
Rancak Media Rio Ferdinand mengkritik satu keputusan Ruben Amorim yang nyaris membuat Manchester United gagal menang atas Chelsea.
Manchester United nyaris kehilangan poin penting dalam kemenangan 2-1 atas Chelsea di Old Trafford akhir pekan lalu.
Mereka memegang kendali penuh ketika kiper Chelsea, Robert Sanchez, diusir keluar lapangan pada menit kelima.
Sepasang gol dari Bruno Fernandes (14′) dan Casemiro (37′) kemudian membawa tuan rumah unggul nyaman.
Liga Inggris – Usai Ruben Amorim, Man United Kembali Bidik Kandidat Penerus Pep Guardiola
Namun, momentum berubah sesaat sebelum turun minum ketika Casemiro menerima kartu kuning kedua.
Gol Trevoh Chalobah di menit-menit akhir menciptakan akhir yang menegangkan bagi Setan Merah.
Ferdinand menduga ini adalah hasil keputusan Amorim untuk mengubah komposisi lini pertahanannya.
Pelatih asal Portugal itu memasukkan Leny Yoro untuk menggantikan Harry Maguire di menit ke-70.
Ia telah melakukan setidaknya satu pergantian bek tengah dalam lima dari enam laga di semua kompetisi musim ini.
Pergantian Maguire semakin membingungkan mengingat performanya yang cukup baik hingga saat itu.
Ia bahkan memberikan asis untuk gol Casemiro dan membuat kehadirannya terasa di kotak penalti Chelsea.
Ferdinand mengaku tidak akan senang dengan keputusan liar Amorim tersebut jika dirinya masih bermain.
Liga Inggris – Soal Rapuhnya Pertahanan Man United, Rio Ferdinand: Ibarat Mentega Ditembus Pisau Panas
“Saya melihat tim-tim yang menang (sering mengganti bek),” kata Ferdinand, dikutip SuperBall.id dari Daily Mail.
“Entah itu tim saya, entah itu tim-tim Arsenal lama dengan Tony Adams, Martin Keown, Sol Campbell, dan sebagainya.”
“Atau John Terry dan (Ricardo) Carvalho, William Gallas. Sekarang (Virgil) van Dijk dan (Ibrahima) Konate.”
“Bek tengah yang sama bermain setiap minggu. Ada konsistensi dalam pemilihan tim dengan pasangan itu di lini belakang.”
“Paris Saint-Germain, dua bek tengah yang sama persis sepanjang musim. Liga Champions, (mereka) menang trofi.”
“Konsistensi pemain di area lapangan itu memberi Anda peluang menang yang lebih baik.”
“Perubahan-perubahan ini, menurut saya, sangat liar. Saya tidak akan suka jika saya bermain,” tambahnya.
Maguire adalah salah satu pemain yang paling mampu dalam situasi bola mati baik dalam menyerang maupun bertahan.
Tidak heran jika beberapa orang memprediksi kehadirannya mungkin bisa mencegah terjadinya gol Chalobah.
