
Rancak Media Oscar Haro menilai Valentino Rossi tidak menunjukkan ekspresi apa pun saat Marc Marquez kecelakaan pada sprint race GP San Marino.
Grand Prix San Marino yang digelar di Sirkuit Misano, Italia, pada akhir pekan lalu (12-14 September) menyisakan berbagai momen tak biasa dan memicu kontroversi. Salah satu sorotan utama adalah insiden kecelakaan Marc Marquez saat sesi sprint race.
Kala itu, sang pembalap andalan Ducati mengalami crash saat sedang memimpin balapan. Momen tidak mengenakkan ini justru direspons tak terduga oleh penonton; banyak di antara mereka yang memadati sirkuit tertangkap kamera tertawa melihat Marquez terjatuh.
Tensi panas di seri ke-16 kalender MotoGP 2025 itu semakin memuncak ketika Valentino Rossi, yang turut menyaksikan langsung, disinyalir menunjukkan gestur serupa. Media-media ternama Motorsport seperti Motosan dan MotoGP News segera menyoroti The Doctor, yang dinilai menunjukkan tawa kecil saat Marquez mengalami kecelakaan, memicu perdebatan sengit tentang etika seorang legenda.
Seminggu pasca-gelaran, pengamat MotoGP asal Spanyol, Oscar Haro, memberikan pandangannya mengenai reaksi Rossi yang sempat menjadi polemik tersebut. Haro memberikan sebuah pembelaan, menepis anggapan bahwa Rossi tidak pantas melakukan hal itu mengingat statusnya sebagai legenda MotoGP.
Cara Marc Marquez Balas Cemooh di Kandang Rossi Didukung Pengamat MotoGP
Mantan direktur olahraga LCR Honda tersebut menegaskan bahwa peraih tujuh gelar juara dunia itu sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apa pun saat Marquez mengalami kecelakaan. “Valentino tidak menunjukkan ekspresi apa pun setelah kecelakaan Marquez pada sprint race,” ucap Haro, dilansir dari laman Motosan, memperjelas pembelaannya.
Namun, Haro tak berhenti di situ. Ia justru mengalihkan fokus dari Rossi dan menyoroti respons khas Marc Marquez dalam menghadapi tekanan atau pandangan meremehkan. Di mata Haro, siulan, tawa, dan cemooh yang dilontarkan penonton bukanlah level yang harus ditanggapi secara serius oleh pembalap Spanyol itu.
Simoncelli dan Legenda yang Dihormati Rossi Saja Tak Dianggap, Gelar Marquez Nanti Cuma Dihitung 7 Bukan 9
“Marquez tidak pernah terlibat dalam perang dengan siulan, hinaan, atau ancaman,” kata Haro. Ia bahkan menambahkan, “Dia pernah menerima ancaman pembunuhan, tetapi ia tidak pernah terlibat. Dia muncul di paddock dan terkadang orang-orang menghinanya.” Ini menggambarkan ketenangan dan fokus Marquez yang luar biasa.
Hebatnya, Marc Marquez berhasil membungkam semua cemoohan itu dengan performa gemilang. Ia meraih kemenangan dalam sesi balapan utama, memberikan jawaban paling konkret bagi para pengkritiknya.
Memulai balapan dari urutan keempat, sosok yang identik dengan nomor 93 itu tampil penuh perhitungan sepanjang lomba. Ia melakukan manuver brilian, mengambil alih posisi andalan Aprilia, Marco Bezzecchi, lalu melesat di urutan pertama hingga bendera finis berkibar dengan gagah.
“Saya tidak paham betul maksud dari selebrasi tersebut,” kata Haro mengenai ekspresi Marquez pasca-kemenangan. “Yang saya tahu hanya dia menang atau kalah saja. Tetapi, saat melihat dia melakukannya, saya berkata bagus, itu adalah cara membungkam omongan orang-orang tanpa harus berkata apa-apa,” imbuhnya, memuji cara elegan Marquez membalas kritik.
Dipo Akbar Finis Podium di MotoGP eSport World Championship 2025
Ringkasan
Grand Prix San Marino menyisakan kontroversi saat Marc Marquez mengalami kecelakaan di sprint race, dengan beberapa penonton dan media menyoroti Valentino Rossi yang disinyalir menunjukkan tawa kecil. Namun, pengamat MotoGP Oscar Haro membela Rossi, menegaskan bahwa ia tidak menunjukkan ekspresi apapun saat insiden Marquez terjadi. Haro menepis anggapan bahwa Rossi bertindak tidak pantas sebagai seorang legenda.
Haro justru menyoroti ketenangan Marc Marquez dalam menghadapi cemoohan dan tekanan, menyatakan bahwa pembalap tersebut tidak pernah terlibat dalam “perang” dengan hinaan. Marquez kemudian membungkam para pengkritiknya dengan memenangkan balapan utama, meraih kemenangan setelah memulai dari urutan keempat. Haro memuji cara Marquez membalas kritik tersebut sebagai tindakan yang elegan tanpa harus berkata apa-apa.
