
Rancak Media Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 harus dibayar mahal oleh pelatih Venezuela dan Peru.
Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona CONMEBOL sudah berakhir pada 9 September lalu.
Karena jumlah peserta Piala Dunia 2026 bertambah, otomatis jatah tiket untuk CONMEBOL juga lebih banyak dibandingkan edisi sebelumnya.
Pada Piala Dunia 2022, Zona Amerika Selatan hanya bisa mengirim 4 atau 5 wakil.
Sekarang ada 6 atau 7 utusan CONMEBOL yang bisa berlaga dalam turnamen di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat pada tahun depan.
Kesempatan menjadi lebih terbuka tetapi kondisi itu tak bisa dimanfaatkan oleh Venezuela dan Peru.
Keduanya menyelesaikan kualifikasi di luar posisi 7 besar klasemen.
Venezuela finis di peringkat 8 dengan hanya meraih 18 poin dalam 18 pertandingan.
Kualifikasi Piala Dunia 2026 – Timnas Indonesia 180 Menit Lagi Menuju Sejarah, 30 Tiket Sisa Diperebutkan 105 Tim!
Peru lebih parah lagi karena mereka hanya 2 kali menang dan mendapatkan 12 poin untuk menempati ranking 9.
Tidak lolosnya Venezuela sebetulnya tidak mengherankan karena mereka memang belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia 2026.
Kendati demikian, Venezuela sudah memasang target ingin lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sehingga kegagalan kali ini terhitung cukup masif.
Sementara itu, kegagalan lebih tidak bisa diterima oleh Peru lantaran negara ini sudah pernah 4 kali lolos ke Piala Dunia.
Dua negara ini pun segera mengambil keputusan untuk memecat pelatih mereka.
Yang menarik, juru taktik Venezuela dan Peru sama-sama kelahiran Argentina.
Pemecatan mereka menjadi ironis karena Argentina justru menjadi tim pertama yang memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026 dari Zona CONMEBOL.
Pelatih Venezuela adalah Fernando Batista, yang dulu pernah memperkuat Argentina U-20.
Dia sempat satu tim dengan pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, ketika membela Argentina di Piala Dunia U-20 1989.
Timnas Pemain PSM Makassar Selangkah Lagi Lolos Piala Dunia 2026
Batista sebetulnya membawa Venezuela masih bertarung memperebutkan posisi ke-7 dengan Bolivia demi tiket ke babak play-off pada pertandingan terakhir kualifikasi.
Namun, Venezuela kalah 3-6 dari Kolombia sementara Bolivia menang 1-0 atas Brasil.
Venezuela yang tadinya sempat berada di peringkat 7 digeser oleh Bolivia.
Batista menerima pemecatan dirinya dengan lapang dada.
“Target yang dicanangkan sejak awal adalah meloloskan Venezuela ke Piala Dunia untuk pertama kalinya,” kata pelatih berusia 55 tahun itu.
“Kegagalan mencapai target itu memaksa kami mengambil langkah mundur.”
“Saya menerima keputusan ini dengan keyakinan bahwa ini adalah opsi terbaik bagi tim nasional.”
Di sisi Peru, pelatih mereka yang dipecat setelah kualifikasi selesai adalah Oscar Ibanez.
Juru taktik berusia 58 tahun ini lahir di Argentina tetapi kemudian menjadi warga negara Peru dengan pernah memperkuat tim nasional negara tersebut pada 1998-2005.
Ibanez sebetulnya hanya berstatus pelatih interim dengan dia baru ditunjuk pada Februari lalu untuk menggantikan Jorge Fossati.
Awalan Ibanez sempat menjanjikan dengan menang 3-1 atas Bolivia dalam laga debutnya.
Akan tetapi, hasil itu menjadi satu-satunya kemenangan yang diraih Peru bersama Ibanez.
Setelah itu mereka imbang 2 kali dan kalah 3 kali dalam 5 laga terakhir di kualifikasi.
