Aremania Ngamuk: Arema FC Kalah dari Persib, Kualitas Pemain Disorot!

 

Rancak Media BANDUNG – Kekalahan menyakitkan Arema FC dari Persib Bandung di kandang sendiri, Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Senin (22/9/2025), benar-benar memantik reaksi keras dan luapan kekecewaan mendalam dari para pendukung setia tim berjuluk Singo Edan, Aremania.

Dalam laga penuh drama tersebut, Arema FC sebenarnya sempat berada di atas angin setelah Matheus Blade berhasil membuka keunggulan di menit ke-12. Momentum seolah semakin berpihak pada tuan rumah ketika Persib harus bermain dengan sepuluh pemain usai Frans Putros diganjar kartu merah oleh wasit pada menit ke-63.

Namun, yang terjadi justru di luar dugaan. Persib Bandung menunjukkan semangat juang yang luar biasa dan berhasil membalikkan keadaan. Meskipun bermain dengan kekurangan pemain, Maung Bandung sukses menyamakan kedudukan lewat gol Uilliam Barros di menit ke-59—sebuah gol krusial yang dicetak bahkan sebelum insiden kartu merah Frans Putros. Puncaknya, Federico Barba memastikan kemenangan dramatis bagi tim tamu melalui gol penentu di masa injury time menit ke-90+4.

Tragedi kekalahan di hadapan publik sendiri ini sontak membanjiri kolom komentar unggahan Instagram resmi @aremafcofficial dengan ‘hujan’ kritik dan keluhan. Mayoritas Aremania menyoroti adanya jurang kualitas yang begitu jelas antara pemain inti dengan pemain pengganti Arema FC. Banyak pula yang menilai tim terlalu mengandalkan Dalberto sebagai satu-satunya tumpuan serangan.

“sudah kuduga! intinya gini.. pemain gak ada yg berkualitas kecuali arkhan,dalberto,” tulis akun @lucky_kw12, mengungkapkan kekecewaannya. Nada sindiran juga dilontarkan @muhmdyusufff dengan komentar, “Opo kudu musuh wong 5 Pomo pengen menang.” Sementara itu, @bherlyan melayangkan kritik pedas, “Selamat, kalian mempermalukan diri sendiri. Sepurane rodo keras aku komen e tapi ga ada sangar e blas!”

Kritikan terhadap perbedaan kelas pemain pun turut mendominasi. “Pemaine beda kelas boss kono supersub e ex como kene elmantu yoo bueda uadohhh bossss, bangkit next match arema,” ujar @ongisnade_culture. @yngllex_ bahkan melontarkan kritik lebih tajam, “40 menit woyy 40 menit lu main pake 11 cuma lawan 10 pemain aja masih kalah buset, itu ian puleo ngapa ga diganti dari awal babak ke 2, kocak, pake masukin rafli wkwkw ngarep dia bawa comeback???” Senada, @sonu_setyawan menulis, “KUALITAS PEMAIN & KEDALAMAN SKUAD E EMANG JAUH BGT. SELAMAT UNTUK PERSIB.”

Tidak sedikit pula yang mengaitkan kekalahan ini dengan strategi dan ketergantungan pada satu pemain. “1.kehilangan gel.bertahan sekelas betinho juga terpengaruh 2.ngandelin satu striker asing Yo kualahan ga mampu,” terang @rian.arsyil. @fajarvanhoutten_ secara sarkastis membandingkan, “Harus d akuin pemain beda kelas.. pemain serie C brazil vs pemain serie A itali.” Ketergantungan pada Dalberto juga disuarakan @wnt_hw, “asli dah ini tim terlalu ngandelin dalberto, pemain yg lain pada bingung.” Komentar panjang dari @kpthnmzh87 menambahkan, “Ngene manajemen,, kudune paham lah pemain seng tenanan ndi seng ora,, pemain sub mu kui adoh kualitas e karo inti mu,, cepet” leh mu evaluasi trus asing seng rasa lokal mending dol ae,, luweh hemat daripada 11 pemain tapi rasa lokal.”

Klub D M S K GM GK +/- P
1 Borneo FC 5 5 0 0 9 2 7 15
2 Persija Jakarta 6 3 2 1 12 5 7 11
3 PSIM 6 3 2 1 9 6 3 11
4 Persib 5 3 1 1 7 4 3 10
5 Persebaya 5 3 0 2 7 4 3 9
6 Dewa United 6 3 0 3 10 11 -1 9
7 Malut United 6 2 2 2 12 10 2 8
8 Arema FC 6 2 2 2 9 7 2 8
9 Bhayangkara FC 6 2 2 2 5 4 1 8
10 Persijap 6 2 2 2 7 8 -1 8
11 Persik 6 2 1 3 7 9 -2 7
12 Persita 6 2 1 2 5 8 -3 7
13 PSM Makasar 5 1 3 1 6 5 1 6
14 Bali United 6 1 3 2 9 13 -4 6
15 Madura United 6 1 2 3 5 9 -4 5
16 Semen Padang 5 1 1 3 4 6 -2 4
17 PSBS Biak 6 1 1 4 7 13 -6 4
18 Persis 6 1 1 4 5 11 -6 4

Lihat selengkapnya →

Di klasemen sementara, kemenangan berharga ini melesatkan Persib Bandung ke posisi keempat dengan raihan 10 poin dari lima pertandingan, hasil dari tiga kali menang, sekali imbang, dan satu kali kalah. Sementara itu, Arema FC harus puas tertahan di peringkat kedelapan dengan koleksi 8 poin dari enam laga. Hingga pekan keenam, Singo Edan mencatat dua kemenangan, dua hasil imbang, serta dua kekalahan, dengan sembilan gol dan tiga assist tercipta, serta tujuh kali kebobolan.

Skuad Arema FC musim ini dihuni oleh deretan pemain yang bervariasi. Di bawah mistar gawang, ada Adi Satryo, Lucas Frigeri, dan Andrian Casvari. Sektor belakang diperkuat nama-nama seperti Brandon Scheunemann, Achmad Maulana, Luiz Gustavo, Julián Guevara Muñoz, Odivan, Muhammad Iksan Lestaluhu, Muhammad Rifad Marasabessy, Muhammad Anwar Rifa’i, Johan Alfarizi, Yann Motta, hingga Alfiansyah Alfiansyah. Untuk lini tengah, Arema memiliki Arkhan Fikri, Paulinho Moccelin, Dedik Setiawan, Salim Akbar Tuharea, Betinho, Muhammad Rafli, Ian Puleio, Bayu Setiawan, Matheus Blade, Samuel Balinsa, Jayus Hariono, serta Aswin Aswin. Sementara sektor depan diisi oleh Dalberto, Dendi Santoso, Valdeci, Razzaa Fachrezi, Dwiki Mardiyanto, Fikri Arjidan, Dimas Aryaguna, hingga Agusti Ardiansyah.

Ke depan, tantangan bagi Arema FC tidak kalah berat. Mereka dijadwalkan menghadapi Persis Solo di Stadion Manahan pada Minggu, 28 September 2025. Laga selanjutnya adalah melawan PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie pada Minggu, 19 Oktober 2025. Setelah itu, Arema bakal menjamu Borneo FC Samarinda di Stadion Kanjuruhan pada Minggu, 26 Oktober 2025, dan ditutup dengan duel tandang menghadapi Semen Padang di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin, 3 November 2025.

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Reaksi Keras Aremania setelah Arema FC Kena Comeback Lawan Persib Bandung, Soroti Perbedaan Kelas

Ringkasan

Arema FC menelan kekalahan menyakitkan 1-2 dari Persib Bandung di kandang sendiri pada 22 September 2025. Meskipun sempat unggul dan Persib bermain dengan sepuluh pemain, Maung Bandung berhasil membalikkan keadaan melalui gol Uilliam Barros dan Federico Barba di masa injury time. Kekalahan ini memicu luapan kekecewaan dan kritik keras dari para pendukung setia Arema FC, Aremania.

Mayoritas Aremania menyoroti adanya jurang kualitas yang jelas antara pemain inti dan pengganti Arema FC. Mereka juga menilai tim terlalu mengandalkan Dalberto sebagai satu-satunya tumpuan serangan. Akibat hasil ini, Arema FC tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan delapan poin dari enam pertandingan.

Baca Juga

Tags

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.