
Rancak Media – , JAKARTA — Paket Stimulus Ekonomi 2025 dari pemerintah sebesar Rp16,2 triliun, ditambah penempatan dana jumbo Rp200 triliun di lima bank BUMN dinilai akan menjadi katalis positif bagi sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Adapun stimulus bertajuk Paket Ekonomi 8+4+5 tersebut merupakan salah satu yang paling ambisius dalam beberapa tahun terakhir, serta disebut melampaui pola stimulus parsial yang sebelumnya digulirkan oleh pemerintah.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, mengatakan program ini tidak hanya menyalurkan bantuan sosial dan insentif fiskal, tetapi juga memperkuat likuiditas perbankan melalui penempatan dana pemerintah.
: Harga Buyback Emas Antam, Galeri 24, dan UBS Hari Ini (17/9) di Pegadaian
“Dengan kombinasi program jangka pendek hingga panjang serta dukungan likuiditas Rp200 triliun, orientasi kebijakan ekonomi pemerintah terlihat jauh lebih ekspansif dibandingkan periode sebelumnya,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).
Sejumlah sektor saham diproyeksikan meraih sentimen positif dari kebijakan ini. Pertama bank BUMN, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) yang mendapat alokasi langsung penempatan dana.
: : Anak Usaha Pertamina (Pelita Air) Dimerger ke Garuda Indonesia (GIAA), Dirut Buka Suara
Kedua, sektor consumer staples mencakup PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), hingga PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) bakal terdorong oleh program bansos pangan dan padat karya tunai.
Ketiga, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA), lalu PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES), serta grup MAP melalui PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) atau PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) juga berpotensi diuntungkan dari insentif PPh dan perpanjangan fasilitas pajak ditanggung pemerintah.
: : Harga Saham BBCA Diramal Bangkit ke Rp9.200, Emiten Big Bank Berpeluang Rebound
Map Aktif Adiperkasa Tbk. – TradingView
Selain itu, sektor konstruksi berskala kecil hingga menengah, termasuk PT Waskita Karya Tbk. (WSKT), PT Adhi Karya Tbk. (ADHI), dan PT PP Tbk. (PTPP) disebut akan terbantu oleh program padat karya dan perbaikan pemukiman.
Tidak ketinggalan, emiten perkebunan seperti PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), PT PP London Sumatra Tbk. (LSIP), dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) berpotensi mendapat manfaat dari modernisasi tambak hingga program replanting perkebunan rakyat.
Liza menambahkan sektor ritel dan UMKM turut diperkirakan memperoleh dorongan, misalnya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) serta PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) yang terkait dengan digitalisasi dan pemasaran koperasi.
Meski demikian, dia mengingatkan bahwa efektivitas stimulus masih bergantung pada transmisi kredit perbankan dan pemulihan konsumsi rumah tangga. Saat ini, permintaan kredit UMKM masih melambat dengan pertumbuhan hanya 2,1% YoY per Juni 2025, sementara kualitas aset menunjukkan kenaikan NPL.
“Stimulus Rp200 triliun ini lebih bersifat relief jangka pendek ketimbang game-changer. Pasar baru bisa re-rating jika ada bukti perbaikan kualitas kredit dan permintaan domestik,” pungkas Liza.
____________________
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
