
Kegelisahan para pencinta sepak bola Indonesia semakin menjadi-jadi menyikapi nasib bintang muda Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan, yang tak kunjung mencatatkan debut bersama klub asal Slovakia, AS Trencin. Direktur Olahraga AS Trencin, Andrej Zacik, akhirnya angkat bicara untuk menanggapi misteri di balik absennya Marselino setelah lebih dari dua pekan bergabung.
Nama AS Trencin sendiri bukanlah klub asing bagi penggemar sepak bola Tanah Air. Sebelumnya, penggawa Timnas Indonesia lainnya, Witan Sulaeman, pernah menjadi bagian dari tim tersebut. Witan memperkuat AS Trencin pada musim 2022/2023, di mana ia sukses mencatatkan 17 penampilan sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan bergabung dengan Persija Jakarta.
Oleh karena itu, kehadiran Marselino Ferdinan diharapkan dapat melanjutkan jejak positif para pemain Indonesia di kancah Eropa. Pemain berjuluk “Wonderkid” ini diperkenalkan secara resmi oleh AS Trencin pada 6 September 2025. Namun, saat itu, Marselino masih harus fokus membela Timnas Indonesia dalam dua laga FIFA Matchday melawan Taiwan pada 5 September dan Lebanon pada 8 September 2025.
Setelah tuntasnya jeda internasional tersebut, Marselino seharusnya sudah dapat bergabung penuh dengan AS Trencin, setidaknya sejak 10 September 2025. Dengan demikian, mantan pemain Persebaya Surabaya ini telah berada di klub Slovakia tersebut selama lebih dari dua pekan. Namun, alih-alih tampil, keberadaan Marselino justru masih menjadi tanda tanya besar.
Dalam dua pertandingan terakhir Liga Slovakia, Marselino Ferdinan belum terlihat dalam daftar susunan pemain (line-up). AS Trencin menghadapi MFK Ruzomberok pada 13 September dengan kekalahan 0-3, dan FK Zeleziarne Podbrezova pada 20 September, yang juga berakhir dengan kekalahan 0-2. Bahkan, Marselino juga belum terlihat dalam sesi latihan tim, memicu spekulasi mengenai kondisinya.
Menanggapi situasi yang mengundang banyak pertanyaan ini, Andrej Zacik akhirnya buka suara. Ia mengungkapkan bahwa penyebab utama belum tampilnya Marselino adalah proses administrasi yang masih harus diselesaikan. “Dalam beberapa hari ke depan, urusan administratif seharusnya sudah selesai dan ia akan bergabung dengan tim,” jelas Andrej Zacik, seperti yang dikutip BolaSport.com dari laman resmi klub pada Minggu (21/9/2025).
Zacik menambahkan, pihaknya tidak ingin membebani pemain berusia 20 tahun tersebut dengan ekspektasi yang terlalu tinggi. Ia menegaskan bahwa Marselino, yang disebutkan dipinjam dari Oxford United FC, memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru di Slovakia dan tentu saja gaya permainan Liga Slovakia. Klub ingin memberikan ruang baginya untuk menyesuaikan diri dengan cepat.
“Ia akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi, jadi dalam beberapa minggu pertama kami tidak bisa memiliki ekspektasi yang berlebihan terhadapnya,” ujar Andrej Zacik. Ia juga berharap agar bintang Timnas Indonesia ini mampu memanfaatkan kesempatan emas yang diberikan dengan sebaik-baiknya demi meraih kepercayaan dari tim pelatih. “Semuanya tergantung padanya bagaimana ia memanfaatkan kesempatan yang diberikan,” pungkasnya.
Sebagai informasi tambahan, saat ini AS Trencin berada di posisi keempat klasemen sementara Liga Slovakia 2025/2026. Mereka berhasil mengumpulkan 12 poin, terpaut tiga poin dari Spartak Trnava yang memuncaki klasemen hingga pekan kedelapan.
Ringkasan
Kegelisahan muncul di kalangan penggemar sepak bola Indonesia karena Marselino Ferdinan belum debut bersama klub Slovakia AS Trencin, padahal sudah lebih dari dua pekan bergabung. Direktur Olahraga AS Trencin, Andrej Zacik, menjelaskan bahwa hal ini disebabkan proses administrasi yang belum rampung. Diharapkan urusan administratif tersebut akan selesai dalam beberapa hari ke depan, memungkinkan Marselino bergabung dengan tim.
Zacik juga menegaskan bahwa klub tidak ingin membebani Marselino dengan ekspektasi tinggi karena ia memerlukan waktu untuk beradaptasi. Pemain berusia 20 tahun ini harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan gaya permainan Liga Slovakia. Keberhasilannya di AS Trencin akan sangat bergantung pada bagaimana ia memanfaatkan kesempatan yang diberikan.
