
Rancak Media Francesco Bagnaia meluapkan campuran emosi, antara kegembiraan dan kekesalan, usai rekan setimnya di Ducati, Marc Marquez, mengamankan gelar juara dunia MotoGP 2025. Duo Ducati ini menutup gelaran MotoGP Jepang 2025 di Mobility Resort Motegi dengan hasil yang menggembirakan bagi kedua pembalap.
Ambisi masing-masing pembalap terwujud dalam balapan 24 lap yang mendebarkan tersebut. Bagi Bagnaia, MotoGP Jepang menjadi titik terang di musim 2025, dengan performa konsisten yang ditunjukkannya di atas Desmosedici GP25.
Setelah merengkuh kemenangan di sesi sprint race, Bagnaia, yang merupakan anak didik Valentino Rossi, berhasil mempertahankan momentum positifnya hingga balapan utama. Ia tampil dominan dan tak terkejar, membawa pulang 25 poin sempurna dari Jepang.
Sementara itu, kebahagiaan meluap bagi Marc Marquez yang berhasil memastikan gelar juara dunia MotoGP 2025 setelah finis di posisi kedua. Dengan pencapaian ini, “Si Alien” kini menyamai rekor Valentino Rossi dengan koleksi tujuh gelar juara dunia.
Sorotan utama tertuju pada Bagnaia, yang akhirnya mampu memutus tren hasil mengecewakan yang dialaminya sebelumnya.
Reaksi Paddock MotoGP Lihat Marc Marquez Juara Dunia Lagi, Ada yang Khawatir, Ada pula yang Terharu
Menanggapi pertanyaan jurnalis mengenai apakah kemenangan ini menandai kebangkitannya, pembalap berusia 28 tahun itu justru menjawab dengan nada bercanda.
Mendengar kata “comeback,” Bagnaia berseloroh bahwa ia tidak pernah pergi. “Saya tidak pernah pergi!” ujarnya sambil tersenyum, seperti dilansir BolaSport.com dari Crash.net.
Lebih lanjut, juara dunia MotoGP musim 2022 dan 2023 ini mengungkapkan bahwa ia akhirnya menemukan setelan motor terbaik sepanjang akhir pekan tersebut.
Hasil ini jelas memicu kebahagiaan sekaligus kekesalan dalam diri Bagnaia. Rasa frustrasinya muncul karena ia harus menunggu terlalu lama untuk menemukan setelan ideal, sementara gelar juara dunia sudah diamankan oleh Marquez.
“Memang benar bahwa musim ini berjalan agak aneh, dan apa yang terjadi akhir pekan ini adalah kami akhirnya menemukan jalannya,” kata Bagnaia.
“Saya sangat senang dengan hasil hari ini, tetapi saya juga sangat kesal dengan akhir pekan ini. Karena mungkin kami bisa melakukannya lebih awal, mungkin setelah satu atau dua grand prix,” imbuhnya.
Bagnaia juga mengakui bahwa tes di Sirkuit Misano, Italia, sangat membantunya meraih hasil positif ini, di mana ia mencoba beberapa komponen baru Ducati.
“Kami memang sedikit kesulitan selama musim ini, tetapi akhirnya tes di Misano memberi kami kesempatan untuk mencoba hal-hal yang sangat membantu saya,” kata Bagnaia. “Beberapa hal spesifik yang juga membantu saya dalam situasi lain, jadi, sangat senang, akhirnya kami menemukannya,” pungkasnya.
Mario Aji Dipuji Bos Honda Team Asia saat Kecewa dengan Diri Sendiri, Kemajuan Menggembirakan Berlanjut ke Moto2 Indonesia
Ringkasan
Francesco Bagnaia merasakan campuran emosi setelah Marc Marquez, rekan setimnya di Ducati, meraih gelar juara dunia MotoGP 2025. Bagnaia sendiri meraih kemenangan di MotoGP Jepang 2025, menunjukkan performa dominan setelah memenangkan sprint race dan balapan utama. Ia mengungkapkan kegembiraannya atas kemenangan tersebut namun juga kekesalan karena baru menemukan setelan motor terbaik menjelang akhir musim.
Marc Marquez berhasil mengamankan gelar juara dunia MotoGP 2025 setelah finis kedua di Jepang, menyamai rekor Valentino Rossi dengan tujuh gelar. Bagnaia merasa frustrasi karena baru menemukan setelan motor ideal setelah Marquez mengamankan gelar, meskipun tes di Misano membantunya menemukan komponen baru yang meningkatkan performanya. Ia menekankan bahwa dirinya tidak pernah “pergi” dan hanya membutuhkan waktu untuk menemukan setelan yang tepat.
