Reuni penuh emosi Kevin De Bruyne dengan mantan klubnya, Manchester City, diwarnai ironi yang pahit; pertemuan yang dinanti-nantikan itu harus berakhir prematur hanya karena insiden yang melibatkan rekan setim barunya di Napoli.
Setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh Manchester City pada akhir musim lalu, Kevin De Bruyne memilih bergabung dengan Napoli sebagai agen bebas. Kepindahan ini menandai berakhirnya era sembilan tahun sang gelandang Belgia yang tak terlupakan di Etihad, di mana ia mengukir namanya sebagai legenda. Dengan total 422 penampilan, 108 gol, dan 177 assist, De Bruyne sukses mempersembahkan 19 trofi prestisius untuk The Citizens dalam rentang 2015-2024, termasuk enam gelar Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions yang sangat didambakan.
Takdir seolah punya rencana sendiri untuk mempercepat pertemuan kembali antara De Bruyne dan Manchester City. Undian fase liga Liga Champions menempatkan Napoli sebagai lawan perdana The Citizens, menciptakan skenario reuni yang dramatis. Laga emosional ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 18 September 2025, di kandang kebanggaan Manchester City, Etihad Stadium.
Tak pelak, momen reuni Kevin De Bruyne dengan Manchester City langsung menjadi sorotan utama pertandingan. Sambutan hangat membahana di seisi Etihad Stadium ketika sang maestro kembali menginjakkan kaki di rumput yang pernah menjadi panggung keemasannya. Pemain berusia 34 tahun itu bahkan langsung dipercaya menjadi starter oleh pelatih Napoli, Antonio Conte, berkat penampilan gemilangnya di Liga Italia dengan sumbangan dua gol dari tiga laga awal. Untuk menambah suasana haru, para suporter Man City membentangkan sejumlah spanduk khusus, salah satunya berbunyi: “King Kev, Sekali Biru, Selalu Biru,” menegaskan ikatan tak terputus antara mereka dan sang gelandang.
Namun, keindahan reuni De Bruyne dengan City harus tercoreng dan berakhir lebih cepat dari yang diharapkan, hanya berlangsung selama 26 menit. Ia terpaksa ditarik keluar pada menit ke-26, digantikan oleh Mathias Olivera. Bukan cedera yang menjadi penyebabnya, melainkan sebuah insiden krusial yang dipicu oleh tindakan rekan setimnya sendiri di Napoli. Pada menit ke-20, bek tangguh Giovanni Di Lorenzo melakukan pelanggaran terhadap striker andalan Manchester City, Erling Haaland, sedikit di luar kotak penalti.
Awalnya, wasit di lapangan tidak langsung mengambil tindakan tegas, namun intervensi dari Video Assistant Referee (VAR) meminta tinjauan ulang insiden tersebut melalui layar di pinggir lapangan. Setelah peninjauan cermat, Di Lorenzo divonis tidak mengenai bola dan dianggap melakukan pelanggaran sebagai pemain terakhir. Tak ayal, wasit pun mengganjarnya dengan kartu merah langsung, mengubah jalannya pertandingan secara drastis.
Kehilangan satu bek sentral membuat pelatih Napoli, Antonio Conte, dihadapkan pada dilema taktis yang sulit. Demi menyeimbangkan lini belakang, ia terpaksa mengorbankan seorang pemain ofensif untuk digantikan oleh pemain bertahan. Ironisnya, pemain yang terpilih menjadi ‘tumbal’ untuk keputusan berat itu adalah Kevin De Bruyne, yang harus mengakhiri reuni indahnya secara paksa dan lebih awal.
Ringkasan
Kevin De Bruyne, legenda Manchester City, kembali ke Etihad sebagai pemain Napoli setelah sembilan tahun, menghadapi mantan klubnya dalam laga Liga Champions perdana. Sang gelandang mendapat sambutan emosional dan langsung dipercaya menjadi starter pada pertandingan yang berlangsung 18 September 2025 itu.
Namun, reuni De Bruyne berakhir prematur hanya setelah 26 menit bermain. Hal ini terjadi karena rekan setimnya, Giovanni Di Lorenzo, diganjar kartu merah langsung akibat melanggar Erling Haaland. Pelatih Napoli terpaksa menarik De Bruyne untuk menggantikannya dengan bek demi menyeimbangkan tim yang bermain dengan sepuluh orang.
