
Rancak Media – Sebuah ironi pahit kini menyelimuti Manchester United. Di tengah keterpurukan tim berjuluk Setan Merah ini, para pemain yang sempat dicoret dari daftar skuad oleh sang pelatih, Ruben Amorim, justru tampil bersinar di klub barunya masing-masing.
Kontrasnya, di bawah komando pelatih asal Portugal itu, Manchester United justru masih terseok-seok dan belum menemukan konsistensi performa. Laporan dari Daily Mail Sport menyoroti kasus Marcus Rashford, yang sempat dicap gagal di Old Trafford, kini menjelma menjadi salah satu pilar penting di lini serang Barcelona.
Penampilan gemilang Rashford bukan isapan jempol belaka. Setelah menggebrak dengan dua gol pada debutnya di Liga Champions bulan lalu melawan Newcastle, ia kembali memukau dengan sebuah assist brilian. Momen itu terjadi saat Barcelona harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain 1-2 dalam laga Liga Champions pada Kamis (2/10) dini hari WIB.
Daftar Pemain Klub Liga Inggris yang Mengalami Cedera Hingga Pekan Keenam Musim 2025/2026
Assist yang diberikannya kepada Ferran Torres itu secara instan mengingatkan publik pada performa impresifnya kala dipinjamkan ke Aston Villa musim lalu. Dengan rentetan kontribusi tersebut, Rashford kini tercatat telah membukukan gol atau assist dalam enam pertandingan beruntun bersama klub raksasa Catalan, Blaugrana.
Ketika disinggung mengenai fenomena ini, Amorim terkesan menghindar dan mencoba mengalihkan pembicaraan. “Rasmus mencetak gol pertamanya untuk Napoli, jadi saya juga sangat senang untuk Rasmus. Sama halnya dengan Rasmus, teman-teman. Dia mencetak gol, jadi mari kita perhatikan itu,” ujar Amorim, seperti dikutip dari Daily Mail Sport, seolah ingin meredakan sorotan.
Pernyataan Amorim tersebut memang terlihat sebagai upaya untuk mengalihkan fokus dari para pemain yang ia singkirkan. Namun, fakta di lapangan tak bisa dibantah: Rasmus Hojlund kini memang tengah menikmati masa keemasan di Napoli. Striker muda asal Denmark itu berhasil mencetak dua gol saat timnya menundukkan Sporting Lisbon, bahkan berduet apik dengan Scott McTominay, yang juga menunjukkan performa solid setelah kepindahannya ke Serie A.
Iman, Karier dan Panutan: Kekuatan Spiritual Patrick Dorgu di Jantung Manchester United
Tak hanya Rashford dan Hojlund, Daily Mail Sport juga menggarisbawahi kebangkitan para eks pemain United lainnya. Antony berhasil mencetak gol penyeimbang krusial di Liga Europa bersama Real Betis. Demikian pula, Alejandro Garnacho sukses membukukan assist pada debutnya di Liga Champions bersama Chelsea. Bahkan, Jadon Sancho, yang kini dipinjamkan ke Aston Villa, menunjukkan potensi besar untuk kembali bersinar dan mencetak gol di panggung Eropa.
Situasi ironis ini tentu saja memicu kegeraman para penggemar setia Manchester United. Mereka harus menyaksikan para mantan idola mereka bersinar terang di klub lain, sementara tim kesayangan mereka masih berjuang keras mencari konsistensi. Kondisi ini semakin menyudutkan posisi Amorim, yang sebelumnya sempat mengumbar janji akan mengembalikan kejayaan tim melalui racikan formasi andalannya, 3-4-2-1.
Ada Chelsea vs Liverpool dan Manchester United vs Sunderland, Cek Jadwal Premier League 4-5 Oktober
Dampak buruk dari kebijakan transfer ini tak berhenti pada performa di lapangan, melainkan juga merembet ke aspek finansial. Manchester United harus menelan kerugian besar akibat penjualan murah para eks pemain andalannya. Ambil contoh Marcus Rashford, yang dulunya dihargai fantastis hingga GBP 100 juta, kini dilepas ke Barcelona hanya dengan opsi jual GBP 26 juta. Demikian pula dengan Antony, yang direkrut dari Ajax dengan mahar GBP 86 juta, akhirnya dijual ke Real Betis dengan harga miris GBP 21,65 juta. Sementara itu, Rasmus Hojlund, yang dibeli seharga GBP 72 juta, kini harus dilepas ke Napoli dengan kewajiban beli senilai GBP 38 juta, menunjukkan penurunan nilai yang signifikan.
Tak pelak, kebijakan transfer Amorim kini menuai banyak pertanyaan. Alih-alih berhasil membangkitkan skuad muda dan menemukan talenta baru, keputusan untuk mencoret dan melepas para pemain berbakat justru menjadi bumerang yang menghantam balik klub dan dirinya.
“Ya, Hojlund dan apa yang disebut ‘skuad buangan Amorim’ terlihat berjalan dengan sangat baik, terima kasih banyak,” demikian ironi yang tertulis dalam laporan Daily Mail Sport, menggarisbawahi kegagalan strategi sang pelatih.
Dengan semua fakta ini, tekanan kini semakin deras mengarah kepada Amorim. Bukan hanya karena performa Manchester United yang masih jauh dari harapan dan cenderung inkonsisten, melainkan juga karena ironi bahwa nama-nama yang ia sisihkan justru tengah menikmati puncak karier baru mereka di panggung bergengsi Eropa.
Timnas Jerman Umumkan Skuad untuk Kualifikasi Piala Dunia, Bek Senior Antonio Rudiger Absen
Maka tak heran, publik dan para penggemar setia Manchester United kini menantikan dengan harap-harap cemas kebangkitan skuad Setan Merah di bawah racikan taktik Ruben Amorim, berharap ia mampu membalikkan keadaan yang penuh ironi ini.
Ringkasan
Manchester United kini menghadapi ironi pahit di mana para pemain yang sempat dicoret oleh pelatih Ruben Amorim justru tampil gemilang di klub baru mereka, sementara timnya sendiri masih terseok-seok. Marcus Rashford, yang dulunya dicap gagal di Old Trafford, kini menjadi pilar penting di lini serang Barcelona dengan kontribusi gol dan assist dalam enam pertandingan beruntun, termasuk di Liga Champions. Rasmus Hojlund dan Scott McTominay juga menunjukkan performa solid setelah kepindahan mereka ke klub Serie A.
Selain mereka, Antony, Alejandro Garnacho, dan Jadon Sancho juga turut menunjukkan kebangkitan di klub masing-masing, memicu kegeraman para penggemar setia Manchester United. Kondisi ini menempatkan Amorim dalam tekanan besar, tidak hanya karena inkonsistensi tim, tetapi juga akibat kebijakan transfer yang mengakibatkan kerugian finansial signifikan dengan menjual pemain berharga jauh di bawah nilai pasarnya.
