
Rancak Media Mantan tandem Lionel Messi di Barcelona, Alexis Sanchez, mengaku khilaf usai ‘menari’ dalam tragedi pembantaian mantan klubnya di Liga Spanyol.
Barcelona hancur lebur kala bertandang ke markas Sevilla pada jornada 8 Liga Spanyol 2025-2026.
Bertanding di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Minggu (5/10/2025) malam WIB, tim Catalan dipecundangi dengan skor 1-4.
Alexis Sanchez menjadi salah satu aktor Sevilla dalam tragedi pembantaian ini.
Penyerang berusia 36 tahun itu mencetak gol pembuka timnya pada menit ke-13.
Gol tersebut dicetak melalui tendangan penalti sempurna.
Sanchez melepaskan tembakan ke sisi kanan gawang untuk mengirim kiper Wojciech Szczesny ke arah sebaliknya.
Hal menarik terjadi setelah Alexis Sanchez mencetak gol.
Sang penyerang terlihat merayakan gol tersebut dengan berlari sambil menepuk lambang klub di dada.
Como Punya Senjata Anak Sekolahan dari Spanyol, Klub Milik Orang Indonesia Dianggap Jadi Pengganggu Liga Italia
Padahal, Sanchez sempat berjanji bahwa ia tak akan berselebrasi jika membobol gawang mantan klubnya tersebut.
Pemain kelahiran Tocopilla itu pernah membela Barcelona selama tiga musim pada periode 2011 hingga 2014.
Selama berkostum Azulgrana, Sanchez mengemas 141 penampilan di lintas kompetisi dengan torehan 46 gol.
Alexis Sanchez juga menjadi salah satu tandem mantan megabintang Barcelona, Lionel Messi, di lini depan selama periode tersebut.
Usai pertandingan, Sanchez mengaku khilaf atas aksinya tersebut.
Dia juga menegaskan kembali kecintaannya terhadap Barcelona.
“Saya sudah bilang tidak akan merayakannya, tapi terkadang kegembiraan itu mengalahkan saya,” kata Sanchez, dikutip BolaSport.com dari Barca Universal.
“Hasrat mendorong saya untuk melakukannya.”
Coret Calvin Verdonk, Pelatih Lille Rasakan Laga Aneh Melawan PSG
“Sejujurnya, saya sangat mencintai Barcelona,” tutur striker asal Cile itu menambahkan.
Ini menjadi kekalahan perdana Barcelona di Liga Spanyol 2025-2026.
Meski baru pertama kali kalah, hasilnya sangat memalukan karena skor pertandingan sangat mencolok.
Dengan hasil ini, Barcelona gagal mengudeta Real Madrid dari puncak klasemen.
El Barca harus puas berada di peringkat kedua karena terpaut 2 poin dari rival abadinya tersebut.
