
Rancak Media Eks rival Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, bersimpati kepada Francesco Bagnaia yang mengalami performa tidak memuaskan pada MotoGP 2025.
Pembalap tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, tidak sepenuhnya buruk dalam mengarungi MotoGP 2025.
Namun, posisinya di tim unggalan membuat Pecco terpojokkan.
Apalagi ditopang dengan keberhasilan rekan setimnya, Marc Marquez, mendominasi hampir tiap balapan.
Hingga akhirnya The Baby Alien mengunci gelar juara dunia meski masih tersisa lima balapan.
Pecco banyak berkutat dengan penyesuaian dengan motor baru, GP25.
Sebagai mantan pembalap, Jorge Lorenzo mengetahui betul apa yang dirasakan juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 tersebut.
“Saya membela keterpurukan yang dialami Pecco,” ucap Lorenzo seperti dikutip Juara.net dari Motosan.
“Mengapa? Karena saya telah membalap di kejuaraan dunia motor selama 18 tahun.”
Perasaan Campur Aduk Bos Ducati usai Marquez dan Bagnaia Beri Kemenangan Sempurna di MotoGP Jepang
“Saya pernah mengalami masa-masa di mana segalanya tidak berjalan sesuai keinginan saya dan saya mendapatkan hasil yang sangat buruk.”
“Jadi saya mengerti bahwa ketika seorang pembalap tidak percaya pada motornya, ada sesuatu yang salah,” jelasnya.
Mantan rival Valentino Rossi itu mengakui tidak mudah bagi Pecco bersaing dengan Marquez yang sudah terlalu dominan sejak awal musim.
“Terlebih lagi, pembalap yang sangat sensitif seperti dia, yang merupakan salah satu pembalap di grup, sangat sensitif, sangat membutuhkan segalanya untuk sempurna,” ucap Lorenzo.
“Ketika ada yang salah, pembalap kurang percaya diri, dan Anda mengemudi dengan yang terbaik di dunia, sangat sulit untuk mendapatkan hasil,” imbuhnya.
Menurutnya, Pecco merupakan seorang pekerja keras yang punya keinginan tinggi untuk memenangi setiap balapan.
Ia meyakini bahwa mental Pecco tidak akan terguncang dengan kondisinya saat ini.
Buktinya, pembalap berusia 28 tahun itu mampu bangkit untuk menyapu bersih kemenangan di MotoGP Jepang pekan lalu.
“Yang saya lihat, banyak orang bilang Pecco hancur secara psikologis karena Marc lebih kuat, atau mungkin dia kurang berusaha keras untuk melaju kencang,” tutur Lorenzo.
“Menurut saya, dia selalu berusaha.”
“Saya melihatnya sangat keras kepala, dia terus berusaha, tetapi motor ini tidak menawarkannya dalam situasi seperti itu.”
“Pada akhirnya, waktu membuktikan bahwa dia benar dalam balapan ini.”
“Sekarang kita lihat balapan berikutnya. Tetapi saya tidak pernah berpikir Pecco tidak bisa menang lagi,” pungkasnya.
Penyesalan Francesco Bagnaia meski Sapu Bersih MotoGP Jepang 2025
Pecco masih punya peluang untuk mengulangi kesuksesannya tahun lalu dengan mengakhiri kejuaraan di peringkat kedua.
Saat ini ia hanya terpaut 66 poin dari Alex Marquez yang menempati peringkat kedua.
