Rancak Media – Tim Nasional Indonesia tengah dihadapkan pada situasi pelik jelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Skuad Garuda dilanda krisis di sektor penjaga gawang menyusul cedera yang menimpa dua pilar utamanya, Emil Audero Mulyadi dan Maarten Paes. Kondisi ini secara otomatis membuka kembali peluang bagi Ernando Ari Sutaryadi untuk kembali menjadi benteng terakhir Timnas Indonesia.
Kekhawatiran ini mencuat setelah kabar kurang sedap datang dari Italia. Emil Audero Mulyadi, yang telah menjadi andalan di bawah mistar gawang Timnas Indonesia sejak Maret 2025, mendadak mengalami cedera pada Sabtu, 27 September. Kejadian ini terjadi tepat sebelum ia dijadwalkan tampil sebagai starter untuk Cremonese dalam lanjutan Serie A 2025/2026 melawan Como 1907, yang merupakan mantan klubnya. Pada menit-menit terakhir, posisinya harus digantikan oleh Marco Silvestri, kiper kedua di bawah arahan Davide Nicola.
Berdasarkan laporan awal, Emil Audero didiagnosis mengalami cedera otot fleksor, yang membuatnya harus mundur dari pertandingan sesaat sebelum kick-off. Meski Cremonese belum merilis pernyataan resmi, sumber internal klub mengindikasikan bahwa cedera Emil tidak terlalu parah. Namun, proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu. Media Calcio Cremonese melaporkan bahwa pemain kelahiran Lombok tersebut kemungkinan harus menepi selama setidaknya 20 hari, yang berarti ia baru bisa kembali bermain sekitar pertengahan Oktober.
Situasi ini tentu menjadi pukulan telak bagi Timnas Indonesia, mengingat agenda padat di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Skuad Garuda dijadwalkan menghadapi dua pertandingan krusial sebelum pekan ketiga berakhir, yakni melawan Arab Saudi pada 8 Oktober dan Irak pada 11 Oktober.
Absennya Emil Audero semakin memperparah kondisi lini pertahanan Timnas Indonesia, mengingat kiper lainnya, Maarten Paes, juga belum menunjukkan tanda-tanda kebugaran. Menurut berbagai sumber, Maarten Paes masih menjalani tahap pemulihan cedera ringan pada bagian paha atasnya. Kiper berusia 27 tahun yang membela FC Dallas ini tercatat belum bermain dalam enam pertandingan terakhir Major League Soccer (MLS) sejak laga melawan Austin FC pada 17 Agustus 2025.
Kondisi darurat ini sontak menimbulkan kecemasan bagi jajaran pelatih Timnas Indonesia, khususnya Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala, dan Sjoerd Woudenberg selaku pelatih kiper. Pasalnya, baik Maarten Paes maupun Emil Audero telah menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang selama setahun terakhir.
Dengan situasi ini, hanya ada satu nama penjaga gawang di skuad Timnas Indonesia yang saat ini berada dalam kondisi fit sepenuhnya: Ernando Ari Sutaryadi. Kiper milik Persebaya Surabaya ini sebelumnya telah masuk dalam daftar 27 pemain yang dipanggil untuk putaran keempat, bergabung dengan Emil Audero dan Maarten Paes sebagai bagian dari opsi di posisi krusial tersebut.
Ernando Ari bukanlah sosok baru di skuad Timnas Indonesia. Ia bahkan sempat menjadi penjaga gawang andalan skuad Garuda sebelum kedatangan Emil Audero dan Maarten Paes. Penampilan terakhirnya sebagai kiper utama terjadi pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di mana ia tampil dalam empat dari enam pertandingan. Salah satu performa terbaiknya adalah saat berhasil mencatatkan clean sheet (nirbobol) ketika Timnas Indonesia mengalahkan Filipina 2-0 pada FIFA Matchday Maret 2024.
Meskipun demikian, kehadiran Maarten Paes dan Emil Audero tidak membuat Ernando Ari sepenuhnya tersisih dari skuad Timnas Indonesia. Ia tetap menjadi bagian dari tim dan aktif mengikuti sesi latihan, meski seringkali harus rela duduk di bangku cadangan.
Dengan absennya kedua kiper utama, peluang Ernando Ari untuk kembali menjadi benteng terakhir Timnas Indonesia saat menghadapi Arab Saudi dan Irak kini semakin terbuka lebar. Konsistensi performanya bersama Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026 menjadi modal berharga. Ia tercatat selalu menjadi pilihan utama dan tampil penuh di seluruh pertandingan, berhasil mengukir dua clean sheet meskipun gawangnya telah kebobolan lima gol.
Menurut data statistik dari Sofascore, dalam enam pertandingan terakhir, persentase penyelamatan Ernando Ari mencapai 2,8 per game atau sekitar 77 persen. Total, ia telah melakukan 17 penyelamatan krusial untuk Persebaya Surabaya. Performa konsistennya juga terlihat dari rating pertandingan yang stabil di kisaran 6,9 hingga 7,2, menunjukkan kesiapannya untuk kembali mengemban tugas penting bagi skuad Garuda.
Ringkasan
Tim Nasional Indonesia menghadapi krisis penjaga gawang menjelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah dua kiper utamanya, Emil Audero Mulyadi dan Maarten Paes, mengalami cedera. Emil Audero cedera otot fleksor pada 27 September dan diperkirakan menepi 20 hari, membuatnya absen dalam laga krusial melawan Arab Saudi (8 Oktober) dan Irak (11 Oktober). Sementara itu, Maarten Paes juga masih dalam pemulihan cedera paha dan belum bermain dalam enam pertandingan terakhir.
Kondisi darurat ini secara otomatis membuka peluang lebar bagi Ernando Ari Sutaryadi untuk kembali menjadi andalan di bawah mistar gawang. Ernando, yang sebelumnya pernah menjadi kiper utama Timnas, kini menjadi satu-satunya penjaga gawang yang fit dalam skuad. Performa konsistennya bersama Persebaya Surabaya di liga domestik, dengan mencatatkan dua *clean sheet* dan persentase penyelamatan 77% dari enam laga, menjadi modal penting untuk mengemban tugas tersebut.
