
jpnn.com – Marco Bezzecchi belum bisa melupakan kekalahannya dari Marc Marquez di MotoGP San Marino 2025.
Start dari posisi pole dan sempat merasakan kemenangan di sesi sprint race, pembalap Aprilia itu harus rela menyerahkan podium juara full race kepada sang Juara Dunia delapan kali.
Sempat Menyulitkan Marc Marquez
Balapan di Sirkuit Misano berjalan sengit. Bezzecchi beberapa kali mampu menempel ketat Marquez, terutama di delapan lap terakhir.
Namun, keperkasaan Marquez tetap sulit ditaklukkan. Bezzecchi akhirnya finis kedua dengan selisih 0,568 detik.
Marco Bezzecchi Juara Sprint MotoGP San Marino, 3 Pembalap Tumbang
“Balapan itu benar-benar intens. Saya menontonnya kembali dan menyadari betapa dekatnya, terutama di akhir.”
“Rasanya luar biasa, tetapi juga menyakitkan karena saya tidak bisa menyalipnya lagi,” kata Bezzecchi dilansir Sky Sports.
Dendam dan Motivasi
Kekalahan itu ternyata meninggalkan ‘dendam’ tersendiri bagi Bezzecchi. Dia mengaku kecewa, tetapi sekaligus termotivasi untuk membalas di balapan berikutnya.
“Kami selalu ingin ke luar rumah untuk menjadi yang tercepat. Saat ini Marquez mendominasi, saya harus menggunakan itu sebagai referensi untuk berkembang dan suatu saat bisa mengalahkannya,” tegas pembalap asal Italia tersebut.
MotoGP 2025: Rekor Jorge Martin Tumbang, Marc Marquez Berlari Menuju 600 Poin
Kans Juara Dunia
Bezzecchi saat ini berada di posisi keempat klasemen sementara MotoGP 2025 dengan 229 poin. Kans Juara Dunia sudah tertutup, tetapi peluang untuk naik ke peringkat dua atau tiga masih terbuka lebar.
Dengan musim yang memasuki fase krusial, Bezzecchi bertekad menutup tahun dengan catatan manis.
Kekalahan tipis di San Marino mungkin meninggalkan luka, tetapi juga menjadi api semangat bagi Bezzecchi untuk balapan berikutnya.(skysports/mcr15/jpnn)
Lihat Detik-Detik Marc Marquez Kecelakaan di Misano, Kenapa?
