
Legenda sepak bola Malaysia yang juga menjabat sebagai Presiden Asosiasi Pesepak Bola Profesional Malaysia (PFAM), Safee Sali, tampil ke depan dengan seruan tegas bagi para pemain untuk bangkit. Ia juga tak lupa mengingatkan semua pihak, terutama Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), agar kesalahan serupa tidak terulang di masa mendatang. Pernyataan ini muncul di tengah badai sanksi FIFA yang mengguncang dunia sepak bola Negeri Jiran.
Krisis ini bermula dari keputusan FIFA yang menjatuhkan sanksi berat kepada FAM serta tujuh pemain naturalisasi setelah terbukti melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA. Pelanggaran tersebut berkaitan dengan pemalsuan dokumen yang diserahkan oleh FAM untuk menjamin kelayakan para pemain tersebut dalam proses naturalisasi mereka.
Tujuh pemain yang namanya terseret dalam skandal ini adalah Jon Irazabal Iraurgui, Gabriel Felipe Arrocha, Hector Alejandro Hevel Serrano, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Facundo Tomas Garces, dan Joao Victor Brandao Figueiredo.
Anak Sultan Malaysia Bocorkan Sosok di Balik Sanksi FIFA kepada Timnas Malaysia Ada di New York, Presiden Prabowo?
Akibat pelanggaran serius ini, FIFA menjatuhi denda kepada FAM sebagai bentuk hukuman atas kesalahan mereka. Sementara itu, ketujuh pemain harus menerima konsekuensi yang lebih berat: skorsing selama 12 bulan dari semua aktivitas yang berhubungan dengan sepak bola.
Insiden memalukan ini jelas menjadi pukulan telak bagi sepak bola Malaysia, terutama di saat Timnas Malaysia atau Harimau Malaya tengah menunjukkan grafik performa yang meningkat di bawah asuhan pelatih Peter Cklamovski. Untuk mencegah keterpurukan timnas asuhan pelatih asal Australia ini, Safee Sali segera menyalurkan pesan semangat dan motivasi kepada para pemain lainnya.
Safee Sali menegaskan bahwa kebangkitan Harimau Malaya tidak boleh terhenti hanya karena badai skandal yang mendera. Ia mendesak skuad nasional untuk tidak larut dalam kesedihan atau keterpurukan, melainkan menjadikan kasus ini sebagai pelajaran yang sangat berharga. Harapannya, dengan sanksi yang dijatuhkan kepada tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia, justru akan membuka peluang baru.
AFC Buka Suara soal Sanksi FIFA untuk FAM dan 7 Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia
Kesempatan itu adalah bagi para pemain lain untuk menunjukkan kualitas dan kemampuan mereka, sekaligus memperkuat Timnas Malaysia yang akan kembali berjuang dalam ajang Kualifikasi Piala Asia 2027 pada Oktober mendatang. Mantan penyerang Timnas Malaysia, Safee Sali, menyampaikan pesan eksplisit: “Sekarang waktunya bagi pemain lain untuk bangkit dan mengambil kesempatan untuk melanjutkan momentum tim nasional,” ujarnya, seperti dikutip dari The Star pada Sabtu (27/9/2025).
Ia sangat tidak menginginkan para pemain merasa terbelenggu oleh skandal ini, melainkan harus segera bangkit dari keterpurukan. “Saya tidak ingin merasa terpuruk karena masalah ini,” tegas Safee Sali. “Jika kita terpuruk, maka kita akan jatuh,” tambahnya, memberikan peringatan keras akan bahaya keputusasaan.
Tak hanya kepada para pemain, dalam kesempatan yang sama, Safee Sali juga melontarkan peringatan penting kepada semua pihak, termasuk FAM, agar tidak mengulangi kesalahan fatal serupa di masa depan. Menurutnya, sanksi dari FIFA ini harus menjadi pelajaran berharga bagi FAM dan semua pemangku kepentingan sepak bola Malaysia, demi mencegah terulangnya peristiwa memalukan ini. “Sebaliknya, kita belajar dari peristiwa ini dan memastikan agar tidak pernah mengulang kesalahan yang sama,” pungkasnya.
Bos JDT Dianggap Jadi Dalang Skandal Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia, Siapa di New York Pengaruhi FIFA?
Meskipun FAM dan tujuh pemain naturalisasi telah menerima sanksi dari FIFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memberikan secercah harapan. AFC menyatakan bahwa apabila FAM tidak puas dengan keputusan yang ada, mereka memiliki hak untuk mengajukan banding. Hal ini mengindikasikan bahwa keputusan FIFA belum bersifat final, dan FAM masih memiliki kesempatan untuk memperjuangkan kasusnya melalui jalur banding.
Ringkasan
FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) serta tujuh pemain naturalisasi karena terbukti melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA. Pelanggaran ini berkaitan dengan pemalsuan dokumen yang diserahkan untuk proses naturalisasi. Akibatnya, FAM didenda dan ketujuh pemain diskors selama 12 bulan dari semua aktivitas sepak bola.
Menanggapi hal ini, Presiden PFAM Safee Sali menyerukan para pemain untuk bangkit dan menjadikan kasus ini pelajaran berharga, sekaligus membuka peluang bagi pemain lain. Ia juga mengingatkan FAM agar kesalahan serupa tidak terulang di masa depan. Meskipun demikian, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan bahwa FAM masih memiliki hak untuk mengajukan banding atas keputusan FIFA tersebut.
