Mantan pelatih Timnas Malaysia yang kini menukangi Persik Kediri, Ong Kim Swee, akhirnya angkat bicara terkait skandal pemain naturalisasi yang belakangan mengguncang sepak bola Negeri Jiran. Dengan nada prihatin, Ong Kim Swee tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya setelah negara kelahirannya, Malaysia, dijatuhi sanksi berat oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).
Sanksi tegas tersebut dijatuhkan oleh FIFA pada Jumat, 26 September 2025, kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) setelah terbukti melakukan pemalsuan dokumen terkait tujuh pemain naturalisasi mereka. Pelanggaran serius ini berujung pada denda fantastis bagi FAM, yakni sebesar CHF 350.000 atau setara dengan Rp7,3 miliar. Tidak hanya itu, ketujuh pemain yang terlibat skandal tersebut juga tidak luput dari hukuman; masing-masing dikenakan denda sebesar CHF 2.000 (sekitar Rp41 juta) dan dilarang terlibat dalam aktivitas sepak bola apa pun selama 12 bulan terhitung sejak sanksi diberikan.
Bocoran Kiper Cadangan Cremonese soal Seberapa Parah Cedera Emil Audero, Eks Juventus Juga Diragukan untuk Timnas Indonesia
Menyikapi polemik yang terjadi, Ong Kim Swee memilih untuk tidak memperkeruh suasana, terutama mengingat FAM tengah mempersiapkan proses banding atas keputusan FIFA. Ia mengungkapkan kekecewaannya, seraya menyoroti bagaimana polemik ini seolah sudah tercium bahkan sebelum vonis dijatuhkan, terutama dengan banyaknya pertanyaan dari publik Indonesia mengenai asal-usul pemain naturalisasi “Harimau Malaya”. “Mari kita tidak membuat gaduh ketika proses banding masih berlangsung,” tegas Ong Kim Swee seperti dikutip dari The Star melalui BolaSport.com. “Saya merasa sangat sedih dengan situasi ini, ini terjadi begitu tiba-tiba. Bahkan sebelum masalah ini muncul, pihak Indonesia sudah banyak menanyakan tentang pemain (naturalisasi) kami,” tambahnya dengan nada menyesal.
Persis Solo Ditipu, Mateo Kocijan Justru Gabung ke Klub Kroasia dan Nyatakan Enggan Main di Indonesia Lagi
Alih-alih terlarut dalam saling menyalahkan, OKS, sapaan akrabnya, mendesak semua pihak di Malaysia untuk menahan diri, bersabar, dan segera menyusun strategi baru. Mantan juru taktik Persis Solo ini juga secara lugas mempertanyakan keberlanjutan program naturalisasi bagi Timnas Malaysia di masa depan. “Setelah apa yang terjadi, ini bukan saatnya untuk menyalahkan siapa pun,” kata Ong Kim Swee. “Kita harus punya rencana, Rencana A dan Rencana B. Setiap negara di dunia melakukan hal yang sama.” Ia melanjutkan dengan pertanyaan reflektif: “Kita perlu bertanya pada diri sendiri, bisakah kita menerima bermain tanpa para pemain (naturalisasi) ini? Bisakah kita masih percaya bahwa kita kompetitif?”
Padahal Pernah Bertemu Erick Thohir, Anak Raja Malaysia Tantrum Usai Negaranya Disanksi FIFA
Mengenai perkembangan kasus yang menimpa Timnas Malaysia ini, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) secara resmi telah mengakui adanya kelalaian. Mereka menyatakan bahwa kesalahan teknis terjadi dalam proses penyerahan dokumen yang dilakukan oleh staf administrasi. Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh Sekjen FAM, Datuk Noor Azman HJ Rahman, disampaikan bahwa “FAM tunggu putusan lengkap FIFA sebelum ajukan banding.” Lebih lanjut, FAM menegaskan: “Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) saat ini masih menunggu putusan penghakiman penuh dari Federasi Sepak bola Internasional (FIFA) sebelum mengajukan banding sesuai dengan proses dan ketentuan hukum yang berlaku. FAM ingin menyampaikan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi adanya kesalahan teknis dalam proses penyerahan dokumen yang dilakukan oleh staf administrasi.” Pernyataan ini menunjukkan keseriusan FAM dalam menanggapi sanksi tersebut dan komitmen mereka untuk mengikuti prosedur hukum yang ada.
Ringkasan
Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dijatuhi sanksi berat oleh FIFA pada 26 September 2025 setelah terbukti memalsukan dokumen tujuh pemain naturalisasi. Sanksi tersebut berupa denda CHF 350.000 (sekitar Rp7,3 miliar) bagi FAM, dan ketujuh pemain juga didenda CHF 2.000 serta dilarang beraktivitas sepak bola selama 12 bulan. Mantan pelatih Timnas Malaysia, Ong Kim Swee, menyatakan kesedihan dan keprihatinannya atas skandal yang mengguncang sepak bola negaranya ini.
Ong Kim Swee mendesak semua pihak untuk menahan diri selama proses banding FAM berlangsung dan mempertanyakan masa depan program naturalisasi Malaysia. Ia menyebut polemik ini bahkan sudah menjadi perhatian publik Indonesia sebelum vonis dijatuhkan. FAM sendiri telah mengakui adanya kesalahan teknis oleh staf administrasi dalam proses penyerahan dokumen dan sedang menunggu putusan lengkap FIFA sebelum mengajukan banding resmi.
