Rancak Media – – 2 mantan penggawa Arema FC di musim 2024/2025 lalu mendapatkan klub baru di musim ini.
Keduanya adalah Thales Lira dan Wiliam Marcilio yang tak lagi berseragam Arema FC pada Super League 2025/2026.
Thales Lira resmi dipinjamkan ke Persija Jakarta sedangkan Wiliam Marcilio menjalani kontrak baru dengan Persib Bandung.
Kesamaan keduanya adalah minim kontribusi dan gagal bersaing untuk mendapatkan tempat di tim.
1. Thales Lira
Thales Lira datang ke Persija Jakarta setelah dipinjamkan dari Arema FC di gelaran bursa transfer.
Kedatangan Thales Lira mengejutkan karena langsung diperkenalkan saat launching tim Persija Jakarta musim 2025/2026 lalu.
Namun, hingga pekan kelima Thales Lira belum pernah dimainkan oleh Mauricio Souza.
Hal ini mengingat aturan pemain asing yang boleh berlaga dibatasi.
Sementara Thales Lira harus bersaing dengan para pemain Brasil yang saat ini sudah banyak memberikan kemenangan untuk tim.
Selain itu posisi Thales Lira juga telah terisi dengan solid di lini belakang.
Jordi Amat dan Rizky Ridho menjadi andalan lini belakang.
Sementara Hansamu Yama lebih diandalkan untuk menambal lini belakang Persija Jakarta dibanding Thales Lira.
Belum dimainkannya Thales Lira menjadi sorotan karena di Arema FC ia adalah andalan sang pelatih.
Kontribusinya juga sangat berpengaruh pada Singo Edan.
Di musim lalu, Thales hampir memainkan semua laga di Super League.
Namun tempat itu tidak ia dapatkan di Persija Jakarta.
2. Wiliam Marcilio
Setali tiga uang dengan rekannya di Arema FC, William Marcilio juga dianggap minim kontribusi di klub barunya, Persib Bandung.
Wiliam Marcilio didatangkan ke Persib Bandung dalam bursa transfer Agustus lalu.
Bahkan, saat pekan kelima di laga penting melawan Persebaya Surabaya, Wiliam tak masuk dalam daftar susunan pemain (DSP).
Gelandang asal Brasil itu dinilai tidak bermain secara tim dan terlalu individual.
Kebiasaan itu juga menjadi sorotan saat dirinya masih berseragam Arema FC.
Pengamat Sepak Bola Binder Singh sempat mewanti-wanti Persib Bandung saat masih dalam perumoran.
“Cuma kadang-kadang pemain ini egois pada saat dia passing dia shooting dari luar kotak penalti. Artinya pemain ini juga harus diberikan pemahaman tentang permainan Bojan Hodak yang mengandalkan kolektifitas,” ujar Binder Singh di kanal YouTubenya.
“Bola itu harus dipassing dulu, boleh mengandalkan speed, intuisi untuk shooting di luar kotak tapi tidak boleh sering.”
Selain itu, Bung Binder juga mengomentari soal sikap Wiliam Marcilio yang diubah.
Lantaran dalam kepemimpinan Bojan Hodak, tak ada pemain superstar dan semua dianggap sama.
Terlebih permasalahannya yang menimpa bersama Arema FC bisa jadi pembelajaran ke depannya.
“Engga bisa di Persib saya engga ada pemain bintang, karena semua bermain koletif bersama Bojan Hodak.”
“Tapi ini pemain istimewa dan akan memberikan daya kejut pada tim lawan.” (TribunWOw.com/ Tiffany Marantika)
