Bank Indonesia mengucurkan insentif likuiditas Rp388,1 triliun hingga Desember 2025 untuk mendorong pertumbuhan kredit, dengan Himbara menerima porsi terbesar.
Paket Ekonomi 8+4+5 senilai Rp16,2 triliun dan dana Rp200 triliun di bank BUMN menguntungkan sektor perbankan, consumer staples, konstruksi, dan perkebunan.