
Rancak Media Narasi baru di MotoGP untuk memberi sorotan lebih besar terhadap kelas utama membawa implikasi terhadap bagaimana pencapaian Marc Marquez akan ditampilkan.
Marc Marquez sangat dekat dengan gelar juara pada seri balap ke-17 MotoGP Jepang yang akan digelar pada akhir pekan ini di Mobility Resort Motegi, Motegi, Jepang.
Pembalap andalan Ducati Lenovo itu hanya perlu menambah tiga poin lagi atas rival terdekat yaitu Alex Marquez (BK8 Gresini Racing) dari hasil balapan Sprint dan balapan Grand Prix.
Pencapaian tersebut akan menghadirkan gelar Juara Dunia yang kesembilan bagi Marquez.
Sembilan gelar Juara Dunia di ajang balap motor grand prix tentunya bukan pencapaian yang main-main.
Sejak balap motor grand prix diselenggarakan pertama kali pada 1949, hanya ada lima orang yang memenangi 9 gelar Juara Dunia atau lebih.
Mereka adalah Carlo Ubbiali, Mike Hailwood, dan Valentino Rossi yang meraih 9 gelar, Angel Nieto dengan 12+1 gelar, serta Giacomo Agostini yang punya 15 gelar.
Hanya saja, dinamika terkini di MotoGP mengubah bagaimana pencapaian para legenda tersebut akan dipandang, termasuk tentang prestasi Marquez.
Simoncelli dan Legenda yang Dihormati Rossi Saja Tak Dianggap, Gelar Marquez Nanti Cuma Dihitung 7 Bukan 9
Seperti yang sudah diberitakan BolaSport.com sebelumnya, Marquez akan ditampilkan sebagai Juara Dunia MotoGP tujuh kali jika berhasil di sisa musim ini.
Deskripsi tersebut tidak salah tetapi agak menyimpang dari bagaimana prestasi si Alien dan para legenda balap di jagat MotoGP diapresiasi.
Semua kelas di MotoGP, mengesampingkan MotoE, dianggap penting karena status kejuaraan dunia dan kalender kejuaraan yang sama.
Saat merayakan kesuksesannya yang terakhir pada 2019 silam, Marquez mengambil tema bola kedelapan dalam permainan biliar. Delapan gelar Juara Dunia baginya.
Hanya saja, sorotan terhadap MotoGP sebagai kelas para raja sedang dilipatgandakan.
Melansir dari Motorsport.com, strategi ini diambil sebagai upaya untuk menaikkan pamor MotoGP setelah proses akuisisi oleh Liberty Media, pemilik Formula 1.
Dua pekan lalu, penghargaan MotoGP Hall of Fame diluncurkan untuk memberi apresiasi lebih tinggi kepada para legenda di kelas utama MotoGP atau dulunya 500cc.
Padahal sebelumnya sudah ada MotoGP Legend yang merangkul hampir semua Juara Dunia dari setiap kategori yang pernah dilombakan.
Bagi Marquez, perubahan ini tidak selalu berdampak buruk bagi legasinya.
Pasalnya, dengan mengesampingkan prestasi di kategori bawah, dia berpeluang untuk menjadi salah satu pembalap tersukses sepanjang sejarah MotoGP.
Alasannya, kalau hanya menghitung gelar di kelas utama, Agostini masih paling banyak tetapi hanya dengan jumlah delapan.
Kalau tahun ini berhasil, Marquez berpeluang untuk menyamai rekor Agostini pada tahun depan.
Lebih-lebih, kontraknya dengan Ducati, yang telah membuahkan harmoni tak terbendung, masih berlangsung sampai musim 2026.
Menarik untuk dinantikan bagaimana Marquez sendiri akan merayakan prestasi terbarunya, kalau berhasil pada akhir pekan ini.
Angka sembilan atau tujuh yang keluar? Pertama-tama berusaha dulu, kata sang jagoan balap dari Cervera.
“Saya menghadapi akhir pekan ini seperti akhir pekan lomba biasa,” ucap Marquez dalam interviu dengan MotoGP.com pada Rabu (24/9/2025) di Tokyo, Jepang.
“Tentunya semua orang bertanya dan tubuh ini dapat merasakan bahwa sesuatu yang besar bisa terjadi tetapi itu tidak mudah.”
“Maksud saya, saya harus menambah 3 poin lagi dari Alex dan dia berada di peringkat kedua kejuaraan, dia sangat cepat.”
“Hal terpenting adalah menjaga mentalitas kami dan mencoba yang terbaik. Kalau kami tidak berhasil di sini, masih ada kesempatan lainnya di Indonesia.”
Seri MotoGP Jepang akan berlangsung pada 26-28 September 2025.
PERBANDINGAN DAFTAR PEMBALAP MOTOR TERSUKSES Rank Semua Kategori Hanya 500cc/MotoGP Pembalap
Jumlah
Gelar
Pembalap
Jumlah
Gelar
1 Giacomo Agostini 15
Giacomo
Agostini
8 2 Angel Nieto 13
Valentino
Rossi
7 3
Valentino Rossi,
Mike Hailwood,
Carlo Ubbiali
9 Marc Marquez 6 4 Marc Marquez 8 Mick Doohan 5 5
John Surtees,
Phil Read
7
Mike Hailwood,
John Surtees,
Geoff Duke,
Eddie Lawson
4 6
Geoff Duke,
Jim Redman
6
Jorge Lorenzo,
Kenny Roberts,
Wayne Rainey
3
Jadwal MotoGP Jepang 2025 – Pahit Manis di Rumah Honda dan Lingkaran Sempurna bagi Marquez
