Bagnaia Terancam Aib Ducati di Mandalika? Analisis Pengamat MotoGP

 

Setelah sempat mengukir hasil sempurna dengan dominasi di sprint race dan Grand Prix Sirkuit Motegi, Jepang, nasib pembalap andalan Ducati, Francesco Bagnaia, kini dirundung pilu. Musibah menimpa sang juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 itu saat menjalani GP Indonesia di Sirkuit Mandalika akhir pekan kemarin, memicu keraguan besar akan peluangnya mengejar Alex Marquez di klasemen, terutama setelah mengalami crash fatal.

Penurunan performa Bagnaia di lintasan sepanjang 4,3 kilometer itu terlihat jelas. Kecepatan optimal yang menjadi ciri khasnya di Motegi seolah lenyap begitu saja di Mandalika, membuatnya kesulitan bersaing di barisan depan.

Kegagalan ini berlanjut pada sprint race, di mana ia hanya mampu finis di urutan ke-14, menjadikannya pembalap terakhir yang menyelesaikan lomba. Puncak kekecewaan terjadi pada balapan utama, ketika juara dunia dua musim terakhir itu harus mengakhiri perjuangannya lebih awal akibat mengalami crash.

Gagal membawa pulang satu poin pun dari seri ke-18 MotoGP 2025, posisi Francesco Bagnaia di papan klasemen sementara kini kian terancam. Padahal, di saat rekan setimnya, Marc Marquez, berhasil mengunci gelar juara dunia, pembalap berusia 28 tahun itu justru berpotensi mengalami kemerosotan posisi.

Dengan menduduki peringkat ketiga dan mengantongi 274 poin, posisi Bagnaia kini terancam serius oleh Marco Bezzecchi, pembalap andalan Aprilia yang berada satu setrip di bawahnya.

Meski Bezzecchi juga gagal finis di balapan utama, nasibnya jauh lebih baik karena berhasil mengamankan 12 poin dari kemenangannya di sprint race. Alhasil, rekan setim Jorge Martin itu kini hanya berjarak 20 poin dari Bagnaia, dengan kokoh di peringkat keempat klasemen.

Melihat situasi ini, pengamat MotoGP kondang asal Italia, Carlo Pernat, pesimis Bagnaia masih memiliki peluang untuk menembus peringkat kedua yang saat ini ditempati oleh Alex Marquez. Pernat menyoroti performa stabil pembalap andalan Gresini Racing tersebut, yang masih mampu meraih podium meskipun konsistensinya di paruh kedua musim menunjukkan sedikit penurunan.

Keunggulan Alex Marquez semakin tak tergoyahkan di peringkat kedua dengan total 362 poin, terutama setelah ia berhasil mengamankan podium ketiga pada balapan utama di Mandalika.

Setelah serangkaian hasil buruk di Mandalika, Pernat berpendapat bahwa satu-satunya tujuan realistis bagi Bagnaia adalah mempertahankan posisi ketiganya. Namun, misi ini tidak akan mudah, mengingat persaingan ketat dari pembalap lain seperti Pedro Acosta dari Red Bull KTM dan Franco Morbidelli dari tim VR46 yang juga berpotensi memberikan ancaman.

“Masih ada empat Grand Prix tersisa,” tutur Pernat, seperti dilansir BolaSport.com dari laman Motosan. “Peringkat kedua dan ketiga akan diperebutkan. Namun, saya rasa Alex Marquez sudah mengincar posisi kedua dengan mantap. Sementara itu, persaingan ketat akan terjadi untuk posisi ketiga antara Bagnaia dan Bezzecchi, bahkan melewati Acosta, dan kita juga bisa memasukkan Morbidelli dalam perburuan itu,” pungkasnya.

Kritik pedas juga datang dari mantan teknisi Honda, Juan Martinez. Menjelang paruh kedua MotoGP 2025, Martinez bahkan tak segan menyebut Bagnaia sebagai “aib” bagi tim Ducati. Ini akan terjadi jika ia gagal merebut kembali peringkat kedua dari tangan Alex Marquez, yang ironisnya membalap dengan motor yang lebih lawas.

“Ini adalah satu-satunya ‘tapi’ bagi Ducati saat ini, mungkin mereka menang di setiap balapan untuk bersenang-senang,” kata Martinez dalam wawancara dengan DAZN. “Namun, fakta bahwa Bagnaia tidak berada di posisi kedua di klasemen adalah sebuah aib bagi Ducati,” tambahnya, menegaskan betapa pentingnya posisi runner-up bagi tim pabrikan.

Ringkasan

Setelah dominasi di Motegi, pembalap Ducati Francesco Bagnaia mengalami musibah di GP Indonesia Sirkuit Mandalika. Ia hanya finis ke-14 di sprint race dan mengalami crash fatal di balapan utama, gagal meraih poin sama sekali. Hasil buruk ini menyebabkan posisinya di klasemen sementara terancam, kini menduduki peringkat ketiga.

Kini Bagnaia terancam oleh Marco Bezzecchi yang hanya berjarak 20 poin di belakangnya, sementara Alex Marquez makin kokoh di posisi kedua. Pengamat MotoGP Carlo Pernat pesimis Bagnaia bisa mengejar Alex Marquez, menyarankan ia fokus mempertahankan posisi ketiga. Mantan teknisi Honda Juan Martinez bahkan menyebut kegagalan Bagnaia merebut peringkat kedua sebagai “aib” bagi Ducati.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.