Dipaksa Perpanjang Kontrak, Pengacara Belanda Sarankan Bek Timnas Indonesia Gugat FC Twente

 

Rancak Media Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, sedang mengalami situasi yang tidak mengenakkan bersama klub Liga Belanda FC Twente.

Hilgers telah menyatakan keinginannya untuk hengkang dari FC Twente pada bursa transfer musim panas lalu.

Namun, bek berusia 24 tahun itu gagal hijrah ke klub baru hingga bursa transfer liga-liga Eropa ditutup.

Upaya Hilgers untuk pindah ke Stade Brest dan Go Ahead Eagles di hari terakhir bursa transfer juga gagal.

Emil Audero Jadi Raja Penyelamat di Serie A, Timnas Indonesia Makin Nyaman Tatap Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Hal ini memaksa Hilgers bertahan di Twente setidaknya hingga kontraknya habis musim panas tahun depan.

Namun, masalah tidak berhenti di situ setelah Twente menolak untuk memainkan Hilgers sejauh musim ini.

Twente bersikeras tidak akan memainkan Hilgers hingga sang bek menandatangani perpanjangan kontrak.

Pasalnya, The Tukkers tidak ingin kehilangan sang pemain secara gratis saat kontraknya berakhir tahun depan.

Pengacara asal Belanda, Andre Brantjes, baru-baru ini ikut angkat bicara tentang situasi Hilgers.

“Tidak seorang pun berhak bermain, tetapi Anda seharusnya diberi kesempatan untuk berpartisipasi di liga.”

“Hal itu tampaknya sudah dikesampingkan secara definisi di sini, kecuali jika dia memperpanjang kontraknya.”

“Maka pada dasarnya Anda akan terpinggirkan,” kata Brantjes, dikutip SuperBall.id dari Twenteinsite.nl.

Brantjes menilai keputusan pelatih Twente Van den Brom tidak memainkan Hilgers sudah terlalu berlebihan.

“Pasal 611 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Pasal tersebut menyatakan bahwa para pihak wajib berperilaku sebagai pemberi kerja dan karyawan yang baik.”

Kans Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026 Masih Terbuka Lebar, Miliano Jonathans: Ayo Wujudkan Mimpi!

“Van den Brom melakukan kesalahan. Ia bisa saja mengatakan bahwa ia tidak memilih Hilgers karena ia tidak cukup baik atau tidak cukup termotivasi.”

“Sekarang ia sudah terlalu berlebihan,” ucap Brantjes.

Brantjes menyarankan Hilgers untuk mengajukan gugatan kepada Twente dan meminta pemutusan kontrak.

“Seandainya saya Hilgers, saya akan pergi ke komite arbitrase dan meminta pemutusan kontrak, dengan FC Twente harus membayar sisa gajinya.”

“Lagipula, dia tidak diberi kesempatan untuk melakukan apa yang seharusnya dia lakukan, bermain di pertandingan,” kata Brantjes.

Menurut Brantjes, Twente bersalah karena telah merenggut kesempatan bagi Hilgers untuk menunjukkan kemampuannya.

“Klublah yang salah karena Hilgers tidak bisa memaksimalkan nilai pasarnya, karena ia tidak diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya.”

“Kini, karena ia tidak bisa menunjukkan kemampuannya, kesempatan-kesempatan itu direnggut darinya,” ucapnya.

Brantjes mengecam FC Twente karena memaksa Hilgers memperpanjang kontraknya agar bisa dimainkan.

“Memaksa seorang pemain untuk memperpanjang kontraknya dengan menggunakan tekanan bahwa jika tidak, ia tidak akan bermain dan tidak akan dapat berkembang lebih lanjut adalah tindakan yang tidak murni,” tutup sang pengacara.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.