
Rancak Media Tom Lammens selaku kakak dari kiper baru Manchester United, Senne Lammens, sedikit menyesali kepindahan sang adik ke Old Trafford.
Malahan kakak dari kiper asal Belgia itu lebih mendukung jika adiknya bergabung dengan Galatasaray ketimbang Man United.
Senne Lammens merupakan salah satu dari lima rekrutan baru The Red Devils di bursa transfer musim panas 2025.
Kiper berusia 23 tahun itu diboyong dari Royal Antwerp dengan biaya 18,2 juta poundsterling atau setara Rp402 miliar.
Kedatangannya dimaksudkan untuk menggantikan Andre Onana yang tampil jeblok sejak bergabung Man United pada 2023.
Sejak bergabung, si kiper asal Kamerun dianggap kerap melakukan blunder fatal dan menjadi biang kerok banyaknya gol bersarang ke gawang Setan Merah.
Terbukti,sejak kedatangan Lammens ke Old Trafford, Onana langsung angkat kaki dan bergabung Trabzonspor dengan status pinjaman.
Kini Lammens harus bersaing dengan Altay Bayindir untuk memperebutkan posisi nomor 1 di Man United.
Setelah resmi hijrah ke Manchester, kakak Lammens kemudian membuat pengakuan mengejutkan soal pilihan adiknya.
Tidak Mau Ambil Risiko Mainkan Pengganti Onana, Man United Sekali Lagi Andalkan Kiper Tukang Blunder Turkiye
Dilansir BolaSport.com dari Nieuwsblad, Tom Lammens mengaku sedikit menyesali kepindahan Senne Lammens ke Man United.
Bagi Tom, adiknya harusnya bergabung Galatasaray untuk mengembangkan potensi dan menancapkan namanya di Eropa.
“Ada banyak pemain berkualitas di sana, Anda bermain untuk meraih trofi, dan Senne (Lammens) mungkin bisa langsung menorehkan prestasi di Liga Champions,” ucap Tom.
Saat Lammens memutuskan bergabung Man United, Tom mengaku skeptis dengan keputusannya adiknya itu.
Pasalnya, banyak pemain yang gagal meraih potensi terbaiknya setelah bergabung The Red Devils dan membuat para pemain itu menyerah.
“Awalnya, saya skeptis untuk pindah ke United, karena banyak pemain di sana sudah menyerah pada tekanan dan tidak dapat mencapai potensi penuh mereka,” tambahnya.
Tapi nasi telah menjadi bubur. Lammens memutuskan merapat ke Old Trafford di usianya yang masih 23 tahun.
Alhasil, Tom hanya bisa mendoakan sang adik bisa merengkuh kesuksesan dan membawa Man United kembali berjaya.
“Namun, pada akhirnya, Senne yang harus mengambil keputusan. United memberinya perasaan terbaik. Akan sangat hebat jika klub dapat kembali ke kejayaannya dan jika Senne dapat berkontribusi untuk itu,” pungkas dia.
Ditantang Amorim untuk Ganti Pelatih, Ini Keputusan Final Man United
Sekadar informasi tambahan, Senne Lammens didekati banyak klub Eropa lainnya sebelum dipinang oleh Man United.
Selain Galatasaray, eks kiper Royal Antwerp itu juga sempat didekati oleh Aston Villa sebagai penerus Emiliano Martinez.
Namun, Lammens memutuskan merapat ke Old Trafford karena aura yang dimiliki oleh Man United.
“Di tim saya di Antwerp, ada beberapa pemain yang juga pernah bermain di Inggris, dan ketika saya berbicara dengan mereka tentang Manchester United, Anda bisa langsung melihat perubahan wajah mereka,” ucap Lammens.
“Klub itu sendiri, auranya, sangat besar, dan berada di sini hari ini, melihatnya, berada di level yang berbeda,” tambahnya, dikutip dari Daily Mail.
