mereka pada Senin (13/10).
Ringkasan
Pada penutupan sesi pertama perdagangan hari Rabu (1/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 0,02% atau 1,54 poin, mencapai level tertinggi sepanjang masa (ATH) di 8.259. Kenaikan ini didukung oleh total transaksi Rp 14,59 triliun dan kapitalisasi pasar Rp 15.626 triliun, meskipun mayoritas saham (417) terkoreksi berbanding 258 yang menguat.
Pendorong utama kenaikan IHSG adalah kinerja cemerlang saham-saham kelapa sawit seperti GZCO (+25%) dan PSGO (+19,09%), serta sektor transportasi yang mencatatkan kenaikan sektoral tertinggi sebesar 2,81% dengan saham GIAA bahkan mencapai auto reject atas (ARA). Sebaliknya, saham-saham bank jumbo seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI kompak berada di zona merah, menjadi penahan kenaikan pasar.
