
Kehadiran dua maestro lapangan tengah, Luka Modric dan Adrien Rabiot, dinilai telah mentransformasi kemampuan AC Milan dalam menguasai bola, menjadikan mereka kini jauh lebih dominan dalam penguasaan bola.
Dominasi lini tengah ini terlihat jelas saat AC Milan meraih kemenangan telak 3-0 atas Udinese di Stadion Friuli pada pekan keempat Liga Italia, Sabtu (20/9/2025). Dalam pertandingan tersebut, Luka Modric dan Adrien Rabiot kembali dipercaya sebagai starter, dan keduanya tampil memukau.
Dua gelandang veteran ini menunjukkan performa tanpa cela dalam mengendalikan alur bola I Rossoneri. Kontribusi mereka sangat vital, dibuktikan dengan statistik operan yang impresif: Modric sukses menyelesaikan 86 dari 90 percobaan operan dengan akurasi mencapai 96%, sementara 90% dari total operan Rabiot berhasil menemui sasaran. Angka-angka ini secara signifikan menopang setiap gerakan menyerang tim yang saat itu ditukangi oleh Massimiliano Allegri.
Tidak hanya cemerlang dalam membangun serangan, duet Modric-Rabiot juga memegang peran krusial dalam fase defensif. Dengan pengalaman dan ketenangannya, mereka mampu meredam tekanan lawan secara efektif, mencegah potensi bahaya bagi lini belakang AC Milan.
Performa gemilang kedua gelandang ini tak luput dari perhatian media-media Italia, yang melimpahkan pujian tinggi:
- Tuttomercatoweb memuji Modric: “Pertandingan malam ini bukan hanya memberi tahu kita bahwa Modric adalah sebuah fenomena tetapi semua pergerakannya juga masih menyenangkan untuk dilihat.” Mereka juga menyoroti Rabiot: “Kelebihan fisik dan teknik Rabiot terbukti menjadi raksasa di lini tengah Milan.”
- Milannews mengomentari penampilan Modric: “Dia menyalakan permainan ofensif, tidak pernah salah mengoper, buas dalam merebut kembali bola, dan selalu memberikan kesan mampu menemukan ruang yang bahkan tidak disadari oleh manusia biasa.”
- Calciomercato menggambarkan Rabiot: “Dominan secara literal. Ketika bola di kakinya, hampir mustahil bagi pemain Udinese untuk merebutnya.”
- Eurosport menambahkan untuk Modric: “Modric mengeluarkan mutiara-mutiara kelas dan kualitas di lini tengah. Dia mampu menyalakan lapangan dengan levelnya dalam setiap momen pertandingan.” Sementara itu, tentang Rabiot: “Rabiot, di babak kedua dia melepaskan kekuatan fisiknya yang luar biasa. Mendominasi permainan, berlari vertikal, dan menjaga ritme di lini tengah dengan sangat baik.”
Hasil Liga Italia – Captain America On Fire, AC Milan Bantai Udinese Tanpa Ditemani Allegri
Antusiasme terhadap performa kedua gelandang ini juga datang dari legenda AC Milan, Alessandro Costacurta. Mantan bek yang pernah membela Il Diavolo Rosso (Setan Merah) antara tahun 1986-2007 itu menyatakan kekagumannya:
“Tim ini memiliki kemampuan mempertahankan bola sehingga bola itu seperti bersahabat dengan mereka,” ujar Costacurta. Ia menambahkan, “Dengan Modric dan Rabiot, saya merasa lini tengah yang sekarang menjadi kekuatan sesungguhnya dari Milan.”
Melihat kontribusi dan performa mereka yang konsisten, Luka Modric dan Adrien Rabiot terbukti menjadi manuver transfer yang sangat sukses bagi AC Milan pada bursa transfer musim panas lalu.
Yang lebih menarik adalah bagaimana AC Milan berhasil mendatangkan duet maut Modric-Rabiot ini dengan banderol yang terbilang sangat ekonomis. Luka Modric, yang sejatinya masih memiliki nilai pasar 4 juta euro (sekitar 78 miliar rupiah), didatangkan secara gratis dari Real Madrid setelah kontraknya berakhir.
Situasi serupa juga terjadi pada Adrien Rabiot. Pemain yang nilai pasarnya mencapai 25 juta euro (sekitar 486 miliar rupiah) ini berhasil direkrut Milan hanya dengan 7 juta euro. Il Diavolo Rosso mengambil keuntungan dari kondisi Rabiot yang saat itu tengah disisihkan dari skuad Marseille akibat insiden perkelahian dengan rekan setimnya, Jonathan Rowe.
Marseille memutuskan untuk memasukkan gelandang Timnas Prancis itu ke dalam daftar jual karena dianggap melanggar tata tertib klub. Dengan mepetnya waktu di bursa transfer, Marseille akhirnya terpaksa melepas Rabiot ke AC Milan dengan harga yang jauh di bawah nilai pasarnya pada hari-hari terakhir periode transfer.
Ringkasan
Kehadiran Luka Modric dan Adrien Rabiot telah mentransformasi lini tengah AC Milan, menjadikan mereka jauh lebih dominan dalam penguasaan bola. Hal ini terlihat jelas saat Milan meraih kemenangan 3-0 atas Udinese, di mana kedua gelandang tersebut tampil memukau dengan akurasi operan impresif dan peran krusial dalam fase menyerang maupun bertahan. Kontribusi mereka mendapat pujian tinggi dari media-media Italia dan legenda klub seperti Alessandro Costacurta.
Duet Modric-Rabiot terbukti menjadi manuver transfer yang sangat sukses dan ekonomis bagi AC Milan pada bursa transfer musim panas lalu. Luka Modric didatangkan secara gratis dari Real Madrid setelah kontraknya berakhir. Sementara itu, Adrien Rabiot berhasil direkrut hanya dengan 7 juta euro dari Marseille, memanfaatkan situasi disipliner pemain dan mepetnya waktu di bursa transfer.
