
Rancak Media Tanpa diperkuat kiper timnas Indonesia, Emil Audero, Cremonese tetap selamat dari kekalahan pertama musim ini saat bertemu klub milik Grup Djarum, Como 1907.
Aroma Indonesia mewarnai pertandingan pekan kelima Liga Italia di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Sabtu (27/9/2025).
Klub milik konglomerat Indonesia, Como, menjamu tim promosi Cremonese yang belum terkalahkan sampai pekan keempat.
Bertindak selaku tamu, pencapaian I Grigiorossi di papan atas tak lepas dari kontribusi kiper timnas Indonesia, Emil Audero.
Dalam empat partai perdana, pemain kelahiran Mataram tampil lugas mencegah kebobolan gol musuh lebih banyak.
Sampai pekan lalu, Audero merupakan kiper dengan jumlah dan rasio penyelamatan tertinggi di Serie A musim ini.
Dua partai terakhir juga diakhirinya dengan catatan clean-sheet melawan Verona dan Parma (0-0).
Jelang duel melawan Como, nama Audero disiapkan kembali guna menangkal serbuan-serbuan Nico Paz dkk.
Akan tetapi, hanya beberapa menit sebelum kick-off, pemain jebolan Juventus itu harus dicoret dari daftar starting line-up.
Dikutip BolaSport.com dari Tuttomercatoweb, Audero mengalami kram otot saat menjalani pemanasan sebelum pertandingan.
Pelatih Davide Nicola tak mau mengambil risiko untuk memainkannya di partai ini.
Apalagi, Audero juga diwajibkan tetap fit kondisinya menjelang agenda Kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde keempat bersama timnas Indonesia, Oktober mendatang.
Emil Audero Mode Shaolin Soccer, Putra Lombok Jadi Kiper Terbaik Liga Italia Sejauh Ini
Walhasil, Nicola mengambil keputusan darurat memasang pelapis Audero, Marco Silvestri, di markas Como pada detik-detik akhir jelang mulai.
Dalam beberapa portal statistik, nama Audero bahkan masih tercantum di daftar starter ketika pertandingan dimulai.
Tanpa Audero, Cremonese kerepotan meladeni serangan frontal dan dominasi tim asuhan Cesc Fabregas.
I Lariani bisa juga mencetak gol pada menit ke-32. Aktornya siapa lagi kalau bukan pemain beralias titisan Lionel Messi, Nico Paz.
Playmaker belia Argentina berhasil mengonversi umpan tarik Jesus Rodriguez secara sempurna di dalam kotak.
Tembakan langsungnya dengan kaki kiri sukses menyarangkan bola ketika Silvestri terlampau lambat melemparkan badannya untuk menghalau bola.
Como kemudian nyaris mencetak gol kedua melalui sundulan Rodriguez yang memotong umpan tanggung bek Cremonese kepada Silvestri.
Sang kiper berhasil menghentikan bola sebelum melesat ke arah gawang.
Babak pertama berakhir dengan keunggulan Como 1-0.
Memasuki paruh kedua, Cremonese menyelamatkan diri dari maut.
Defender andalan mereka, Federico Baschirotto, menyamakan kedudukan melalui sundulan yang memanfaatkan sepak pojok.
Kiriman korner Franco Vazquez disambutnya dengan lompatan kecil tapi jitu mengarahkan bola ke ruang kosong.
Skor remis bikin kedua tim bermain lebih ngotot. Buruk bagi Como, agresi mereka malah berakibat negatif.
I Lariani kehilangan satu pemain setelah Rodriguez dikartu merah wasit karena pelanggarannya terhadap Filippo Terracciano.
Delapan menit terakhir waktu normal, Como bermain dengan sepuluh orang.
Untung buat Cremonese, hingga pertandingan kelar, Silvestri melakukan tugasnya sebagai deputi Audero secara baik.
Total, dia menggagalkan lima percobaan lawan dan membantu I Grigiorossi selamat dari kekalahan dengan mempertahankan rekor unbeaten musim ini.
Hasil pertandingan
Como 1-1 Cremonese (Nico Paz 32′; Federico Baschirotto 69′)
Susunan pemain
Como (4-2-3-1): 1-Butez; 27-Posch, 32-Diego Carlos, 14-Ramon (Kempf 46′), 3-Valle; 23-Perrone, 8-Sergi Roberto (Da Cunha 21′); 19-Kuehn (Addai 46′), 10-Paz (Morata 90+1′), 17-Rodriguez; 11-Douvikas (Caqueret 66′). Pelatih: Fabregas
Cremonese (3-5-2): 16-Silvestri; 24-Terracciano, 6-Baschirotto, 15-Bianchetti; 7-Zerbin (Floriani 46′), 32-Payero (Vazquez 64′), 33-Grassi, 38-Bondo (Sarmiento 90+1′), 3-Pezzella; 90-Bonazzoli (Vandeputte 77′), 11-Johnsen (Sanabria 64′). Pelatih: Nicola
