Danantara Ungkap Strategi Jadi Liquidity Provider: Investasi Dividen di Bursa!

 

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau yang dikenal dengan Danantara, kini tengah membuka tabir strategi ambisiusnya dalam berperan sebagai penyedia likuiditas (liquidity provider) di pasar. CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa entitas ini memiliki keleluasaan untuk menanamkan modal pada berbagai kelas aset, mencakup baik perusahaan terbuka yang telah melantai di bursa, maupun perusahaan swasta yang belum tercatat.

Rosan lebih lanjut menjelaskan, “Danantara ini kami bisa investasi in all different asset classes, ya, mau private, mau public, selama itu ada kriteria,” demikian tegasnya kepada awak media di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (8/10). Ia menambahkan bahwa dalam setiap langkah investasi, Danantara berpegang pada sejumlah kriteria ketat, seperti potensi imbal hasil yang menjanjikan, kontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja, dorongan terhadap volume ekspor nasional, serta dampak positif yang meluas ke sektor-sektor industri lain. Selama kriteria-kriteria tersebut terpenuhi, Danantara akan selalu terbuka untuk menjajaki peluang investasi.

Untuk memahami peran yang akan diemban Danantara, penting untuk mengenal apa itu penyedia likuiditas. Sebuah penyedia likuiditas merupakan anggota bursa yang telah mendapatkan persetujuan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memiliki kewajiban untuk aktif melakukan kuotasi atas saham-saham tertentu yang terdaftar dalam daftar Efek Liquidity Provider saham. Fungsi utamanya adalah memastikan dan mendukung terciptanya likuiditas perdagangan pada saham-saham tersebut, sehingga pasar tetap berjalan efisien.

Sebelumnya, Pandu Patria Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, telah mengisyaratkan bahwa pihaknya sedang dalam tahap diskusi mendalam mengenai kemungkinan untuk turut serta sebagai penyedia likuiditas di pasar modal. Menurut Pandu, struktur pasar modal saat ini dapat diuraikan menjadi dua elemen kunci: pergerakan harga saham dan nilai ekuitas yang dipegang oleh investor.

“Jadi tentu nanti kami lihat dari hasil dividen, kami parking di mana, ya bisa saja salah satunya di sana (pasar modal),” jelas Pandu kepada para jurnalis di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu. Ia menambahkan bahwa dividen yang diterima oleh Danantara berpotensi besar untuk dialokasikan kembali ke pasar modal sebagai salah satu opsi. Namun demikian, Danantara juga secara paralel telah memetakan dan menyiapkan sejumlah proyek strategis prioritas yang akan menjadi sasaran investasi di masa mendatang.

Meskipun Pandu belum merinci sektor-sektor spesifik di pasar modal yang akan menjadi target, ia menegaskan bahwa prioritas utama Danantara saat ini adalah mengokohkan portofolio investasi yang ada serta secara berkelanjutan meningkatkan keuntungan bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebagai lembaga pengelola investasi strategis negara, Danantara mengemban amanat besar untuk mengelola aset-aset seluruh perusahaan “pelat merah” tersebut. Lebih dari itu, Danantara juga memiliki mandat dan kewenangan untuk menjalin kemitraan dengan investor global serta secara proaktif mendorong peningkatan investasi di sektor-sektor fundamental dan strategis di Tanah Air, seperti energi, infrastruktur, dan pangan.

Baca juga:

  • IHSG Sesi I Loyo, Duo Saham Happy Hapsoro RATU dan RAJA Justru Berjaya
  • Garuda (GIAA) Bakal Disuntik Danantara, Bagaimana Nasib Pemegang Saham Ritel?
  • Menilik Aksi PANI Jelang RUPSLB, Lepas Saham di Tengah Rights Issue Jumbo Rp16 T

Ringkasan

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Danantara, menguraikan strateginya untuk menjadi penyedia likuiditas di pasar, dengan CEO Rosan Roeslani menyatakan bahwa entitas ini dapat berinvestasi di berbagai kelas aset, baik publik maupun swasta. Investasi dilakukan berdasarkan kriteria ketat seperti potensi imbal hasil, penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, dan dampak positif industri. Ini menegaskan peran Danantara dalam mendukung efisiensi pasar dan pertumbuhan ekonomi.

CIO Pandu Patria Sjahrir mengindikasikan bahwa Danantara sedang mempertimbangkan untuk berperan sebagai penyedia likuiditas, dengan potensi mengalokasikan dividen yang diterima kembali ke pasar modal. Danantara juga memprioritaskan penguatan portofolio, peningkatan keuntungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta memiliki mandat untuk bermitra dengan investor global dan mendorong investasi di sektor strategis seperti energi, infrastruktur, dan pangan.

Baca Juga

Tags

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.