KLBF, ICBP, SCMA Anjlok: Indeks Bisnis-27 Tertekan

 

Rancak Media – Jakarta, Senin (29/9/2025) menjadi hari yang penuh dinamika di pasar saham Indonesia. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat penguatan, Indeks Bisnis-27 justru terperosok ke zona merah. Tiga emiten dengan penurunan harga terdalam di indeks ini adalah saham KLBF, ICBP, dan SCMA.

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Bisnis-27, yang merupakan hasil kolaborasi strategis dengan harian Bisnis Indonesia, tercatat mengalami pelemahan sebesar 0,20%. Indeks ini mengakhiri sesi perdagangan pada level 525,47, setelah sebelumnya bergerak di rentang 524,56 hingga 529,50 sepanjang hari.

Melihat komposisi dari 27 konstituen Indeks Bisnis-27, sentimen negatif mendominasi. Sebanyak 15 saham harus “parkir” di zona merah, menunjukkan tekanan jual yang cukup besar. Di sisi lain, 10 saham berhasil menguat di zona hijau, sementara dua saham lainnya terpantau bergerak stagnan tanpa perubahan harga berarti.

Penurunan terdalam pada Indeks Bisnis-27 dicatat oleh saham emiten farmasi terkemuka, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF). Saham KLBF melemah signifikan 3,86%, memposisikan harganya di level Rp1.120 per saham pada penutupan perdagangan sore ini.

Menyusul KLBF, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), yang terafiliasi dengan Anthoni Salim, juga mengalami tekanan jual yang kuat. Saham ICBP merosot 3,5%, mengakhiri hari di harga Rp9.650 per saham. Selain kedua emiten tersebut, saham-saham lain yang turut memberikan kontribusi pada pelemahan Indeks Bisnis-27 adalah SCMA yang turun 3,37% ke level Rp344, BRIS melemah 2,25% ke Rp2.610, dan ASII yang terkoreksi 1,70% ke Rp5.775 per saham.

Namun, tidak semua konstituen Indeks Bisnis-27 berakhir di zona negatif. Beberapa saham justru menunjukkan kinerja cemerlang dan menjadi penggerak penguatan. Saham PT Indosat Tbk. (ISAT) melonjak 4,09% ke level Rp1.780, menjadi salah satu saham dengan kenaikan tertinggi. Disusul oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang naik 2,8% mencapai Rp3.300 per saham, serta PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang menguat 2,18% ke Rp26.925 per saham.

Sementara itu, gambaran pasar secara keseluruhan yang tercermin pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru lebih cerah. Pada penutupan perdagangan Senin (29/9/2025) sore, IHSG berhasil menguat 0,30%, mencapai level 8.123,24. Sepanjang hari, indeks acuan ini bergerak dalam kisaran 8.100 hingga 8.157.

Penguatan IHSG didukung oleh sentimen positif yang meluas di pasar. Tercatat, sebanyak 392 saham mengalami kenaikan harga, sementara 289 saham melemah, dan 117 saham lainnya tidak bergerak dari posisinya. Dengan dinamika tersebut, kapitalisasi pasar IHSG terpantau berada pada angka Rp15.024 triliun, menegaskan skala besar pasar modal Indonesia.

Ringkasan

Pada Senin (29/9/2025), Indeks Bisnis-27 melemah 0,20% ke level 525,47, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat. Pelemahan indeks ini disebabkan oleh tekanan jual signifikan pada sejumlah saham konstituennya. Tiga emiten dengan penurunan terdalam adalah PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) yang anjlok 3,86%, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) merosot 3,5%, dan SCMA yang turun 3,37%.

Berbeda dengan Indeks Bisnis-27, IHSG justru mencatat penguatan 0,30% mencapai 8.123,24 pada penutupan perdagangan hari yang sama. Kinerja positif IHSG didukung oleh kenaikan pada 392 saham, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp15.024 triliun. Meskipun sebagian besar saham di Indeks Bisnis-27 melemah, beberapa konstituen seperti ISAT, ANTM, dan UNTR berhasil mencatat kenaikan harga yang signifikan.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.